Presiden Jokowi ke Toraja, Perlu Didesak Percepatan Pembangunan Setempat – Palopo Pos
LUWU RAYA

Presiden Jokowi ke Toraja, Perlu Didesak Percepatan Pembangunan Setempat

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Demokrat, Dr H Bahrum Daido M,Si. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

JAKARTA — Dua event besar pariwisata di Sulawesi Selatan akan berlangsung sebentar lagi. Yakni Event Takabonerate Island Expedition dan Lovely Toraja.

Event akbar tersebut rencananya akan dihadiri langsung dua pejabat tertinggi di negeri ini. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) diagendakan menghadiri Lovely Toraja pada Desember, dan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) dijadwalkan menghadiri Event Takabonerate Island Expedition di Kabupaten Kepulauan Selayar pada 27-29 November 2017.

Menanggapi akan hadirnya Presiden Jokowi ke Toraja, Yang Mulia Datu Luwu Andi Maradang Mackulau Opu To Bau kepala Palopo Pos mengungkapkan, hal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan berbagai hal.

Dijelasan Yang Mulia Datu, Pertama, yang harus diketahui seluruh negeri Luwu tetap dibelakang NKRI. “Itu sudah jaid titah jauh sebelumnya merdeka,” ujar Yang Mulia Datu Luwu saat dihubungi Palopo Pos, Jumat 22 September 2017.

BACA JUGA:  Pilkada Luwu, Bahrum: Kemungkinan hanya Ada 2 Kandidat

Kedua, menyangkut kedatangan Presiden Jokowi di Toraja, harapan Tanh Luwu segera terbuka hatinya untuk juga hadir di Tanah Luwu.

Ketiga, dengan kedatangan Presiden Jokowi memberi harapan kepada masyarakat di Tanah Luwu agar baik secara ekonomi dan budaya mendapat perhatian.

“Itu juga yang Kami bicarakan dengan berbagai pihak, tentunya dengan kehadiran Presiden membuka cara berpikir pemimpin di Tanah Luwu, mudah-mudahan pemimpinnya pun terbuka hatinya melestarikan budaya di Tanah Luwu,” jelasnya.

Sementara itu Anggota DPR RI asal Sulsel dari Fraksi Demokrat, Dr H. Bahrum Daido M,Si juga berharap dengan momentum kedatangan Presiden Jokowi di Toraja akan mempercepat pembangunan di Toraja dan sekitarnya.

Dijelaskan Bahrum, kalau untuk tahun 2017 ini semua bandara di Sulsel akan mendapat anggaran. “Mengenai besarannya masih akan ada satu kali rapat lagi dengan pemerintah. Tetapi yang jelas akan dapat,” ungkapnya.

Di Toraja misalnya, kata Bahrum, Bandara Buntu Kuni akan mendapat anggaran. Meski ada wacana untuk mengubah desain dari bandara tersebut, tetapi Bahrum telah melakukan komunikasi dengan pemerintah (Dirjen Perhubungan Udara) agar tetap seperti desain semula.

BACA JUGA:  2019, Kedatuan Luwu Tuan Rumah Festival Keraton Nusantara

“Saya minta Dirjen Perhubungan Udara agar tidak usah mengubah desain Bandara Buntu Kuni, utamanya runway. Namun kalau pembangunan bertahap tidak masalah. Asal jangan panjang runway hanya 1.600 meter dari semula desainnya sampai 2.500 meter,” sebutnya.

Selain Bandara Buntu Kuni, Bandara Lagaligo Bua juga akan mendapat anggaran untuk perpanjangan runway. “Saya masih tetap berusaha memperjuangkan agar ada tambahan perpanjangan runway sampai 400 meter sehingga total panjangnya menjadi 1.800 meter. Dengan panjang bandara ini, pesawat jenis bombardir Garuda dan Boeing bisa mendarat,” jelas Bahrum.

Selain anggaran untuk pengembangan bandara di Sulsel, lanjut Bahrum, pemerintah juga mengucurkan penyelesaian pelebaran jalan trans Sulawesi dan jalan wisata di Toraja untuk multi years.

“Tinggal bagaimana nantinya agar masyarakat mendesak Pak Presiden Jokowi melakukan percepatan jalan wisata dan jalan Trans Sulawesi juga Bandara Buntu Kuni, Bua sehingga destinasi wisata cepat meningkat dari sekarang. Kalau destinasi wisata meningkat, hotel akan bertambah, ekonomi meningkat, pengangguran berkurang,” tutupnya.

BACA JUGA:  ASTAGA! Guru dan Bidan Digerebek Main Judi

Click to comment

Most Popular

To Top