Harvard University Tantang IAIN Kerjasama Penelitian – Palopo Pos
Utama

Harvard University Tantang IAIN Kerjasama Penelitian

* Salah Satunya Bidang Budaya

PALOPO — Perguruan tinggi ternama dunia, Harvard University menantang ilmuwan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo bekerjasama melakukan penelitian. Salah satunya dalam hal budaya.

Hal tersebut diungkapkan ilmuwan Harvard University, Diamond Y Bravo Phd pada Internasional Conference on Social Sciences (Iceess) IAIN Palopo, di Aula Phinisi Sawerigading Palopo IAIN, Rabu 10 Oktober 2017.

Dikatakannya, dirinya sangat terbuka untuk melakukan International Collaborative Research, penelitian kolaboratif internasional perpaduan dua negara. Ada banyak hal menjadi objek penelitian baik di bidang pendidikan, sosial maupun budaya.

“Apalagi kita ketahui bersama, negara kita memiliki kultur budaya yang berbeda, masing-masing memiliki ciri khas,” sebutnya.
Hal tersebut senada dengan permintaan Kepala Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Kementerian Agama RI, Dr Muhammad Zain, MA saat membuka acara ICEESS. Ia meminta kepada seluruh ilmuwan untuk melakukan penelitian kolaborasi internasional dengan berbagai negara sahabat.

Di Jakarta, kementerian agama RI menyiapkan anggaran hingga ratusan miliar guna mendukung keberhasilan penelitian para ilmuwan. Itu nantinya akan digelontorkan tahun 2018 mendatang, khusus untuk penelitian saja. Dengan catatan penelitian yang monumental, spektakuler yang dapat digunakan oleh banyak orang, menjadi rujukan akademik.

Termasuk perkembangan budaya Islam. Seperti saat ini, ada seorang Indonesianis yang meneliti tentang Ustad Googgle. Ustad Googgle ini punya blog sendiri, dan jamaah sendiri bahkan fatwa sendiri. Mereka ini menjadi rujukan. ”Nah ternyata ada yang seperti ini di Indonesia. Ini tentunya menjadi bahan masukan bagi dunia pengetahun Islam,” sebutnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, MA mengungkapkan bahwa adapun kerjasama penelitian adalah hal yang sangat baik. Pihaknya dengan tangan terbuka bagi para ilmuwan dari mana saja untuk melakukan penelitian kolaborasi internasional.

Dikatakannya, dengan momentum seperti ini seyogianya para peneliti di IAIN Palopo serta para peneliti dari kampus lainnya untuk bisa memanfaatkan secara maksimal. Membangun jaringan serta bertukar pikiran modifikasi perkembangan ilmu pengetahuan untuk yang lebih baik.

Untuk diketahui, pada kegiatan ICEESS IAIN, para peneliti baik dari dalam dan luar negeri sejak Selasa malam hingga Rabu malam silih berganti memaparkan makalah. Hasil riset mereka yang nantinya akan dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional.

Para ilmuwan dari luar negeri yang turut serta Diamond Y Bravo Phd asal Harvard University USA, Prof Nadirsyah Phd, Monash University Australia, Prof Dr Baharuddin Bin Aris asal University of Technology Malaysia, Alexander Pelletier Phd asal University of Toronto and Fellow at Trudeau Centre for Peace Conflic and Justice, Canada dan juga ratusan peneliti dari dalam negeri, Pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi.

Adapun kegiatan ICEESS IAIN Palopo ditutup secara resmi oleh Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, MA di Auditorium Saokotae Palopo, Rabu 11 Oktober 2017, malam yang dihadiri para peneliti dan civitas akademik IAIN Palopo. (ich/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top