Reses di Luwu, Hafid Pasiangan Perjuangkan Poros Bua-Torut – Palopo Pos
Luwu

Reses di Luwu, Hafid Pasiangan Perjuangkan Poros Bua-Torut

RESES. Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi PPP H.Abdul Hafid Pasiangan saat reses di Desa Salu' Induk, Ponsel, Senin malam 11 September 2017. ist
BUA — Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi PPP, H.Abdul Hafid Pasiangan SE MM, melakukan reses disejumlah desa di Kabupaten Luwu.
Dimulai sejak tanggal 9 hingga 14 September 2017, berbagai tempat terpencil pun dikunjungi. Hal ini tidak lain untuk lebih dekat dan mendengarkan aspirasi masyarakat langsung.
“Jika selama ini Kami (Anggota Dewan) kebanyakan mendengar keluhan masyarakat lewat medsos, telepon. Kini Kami ingin mendengar dan bertemu langsung masyarakat di daerah pemilihan. Melalui reses ini Kami bisa menampung segala aspirasi atau keinginan masyarakat tentang apa saja yang sangat dibutuhkan,” ucapnya kepada Palopo Pos, Selasa 12 September 2017.
Salah satu desa yang dikunjungi Abdul Hafid Pasiangan saat reses adalah Desa Salu’ Induk di Kecamatan Ponrang Selatan (Ponsel).
Bersama dengan Anggota DPRD Kabupaten Luwu Fraksi PPP Rusli Sunali, Sukma, dan Kadis Perhubungan Kabupaten Luwu Muh Aras Nursalam, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat hadir dalam acara pertemuan dipekarangan rumah Kepala Desa Salu’Induk Rombe yang dihadiri sekira 300-an masyarakat.
Hampir sekira 2 jam dilakukan pertemuan, berbagai macam permintaan warga dicatat dan akan diteruskan dalam berbagai sidang komisi di DPRD bersama pemerintah daerah/ provinsi.
Seperti yang diutarakan Kepala Desa Salu’ Induk Rombe, yang mewakili masyarakat mengharapkan dari anggota dewan yang terhormat untuk memperjuangkan adanya perbaikan jalan desa setempat.
Pasalnya, dengan kondisi jalan yang masih minim pembangunan, kerap menyulitkan kendaraan warga melintas. Hal tersebut wajar sebab medan jalan di Desa Salu’ Induk sebagian besar masih tanah liat dan kerikil. Jika musim penghujan akan terendam air dan licin.
Selain itu, masalah ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian kepala desa kepada anggota dewan.
Dimana, warga harus berjalan cukup jauh untuk mengambil air bersih dari sumber air. Wajar saja karena sebagian letak geografis desanya berbatu dan diatas ketinggian.
Lain halnya dengan warga di Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong. Desa yang sangat dekat dengan Basse Sangtempe ini sangat mengharapkan adanya perbaikan jalan utama yang tembus sampai ke Toraja Utara.
Menyambut aspirasi tersebut, Abdul Hafid Pasiangan dalam pertemuan itu menyampaikan akan meneruskan ke pemerintah provinsi.
Mengenai jalan tembus Toraja Utara, kata Hafid, Dirinya akan memperjuangkan dalam pembahasan APBD 2018 Provinsi Sulsel. “Saya akan perjuangkan anggarannya ada untuk 2018 perbaikan jalan tembus Toraja Utara,” katanya.
Hafid pun akan melakukan komunikasi dengan sejumlah Anggota DPRD Sulsel asal dapil Tana Toraja agar anggaran jalan poros Bua-Toraja Utara bisa ada, sehingga 2018 dilakukan pengerjaan.
“Memang selama ini masih terkendala status jalan apakah daerah atau nasional. Tetapi sambil menunggu dari pusat, dari provinsi juga tetap lanjut membangun,” jelasnya.
Dengan adanya jalan ini, lanjut Hafid masyarakat Luwu khususnya Bastem kini lebih mudah ke Belopa via Bua, dan menunjang akses pariwisata di Tana Toraja melalui bandara Lagaligo. (idr/fmc)

Click to comment

Most Popular

To Top