Tanah Kakek 88 Tahun Diserobot Tetangga – Palopo Pos
Kriminal

Tanah Kakek 88 Tahun Diserobot Tetangga

* TKP-nya di Belopa, Pelaku Bebas Berkeliaran

BELOPA— Sudah jatuh tertimpa tangga lagi. Kira-kira begitu yang dialami Linge, seorang kakek berusia 88 tahun di Jl. Topoka, Kelurahan Tanamanai, Kecamatan Belopa, Kab. Luwu. Tanahnya ukuran 3 x 19,5 meter diduga diserobot tetangganya sendiri yang bernama H Razak.

Tak hanya itu, Linge yang tinggal bersama istrinya, Hj Dawariah (88), juga beberapa kali diduga dianiaya dan dihina-hina oleh orang suruhan tetangganya itu. Sempat ditangani kepolisian setempat, tapi sekadar formalitas saja. Sebab pelakunya masih bebas berkeliaran sampai sekarang.

Begitu Linge bersama istrinya mencurahkan isi hatinya di kantor redaksi Palopo Pos, Senin, 18 September 2017 kemarin. Pasangan suami istri usia lanjut tersebut didampingi Sekretaris Pembina LSM Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK), Suhadi.

Menurut Linge kepada Palopo Pos, ia tinggal di Jl. Topoka sejak 40 tahun yang lalu, diatas lahan ukuran 18 x 19,5 meter. Tanah itu merupakan warisan dari orang tua Hj Dawariah dengan bukti kepemilikan berupa Surat Keterangan Tanah (SKT) No.

BACA JUGA:  Dua Pelajar Pembobol Kios di PNP Dibekuk

256/1364/Pen/HM/74 tanggal 29 Mei 1973 yang diteken oleh Pjs. Kep. Direktorat Agraria Kabupaten Luwu, H Saleh Mangala BA.
Sekira sepuluh tahun kemudian, datang H Razak yang berasal dari Mandar (sekarang Provinsi Sulawesi Barat) bermukim di lahan yang persis bersebelahan dengan lahan Linge. Seiring berjalannya waktu, Razak diduga mencaplok lahan milik Linge dengan ukuran 3 x 19,5 meter.

Awalnya hanya dipakai untuk parkir mobil. Tapi lama kelamaan tanah itu dipondasi.
Tentu saja Linge keberatan. Ia pun melapor ke polisi, ke DPRD Luwu, dan pemerintah setempat. Ketika hendak dilakukan pengukuran, ada-ada saja kejadian sehingga ribut.

Pada tanggal 2 Agustus 2017, terjadi penganiayaan terhadap Linge yang diduga dilakukan Mattorang (menantu Razak) dan Anwar (ponakan Razak). Juga terjadi pengrusakan pagar milik Linge. Serta penghinaan terhadap Dawaria yang sudah tua renta.

Tanggal itu juga, Linge melapor ke polisi. Besoknya tanggal 3 Agustus 2017, puluhan orang diduga suruhan Razak masuk rumah Linge melakukan penganiayaan. Tanggal 4 Agustus 2017, datang lagi dan masuk rumah melakukan teror, Linge nyaris dicekik.

BACA JUGA:  Kasihan, Cewek Bule Digilir setelah Disuguhi Oplosan

”Saya lebih baik melapor ke polisi karena kami tak mau main hakim sendiri. Tapi anehnya, pak, kenapa orang yang main hakin sendiri tidak tangkap. Umba mo la ki ola te’ (kemana kami mau pergi ini), sudah ke polisi tapi tidak ada penyelesaian,” ujarnya sedih.

Suhadi menambahkan, pihak kepolisian harus menindak tegas oknum yang melakukan pengrusakan, penganiayaan, dan penghinaan terhadap Linge dan keluarganya. Jika polisi di Belopa tidak menangkap pelaku, maka ia akan melaporkan masalah ini ke Kapolda Sulsel.

”Nyata-nyata ada tindak kriminal, pelakunya sangat jelas, diketahui orang dan alamatnya, kok tidak ditangkap. Ada apa ini,” terang Suhadi.
Lurah Tanamanai, Musriadi yang dikonfirmasi Palopo Pos, Senin kemarin melalui HP, membenarkan bahwa memang terjadi sengketa lahan melibatkan warganya, antara Linge dengan H Razak. Masalah ini sudah lama, bahkan pihaknya selaku Lurah, serta Pemkab Luwu sudah pernah memediasi penyelesaian secara kekeluargaan tetapi belum ada titik temu.

BACA JUGA:  Busyet... 2 Hari Ada 3 Korban 'Bali'

”Kalau saya lihat bukti-bukti kepemilikan yang ada, kuat buktinya Linge karena ada SKT dan bukti pajak PBB. Kalau yang dimiliki Razak, hanya kuitansi pembelian dengan batas dari sungai sampai pohon tarra. Pohon tarra itu sudah tidak ada sekarang,” tandasnya. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top