Bedah 100 Unit Rumah MBR – Palopo Pos
Metro

Bedah 100 Unit Rumah MBR

PALOPO — Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo akan melakukan bedah rumah sebanyak 100 unit bagi warga yang berpenghasilan rendah di Kota Palopo. Dimana program bedah rumah ini akan bekerjasama dengan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dimulai pada 26 September hingga 25 Oktober 2017.

Program bedah rumah yang murni menggunakan APBD Kota Palopo ini akan menyentuh 100 rumah warga di 17 kelurahan pada 6 (enam) wilayah kecamatan di Kota Palopo.

Adapun 100 warga penerima manfaat tersebut tersebar di 17 kelurahan pada 6 (enam) wilayah kecamatan di Kota Palopo. Diantaranya Kelurahan Tompotikka, Lagaligo, Amassangan, Boting, Benteng, Malatunrung, Salekoe, Tamarundung, Lebang, Battang, Songka, Binturu, Luminda, Salobulo, Mungkajang, Murante, serta Latuppa.

Guna memperlancar program tersebut dilaksanakan Sosialisasi Peningkatan Kualitas Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (PKR-MBR) yang digelar di Auditorium Saokotae Kota Palopo, Rabu 13 September 2017.

Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH dalam sambutannya mengatakan saat membuka kegiatan menyampaikan, diluar dari program bedah rumah APBN, Pemkot Palopo telah menyiapkan uang senilai Rp1,1 Miliar dari APBD Palopo untuk program bedah rumah yang akan dilaksanakan pada TMMD.

BACA JUGA:  Wah, Gepeng di Palopo 'Didrop' dari Luar

Namun program bedah rumah yang murni menggunakan anggaran APBD Pemkot Palopo ini, sebut orang nomor satu di Kota Palopo ini, dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi rumah warga penerima manfaat.

“Proses bedah rumah tidak dilakukan perombakan pada rumah warga secara menyeluruh, namun disesuaikan dengan kondisi kerusakan (rumah) warga,” ungkap Wali Kota.

Ditambahkan Wali Kota, data masyarakat yang akan menerima program ini sudah ada, termasuk kondisi rumah mereka.
“Kalau hanya atap seng yang rusak, itu saja yang diganti, lantai belum dicor itu yang kita perbaiki, begitupun dengan dinding,” ungkapnya lagi.

Lanjut Wali Kota menyebutkan, program bedah rumah kali ini memang belum merubah wajah (rumah) secara keseluruhan, namun hanya sebatas rumah warga tersebut masuk dalam kategori layak huni.

“Tapi tidak hanya sampai disitu. Ke depannya akan diprogramkan ulang agar rumah warga tersebut dapat dibedah secara menyeluruh,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Kav Cecep Tendi Sutendi menjelaskan, program bedah rumah dan pembangunan irigasi ini menggunakan anggaran dari APBD Pemerintah Kota Palopo. Untuk bedah rumah senilai Rp1,1 miliar, dan pembangunan irigasi senilai Rp200 juta, serta biaya operasional Satgas TMMD yang berjumlah sekitar 150 orang.

BACA JUGA:  69 Klasis Meriahkan Pesparawi Nasional IV SMGT

Dandim menjelaskan program TMMD yang akan dilaksanakan di Kota Palopo ini adalah yang ke-100. Kegiatan ini akan dibuka 26 September dan ditutup 25 Oktober 2017.

“Dalam program TMMD ini, ada rehab rumah tidak layak huni bagi masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, item rumah yang akan diperbaiki meliputi atap, lantai, dan dinding. Perbaikan bisa satu, dua ataupun ketiga item tersebut.

“Kemarin kita sudah membuat rumah contoh di Binturu, yang beralaskan tumpukan karung, dindingnya dari banner dan kelambu bekas. Sekitar 3 hari lebih, baru selesai dibongkar dan memasang papan,” tutur Cecep.

Pada sosialisasi tersebut, selain dihadiri Wali Kota turut mendampingi Dandim 1403 Sawerigading Letkol Kav Cecep Tendi Sutandi, para camat dari enam kecamatan dan para lurah dari 17 kelurahan bersama masyarakat penerima manfaat. (rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top