Akper Kamanre Wisuda 165 Mahasiswa – Palopo Pos
Metro

Akper Kamanre Wisuda 165 Mahasiswa

PALOPO — Sebanyak 165 orang wisudawan Akademi Keperawatan (Akper) Kamanre memenuhi gedung Saodenrae Convention Centre (SCC), Rabu 11 Oktober 2017. Acara wisuda ini diawali dengan Tari Padduppa dan berlangsung dengan hikmat.

Direktur Akper Kamanre, Taufik S.Kep.Ners. M.Kes dalam laporan akademik disampaikan bahwa wisudawan dan wisudawati sebanyak 165 orang.

”Ucapan terimakasih kepada keluarga yang telah mempercayakan anaknya kuliah di Akper Kamanre,” kata Taufik kemarin.
Ia mengucapkan terimakasih pula telah mewujudkan visi dan misi dari Akper Kamanre, banyak mahasiswa yang belum bisa melaksanakan wisuda dikarenakan beberapa faktor.

Keberhasilan dari wisudawan ini, sebutnya tergantung dari wisudawan itu sendiri,

”Masyarakat Menunggu karya-karya selanjutnya dari wisudawan wisudawati, dan jagalah baik nama almamater Kampus Akper Kamanre,” harapnya.

Sementara itu Dr Arbianingsi, S.Kep.,Ns,M.Kes menyampaikan orasi ilmiahnya terkait kolaborasi Interprofesional untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan,
“Urgensi penerapan Interprofessional Collabaration, pelayanan kesehatan yang terfragmentasi masih menjadi trend dan issue di negara kita. Interprofessional callaboratian dalam pelayanan kesehatan,Implementasi Interprofessional Collaboration di Indonesia saat ini. Peran perawat dan bidan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan melalui interprofessional collaboration,
” jelasnya.

BACA JUGA:  Siswa tak Belajar, Suaedi: Ini Pelanggaran

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota, Dr HM Suyuti Yusuf, M.Si dalam sambutannya mengemukakan pendidikan itu tidak ada henti-hentinya. Orang yang memiliki skill atau keterampilan bisa menjadi dosen.
”Karena Ilmu adalah cahaya, ilmu juga menghasilkan keahlian, dan kemampuan,” kata Suyuti.

Koordinator Kopertis, Ikhsan Taslim Paladi S.Sos,.M.S.i mengatakan, meniti karir ke masa depan, makna toga dan jubah yang warna hitam artinya kegelapan, melawan semua rintangan baik. Arti kuncir toga yang dipindahkan ke kiri ke kanan, yakni otak kiri yang lebih banyak digunakan, sedangkan otak kanan yang berguna untuk mewujudkan skill, mempunyai peran sebagaimana fungsinya, tanpa melihat suku dan ras, tantangan yang harus dipertanggungjawabkan kepada Perguruan Tinggi.

”Disampaikan pula peran dan tugas dosen dituntun berkomunikasi dan memiliki jejaring yang luas. Mencermati hal itu pemerintah telah memberikan beasiswa kepada dosen yang ingin melanjutkan pendidikan, gali terus potensi anda karena ini masih tahap awal untuk melanjutkan pendidikan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Delapan KTL Sering Dilanggar

Turut hadir Staf Ahli, Kapolres AKBP Taswin,Slk,SH,MH, Dandim 1403 Sawerigading, Letkol. Kav. Cecep Tendi Sutandi, Muspida di Kota Palopo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, dan Direktur Akademik Akper dan Akbid Kamanre Palopo.(rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top