Razianya Pagi dan Sore – Palopo Pos
Utama

Razianya Pagi dan Sore

* Petugas Sita 33 STNK, 23 Buku Kir, 7 Izin Trayek

PALOPO — Operasi kendaraan mati pajak berlangsung di dua titik. Kemarin, petugas berhasil menyita 33 STNK pengendara motor yang mati masa berlakunya. Kemudian 23 buku kir, dan 7 izin trayek. Razianya digelar pagi dan sore hari.

Penertiban dokumen kendaraan roda dua dan roda empat berlangsung di dua titik jalan di Kota Palopo. Operasi ini melibatkan tim gabungan. Terdiri dari Satlantas Polres Palopo, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Wilayah Kota Palopo.

Bahkan, operasi yang mati pajak melibatkan pula Polisi Militer (POM). Khusus POM mereka memeriksa kelengkapan kendaraan anggota TNI dan melarang atribut TNI digunakan oleh warga sipil.

Razia pagi berlangsung pukul 09:00 Wita. Dipimpin Kaur Ops Satlantas Polres Palopo, Iptu Supriadi, didampingi Kepala UPTD Samsat Palopo H Anton Pengeran, Kepala Dishub Palopo, Andi Farid Baso Rahim AP, dan Kabid Dishub, Andi Anca.

Pagi itu, razia berjalan aman dan lancar karena pemilik kendaraan sadar betul melakukan pelanggaran dengan tidak membayar pajak. Dalam razia petugas menyita 20 STNK mobil dan 3 STNK sepeda motor. Sedangkan dishub menyita 11 buku kir dan 2 buah izin trayek yang belum diperpanjang.

Razia kembali berlanjut pada sore hari di Jalan Kelapa, pukul 16:00 Wita. Sebanyak 10 STNK disita kembali, 12 buku kir, dan 1 izin trayek. Jika dikalkulasi, maka jumlah STNK yang disita dari hasil razia pagi dan sore sebanyak 33 lembar, 23 buku kir, dan 7 izin trayek.

Kepala UPTD Samsat Palopo, Anton Pengeran, di sela-sela razia mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Satlantas dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah dan pendapatan pusat melalui pemeriksaan STNK. Selain itu juga melakukan pengawasan tahunan terhadap registrasi dan identifikasi sejumlah kendaraan bermotor.

“Selain mencakup razia STNK, ada juga pengawasan dari dishub pemeriksaan kir, izin trayek. Sementara petugas Satlantas juga melakukan pemeriksaan Surat Izin Mengemudi (SIM),” kata Anton.

Olehnya itu, Anton berharap dengan kerjasama ini, maka pendapatan daerah melalui sektor pajak kendaraan bermotor akan naik signifikan. “Soal pembayaran pajak kendaraan wajib dilakukan, karena dalam Pasal 70 menyebutkan STNK dan TNKB berlaku selama lima tahun dan harus disahkan setiap tahun,” jelasnya.

Setiap kendaraan yang melintas disetop. Jika kedapatan belum membayar pajak STNK atau sejenisnya maka ditindak dengan cara penyitaan dokumen. “Kami imbau STNK yang disita agar pemiliknya diminta datang ke kantor Samsat membayar pajak setelah itu STNK akan kita kembalikan,” kata Anton.

STNK apa saja yang disita? ”Kebanyakan mobil truk dari 33 STNK yang disita,” katanya tanpa merinci jenis mobil truk. Ada juga tiga mobil pribadi. Kemudian sepeda motor dan mobil barang sejenis pick-up.

Sementara itu, Kadis Dishub melalui Kabid Dishub, Andi Anca, mengatakan petugas Dishub Palopo melakukan razia penertiban uji kir kendaraan mobil penumpang umum (MPU) dan mobil barang. Dalam razia, tim gabungan menyasar kendaraan umum yang dinilai tidak layak jalan.

Dalam razia itu, petugas dishub berhasil menertibkan dokumen berupa buku kir dan izin trayek, yakni angkutan barang dan penumpang. Sebagian besar mobil yang terjaring itu uji kir adalah kendaraan sudah kedaluarsa atau melebihi batas waktu jatuh tempo. Dalam razia ini, dishub fokus pada buku kir dan izin trayek.

Tujuannya agar menciptakan keselamatan berlalu lintas, serta rasa aman bagi pengendara mobil maupun pengguna jalan lainnya. “Yang pasti uji kir wajib dilakukan enam bulan sekali, untuk mengetahui perkembangan kondisi mobil,” ucapnya.

Tentunya razia uji kir untuk kendaraan angkutan barang dan penumpang ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Dishub. “Harapan kami, melalui razia ini ada unsur jera dari pemilik kendaraan, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman selama berkendara,” katanya.

Adapun pengertian dari KIR adalah pengujian kendaraan bermotor untuk mengetahui apakah memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan atau tidak, sedangkan yang wajib mengurus izin trayek adalah usaha angkutan umum dan angkutan khusus yang berbentuk koperasi atau lain-lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Ada buku kir yang kadaluarsa kebanyakan truk menyusul pick up. Namun demikian, ada truk yang kirnya kadaluarsa tapi izin trayeknya hidup, begitupun sebaliknya buku kir hidup tapi izin trayek sudah tidak berlaku,” tandas Andi Anca.

Di tempat yang sama, Kapten CPM Adi Santoso, mengatakan, dalam razia jaka kendaraan, ada mobil anggota TNI yang pajak kendaraannya sudah kadaluarsa. ”Ini nantinya akan dilaporkan ke pimpinan. Tetap kita akan tindak lanjuti,” ringkas Adi Santoso.
Dari 33 STNK yang masanya sudah habis, empat diantaranya milik anggota TNI 1403 Sawerigading.

Kepala UPTD Samsat menuturkan, operasi terhadap pajak kendaraan masih akan terus berlanjut. Namun, dirinya enggan membocorkan di titik-titik mana operasi selanjutnya. Itu dilakukan agar operasi yang dilancarkan tidak bocor.

Terkait dengan operasi yang dilancarkan, Anton mengaku, tidak ada kendaraan berplat luar yang terjaring. “Karena memang, mobil plat luar yang kita incat tidak ada yang melintas,” bebernya.

Masyarakat Kota Palopo, tambah Anton, masih kurang dalam hal membayar pajak. “Olehnya itu, kita akan gencar melakukan rasia,” pungkasnya. (him/ary)

 

Dokumen Kadaluarsa yang Disita Petugas

* 20 STNK Mobil Truk
* 3 STNK Sepeda Motor
* 10 STNK mobil pribadi
——————–
Jumlah 33 STNK

 

23 Buku Kir
7 Izin Trayek
————-
Jumlah 30 Dokumen

 

Click to comment

Most Popular

To Top