Bob Sadiono-nya Kota Palopo – Palopo Pos
Ekonomi

Bob Sadiono-nya Kota Palopo

* Kisah Sukses Pengusaha Ternak Ayam Petelur (2)

Andri Ramli ST memilih resign dari perusahaan pengeboran minyak di Kalimantan Timur dengan gaji Rp18 juta per bulan. Ia ingin mengikuti jejak Bob Sadino, keluar dari perusahaan tempat kerjanya untuk untuk bekerja secara mandiri. Hasilnya diluar dugaan.

Laporan: Ikhwan Ibrahim

Ketika Bob Sadino terjatuh dan beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp100, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya.

Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Sampai akhirnya menjadi penguasa bisnis bidang pangan dan peternakan di negeri ini.

Kurang lebih seperti itulah tekad Andri, owner Depot Telur Anggrek yang berkantor pusat di Jl. Anggrek Blok J/5 (dekat Jembatan Putih) Kota Palopo. Ia bercita-cita, kebutuhan telur Kota Palopo yang mencapai 20 ribu butir per hari, tidak perlu lagi disuplay dari luar Luwu Raya.

Saat ini, menurut Andri dalam sebuah percakapan dengan penulis pada Senin, 11 September 2017 lalu, baru mampu menyuplay 300 rak atau 9 ribu butir per hari untuk kebutuhan masyarakat Palopo. Makanya, ia sangat ingin membina anak muda Palopo yang kerjanya hanya nongkrong di pinggir jalan, menjadi pengusaha ayam petelur.

Dan yang paling diinginkan adalah orang yang betul-betul butuh kerja, kalau perlu orang hidupnya menderita. Andri bertekad mengangkat derajatnya menjadi seorang enterpenuer atau wirausaha baru bidang peternakan.

Dan hal itu sudah dibuktikan. Pak Rahim yang dulu tukang batu dengan penghasilan yang tidak tetap, kini menjadi pengusaha ayam petelur. Ia memulai usaha dengan 30 ekor ayam, penghasilan pertamanya Rp400 ribu. Sekarang sudah memiliki 300 ekor ayam dengan omset Rp7 juta per bulan dengab penghasilan bersih Rp4 juta per bulan.

Ada juga tukang ojek bernama Hasbi di Pabarassang Kec. Bua. Hasbi yang dulunya hanya berpenghasilan rata-rata Rp30 ribu per hari, kini sudah bisa mengantongi duit Rp35 juta per bulan, dari hasil penjualan telur. Tukang ojek ini memulai usaha ayam petelur dengan 200 ekor ayam dengan omset Rp4,5 juta per bulan. Sekarang memiliki 1.500 ayam dengan omset Rp35 juta per bulan.

Bagaimana memulai usaha ternak telur ayam petelur?
Menurut Andri, yang pertama harus ada lahan untuk kandang. Untuk tahap awal, cukup lahan ukuran tanah kapling. Lalu buat kandang sederhana dengan kapasitas 100 ekor. Masukkan bibit ayam petelur bersamaan dengan pengadaan pakan. Ada dua macam bibit ayam yakni umur 13 minggu atau 16 minggu. Kalau ambil bibit 13 minggu (umur hampir 1 bulan), dipelihara 17 minggu (4 bulan lebih) sudah bisa berproduksi.

Namanya usaha, pasti mulai dari kecil. Dan butuh kesabaran. Namun jangan lupa berdoa, pakai bibit dan pakan terbaik, manajemen kandang juga harus bagus, Insya Allah mendapat ridho Allah Yang Maha Kuasa. (*/selesai)

Click to comment

Most Popular

To Top