Jaga Anak dari Napza – Palopo Pos
Utama

Jaga Anak dari Napza

* Rapat Forkominda, Polres Usul Bentuk Rukun Anti Narkoba

PALOPO — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) menggelar pertemuan, kemarin. Ada banyak hal yang dibahas. Mulai dari radikalisme, terorisme hingga narkoba. Di rapat Forkominda tersebut, pejabar dari Polres Palopo usul pembentukan wadah yang disebut rukun anti narkoba. Para ortu juga diharap mengawasi anaknya. Tolong jaga anak dari pengaruh napza.

Rapat forkominda diikuti 100 peserta. Dimulai pukul 10:30 Wita. Pertemuan yang dipandu Wali Kota Judas Amir berakhir pukul 12:50 Wita. Pertemuan berlangsung di Aula Kantor Bappeda Jalan Batara, Kota Palopo. Kegiatan ini mengusung thema “Pencegahan Bahaya Terorisme, Radikalisme, dan Penyalahgunaan Narkoba”.

Tampak hadir Wakapolres Palopo, Kompol Woro Susilo, Kajari Palopo, Adianto, SH, MHum, Ketua PN Palopo, IG Eko Purwanto, SH, MH. Selanjutnya, Kepala Kesbang Pol dan Linmas, Dr Baso Sulaiman, Pasi Intel Kodim 1403 Sawerigading, Kapt Inf Alex Makale, Kepala BNN Palopo, Maximilliam Sahese,AP, Dan Unit Intel Dim 1403 Sawerigading, Letda Inf Rustan a.

Kemudian perwakilan dari Pengadilan Agama, FKUB Kota Palopo, sejumlah kepala OPD bersama camat, MUI Kota Palopo, organisasi kemahasiswaan dan undangan lainnya.

Dalam pemaparannya, Wali Kota Judas Amir menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua unsur pimpinan daerah yang hadir. ”Dengan terlaksananya kegiatan ini, hubungan silaturahim makin erat dan terus terjaga,” ucapnya.

Wali Kota Judas juga menyinggung maraknya narkoba di Kota Palopo. Kepada BNN, ia berharap supaya bisa bekerja dengan baik. ”Kira-kira apa yang harus dilakukan sehingga ini bisa dituntaskan,” ucap Judas Amir.

Wali Kota Judas Amir merespon usulan agar dibentuk kelompok masyarakat atau rukun anti narkoba. Rukun anti narkoba ini berisi pemuda-pemudi yang anti terhadap penyalahgunaan narkoba. ”Mereka akan disebar di setiap kelurahan,” katanya.

Wali kota berharap dalam setiap rakor pimpinan daerah, ada hal-hal atau inovasi program yang dapat dilahirkan. Apalagi, rakor menghadirkan pihak-pihak yang punya peran masing-masing terhadap kemajuan dan pembangunan di Kota Palopo.

Selain program atau inovasi baru, beberapa persoalan di masyarakat yang dianggap urgen agar dapat dilaporkan dan dicarikan solusi penanganannya. “Artinya pada saat ada hal yang berjalan kurang baik, mari kita berkumpul di tempat ini untuk mengambil sebuah solusi untuk mencari solusi penanganan masalah tersebut,” harapnya.

Pada kesempatan itu, wali kota palopo meminta kepada kesbangpol linmas dan Bappeda, agar agenda rakor berikutnya, dapat meniru salah satu acara stasiun televisi, dengan menghadirkan semua pihak terkait.

“Bagus acara diskusi dan rapat koordinasi seperti ini disetting sedemikian rupa, seperti acara yang dipandu Karni Ilyas, jadi kita tinggal cari siapa yang mau jadi Karni Ilyasnya Palopo,” harap wali kota sedikit berkelakar.

Di acara yang sama, Wakapolres Palopo, Kompol Woro Susilo, mengatakan, kamtibmas di Palopo sampai saat ini masih bisa ditangani dan masih kondusif.
”Untuk kelompok teroris/radikal tetap kita melakukan pemantauan,” ucapnya.

Kata dia, kelompok ini sudah canggih melakukan aksi. Sehingga, lanjutnya, dapat berpotensi untuk memecah belah, baik lewat medsos dan lewat kegiatan lainnya.
Mengenai aksi jambret yang lagi marak di Kota Palopo, ia mengharapkan kepada seluruh yang hadir supaya segera melaporkan kepada pihak yang berwajib. ”Jangan sampai modusnya jambret. Namun tujuan lainnya ada. Bisa saja judulnya jambret, tapi tujuannya hanya mengacaukan suatu wilayah,” kata dia.

Wakapolres juga mengupas soal judi sabung ayam. Untuk itu, ia mengharapkan kepada babinsa, babinkamtibmas, camat, lurah, RT, Rw, lebih aktif lagi di wilayahnya. ”Karena kalau ini tidak ditindaklanjuti, maka akan berdampak nantinya kepada yang lain,” imbuhnya, serius.

Waka mengaku peredaran narkoba dan obat daftar G masih banyak di Palopo. Untuk itu, diharapkan kepada orang tua betul-betul melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. Karena kebanyakan yang mengkonsumsi adalah anak-anak. ”Di bawah umur lagi,” terangnya.

Kompol Woro pada rakor tersebut menyampaikan usulan terkait pembentukan rukun anti narkoba di setiap kelurahan dalam wilayah Kota Palopo. “Ini sekadar usulan,” ujarnya.

Usulan wakapolres direspon positif oleh wali kota Judas Amir. Katanya, ide ini sangat bagus. Ia akan segera membentuknya.
Masih di tempat yang sama, Kajari Adianto, merespon apa yang diinginkan wali kota. Ia minta kepada masyarakat untuk tetap waspada. ”Mari menjaga silaturahim.

Mari kita saling bersatu menjaga keamanan yang kondusif,” terang kajari. Terkait dengan HTI, lanjut dia, sudah dinyatakan bubar. ”HTI sudah dibuarkan,” tegasnya lagi.
Giliran Ketua Pengadilan Negeri Palopo, Eko Purwanto, memberikan pandangan. Ia mengatakan, untuk terorisme, narkotika perlu kewaspadaan.

Tidak menutup-kemungkinan di wilayah ini dijadikan tempat perakitan bom. Begitu juga peredaran narkoba.
”Kita tetap harus waspada terhadap UN Swissindo yang menjanjikan gaji tinggi dan menjanjikan akan melunasi sepenuhnya utang-utang nasabah yang ada di bank,” imbuh ketua PN.

Terkait terorisme juga disinggung Pasi Intel Kodim 1403 Sawerigading, Kapt Inf Alex Makale. Dalam rakor tersebut, ia menyampaian bahwa belum ada informasi terkait terorisme
dan radikalisme. ”Gerakan ini sangat bertentangan dengan pancasila. Upayakan untuk anak-anak kita diberi pemahaman karena anak-anak yang masih sekolah sangatlah mudah terpengaruh,” tandasnya.

Mengenai pemberantasan narkoba, Kepala BNN Palopo, Maximiliam Sahese, mengatakan bahwa pihaknya sudah jalan melakukan penanganan dengan kerjasama satnarkoba Polres Palopo. ”Kami juga sudah melakukan pencegatan di luar kota guna masuknya napza ke wilayah Palopo,” terang kepala BNN, seraya menyebutkan napza adalah akronim dari narkoba.

Untuk melibatkan instansi seperti TNI, Satpol-PP, kesbangpol, perhubungan, BNN mengaku terkendala dengan alokasi dana. (ich/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top