Kurang Vitamin Sebabkan Influensa – Palopo Pos
Kesehatan

Kurang Vitamin Sebabkan Influensa

PALOPO—Di musim yang tak menentu penyakit influensa terkadang ikut mendera apalagi jika kondisi badan dalam keadaan kurang stabil. Meskipun tidak berbahaya namun terkadang sangat mengganggu untuk beraktivitas terutama pekerja kantoran.

Dokter Umum yang bertugas di Rumah Sakit At Medika, dr Waris Ali Imran kepada Palopo Pos, Rabu, 11 Oktober 2017 kemarin menyebutkan bahwa adapun penyakit Influensa atau pilek biasanya tidak berbahaya dan kebanyakan dapat sembuh dengan sendirinya.

Hingga saat ini belum secara pasti diketahui penyebab utama, seseorang mudah tertular pilek. Biasanya ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang mudahnya seseorang terkena Pilek, seperti kedinginan dan juga kekurangan asupan vitamin.

Disampaikan Waris, Influensa merupakan suatu reaksi inflamasi saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus yang berbeda yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut seperti, rhinovirus, virus influenza A, B, C, virus parainfluenza,virus sinsisial pernafasan. Virus -virus ini mudah ditularkan melalui ludah yang dibatukkan atau dibersinkan oleh penderita.

“Penderita penyakit ini berupa sesak nafas dengan/ tanpa sumbatan hidung, bersin-bersin, tenggorokan gatal, hidung meler, batuk, suara serak, lemas, sakit kepala, demam (biasanya ringan),”sebutnya.

“Gejala biasanya akan menghilang dalam waktu empat hingga sepuluh hari, meskipun batuk dengan tanpa dahak seringkali berlangsung sampai minggu kedua,”tambah dokter berkacamata ini.

Dijelaskan Waris, untuk mengatasi, Pilek ini, ada banyak hal yang bisa dilakukan seperti beristirahat dengan suasana yang nyaman, dan jika terdapat demam atau gejala yang berat, maka penderita harus sering-sering berbaring di rumah dan juag mengonsumsi vitamin C.

Selain itu pula penderita sebaiknya minum banyak cairan guna membantu mengencerkan sekret hidung sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan/dibuang. Untuk meringankan nyeri atau demam dapat diberikan asetaminofen atau ibuprofen.

“Pada penderita dengan riwayat alergi, dapat diberikan antihistamin. Menghirup uap atau kabut dari suatu vaporizer bisa membantu mengencerkan sekret dan mengurangi sesak di dada.Mencuci rongga hidung dengan larutan garam isotonik bisa membantu mengeluarkan sekret yang kental.Batuk merupakan satu-satunya cara untuk membuang sekret dan debris dari saluran pernafasan.

Oleh karena itu sebaiknya batuk tidak perlu diobati, kecuali jika sangat mengganggu dan menyebabkan penderita susah tidur. Jika batuknya hebat, bisa diberikan obat anti batuk,”jelas Waris. (ich)

Click to comment

Most Popular

To Top