Tim Jatanras Tembak Jambret – Palopo Pos
Utama

Tim Jatanras Tembak Jambret

* Beraksi di 11 Titik

PALOPO — Kota Palopo bakal aman dari aksi jembret. Terduga jambret yang sering beraksi di 11 titik dalam kota tersungkur di tangan anggota tim Jatanras Polres Palopo. Polisi terpaksa ‘menghadiahkan’ timah panas pada betis sebelah kanan otak jambret asal Kabupaten Kolaka Utara.

Ada dua terduga jambret yang diamankan. Mereka dibekuk di sebuah rumah kos yang beralamat Jalan Ahmad Razak, Jumat 15 September 2017, pukul 13:00 Wita. Mereka adalah Sa alias Ri, 23 tahun, warga asal Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Kemudian Ma alias Cu, 16 tahun, warga Jalan Ahmad Razak. Di Palopo, Sa nganggur. Ma ini yang jadi soal. Kenapa? Ia masih tercatat sebagai salah satu siswa SMA kenamaan di Kota Palopo.

Saat mengetahui buruannya sedang istirahat di rumah kosannya, Tim Jatanras Polres Palopo dipimpin Iptu Musyafir, SPd langsung bergerak ke Kelurahan Pajalesang. Dituju sebuah rumah kos yang beratapkan rumbia.

BACA JUGA:  ''ASN Jangan Bolos''

Anggota tim Jatanras langsung mengepung rumah kos tersebut. Di dalam rumah, Sa dan Ma sedang diskusi. Mereka tidak tahu di luar sudah ada petugas yang mengincar. Saat pintu digedor, mereka kaget bukan main. ”Jangan bergerak,” ucap anggota polisi sambil meminta keduanya diam di tempat.

Sa yang coba melawan langsung dilumpuhkan dengan satu kali tembakan. ”Ia mau lawan anggota saat polisi mau menangkapinya,” ucap Kapolres Palopo, AKBP Taswin, SIk, SH, MH, melalui Kasat Reskrimnya, AKP Ardy Yusuf, kepada Palopo Pos, dalam jumpa persnya, Sabtu, lalu.

Dalam catatan kepolisian, Sa alias RI diduga otak dari penjambretan yang kerap beraksi di Kota Palopo. Dari data yang diperoleh polisi, Sa dan Ma kerap beraksi di 11 titik dalam kota. Sasarannya kaum perempuan yang naik motor.

Mereka beraksi di Jalan Dr Ratulangi, Sam Ratulangi, Jalan Andi Djemma, Opu Tosappaile, dan beberapa titik lainnya.
Kapolres juga menyebut peran dari masing-masing terduga. Sa sebagai eksekutor dan Ma bertindak sebagai jokinya.

BACA JUGA:  Wapres JK: Lolai Toraja Ini Pemberian Tuhan

Saat konfrensi pers, dua terduga dihadirkan oleh aparat kepolisian. Mereka mengenakan baju biru dengan mengenakan penutup kepala warna hitam. Di belakang baju bertuliskan ”Tahanan Polres Palopo”.
Kasat menambahkan, dasar penangkapan atas dua terduga tersebut, yakni LPB/589/IX/2017 SPKT tanggal 14 September 2017.

Ardy Yusuf membenarkan kalau pelaku melancarkan aksi di 11 titik TKP yang berbeda. Dari tangan keduanya diamanakan barang bukti berupa satu unit motor, dua handphone, dan baju kaos.

Selain itu, masih kata Ardy, hasil dari kejahatannya, kemudian dijual kedua pelaku dengan cara yang berbeda pula. Ada yang melalui media sosial adapula melalui toko online. “Mayoritas yang menjadi sasaran jambret adalah wanita. Uang hasil penjualan digunakan untuk foya-foya,” jelasnya.

Saat ini, tambah Kasat Reskrin, kedua tersangka kini diamankan di Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kita akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini agar jaringan-jaringan jambret yang masih berkeliaran di luar sana dapat dibekuk,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Konvoi Rainmas Polres Lewati Kantor Korban Tragedi "31313"

Di kesempatan itu, wartawan Palopo Pos sempat mewawancarai salah seorang terduga, Sa. “Betul pak, sudah lama kami melakukan jambret di Palopo. Sasaran kami semuanya perempuan,” aku SA sambil menunduk.

SA juga mengatakan bahwa ketika melancarkan aksi jambret, ia bersama Ma menggunakan sepeda motor Yamaha Zeon tanpa plat. “Kami betul-betul menyesal dan tak ingin mengulangi perbuatan ini lagi,” tambah Sa lagi dengan nada menyesal. (ded/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top