Sudarman : Isu Agama Jangan Dijadikan Alat Politik di Toraja – Palopo Pos
Politik

Sudarman : Isu Agama Jangan Dijadikan Alat Politik di Toraja

Makassar — Tokoh masyarakat Toraja, Sudarman, mengingatkan seluruh pihak untuk tidak lagi menjadikan isu agama sebagai alat politik. Karena masyarakat Toraja adalah masyarakat yang cerdas dan bisa memilih figur pimpinan yang terbaik.

Serangan politik yang menggunakan isu agama merupakan cara-cara yang tidak terhormat yang bertentangan dengan nilai-nilai dari oknum tidak bertanggung jawab dan ingin mengacaukan Toraja maupun Sulsel.

“Setop gunakan isu agama sebagai alat politik di Toraja. Masyarakat Toraja sudah cerdas dan terbuka terhadap semua lapisan. Masyarakat Toraja sangat mengedepankan kebhinekatunggalikaan dalam interaksi sosialnya di Bumi Lakipadada.

Kalau mau bukti, lihatlah pembangunan rumah ibadah, seperti masjid dan musallah di Toraja. Itu kan pertanda bahwa pemerintah dan masyarakat Toraja hidup bahagia dalam kebhinekaan,” kata Sudarman, yang merupakan Penasehat Kerukunan Keluarga Marinding Mengkendek, Rabu, 11 Oktober.

Serangan politik menggunakan isu agama diketahui mulai mengemuka menjelang Pilgub Sulsel. Sasarannya adalah Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar, yang diisukan akan melakukan islamisasi di Toraja bila terpilih. Mantan Ketua Kerukunan Keluarga Batualu itu menduga serangan politik bertameng isu agama yang menyerang Aziz dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab ataupun lawan politiknya.

“Kalau ada yang angkat isu agama, seperti islamisasi oleh Aziz di Toraja, ya itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab atau kemungkinan lawan politik. Kalau masyarakat Toraja, tidak mungkinlah karena antara umat muslim dan nasrani hidup rukun berdampingan. Di Toraja, umat muslim dan nasrani hidup berbaur kok,” ucap pria yang juga penasihat kerukunan Keluarga Kandora ini.

Sudarman mengajak seluruh pihak menjaga suasana kondusif di Toraja maupun Sulsel agar pembangunan terus berlanjut. Soal pilihan dalam Pilgub Sulsel, sambung dia, harus diserahkan kepada masing-masing individu tanpa ada intervensi. Muaranya diharapkan kesejahteraan masyarakat Toraja maupun Sulsel akan lebih baik lagi pada masa mendatang.

Menurut Sudarman, serangan politik menggunakan isu agama bukanlah cara yang baik untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas kandidat. Isu agama bila dibiarkan bergerak liar hanya akan merugikan seluruh pihak, khususnya masyarakat. “Janganlah paksakan kehendak dan membuat kacau dengan cara-cara tidak terhormat. Jangan rakyat yang diadu,” tegas Sudarman yang juga mantan Ketua Kerukunan Umat Kristiani Campagaiyya di Makassar.

“Pembangunan dan perekonomian Toraja sudah berjalan baik. Begitu pula dengan pendidikan, makanya jangan paksakan kehendak dan mengacau dengan cara-cara tidak terhormat, termasuk dengan mendiskreditkan Aziz. Itu tidak benar, Aziz sudah membuktikan diri sebagai figur yang baik. Dia itu wakil rakyat dan terpilih tiga kali sebagai anggota DPD mewakili rakyat Sulsel,” pungkas Sudarman yang juga Wakil Ketua Bidang Ekonomi Masyarakat Kombongan Sang Torayan.

Penegasan terhadap kebohongan isu islamisasi oleh Aziz sebelumnya telah disampaikan oleh Tokoh Pemuda Toraja, Pradyan Rizky Londong Allo. Bahkan, Iin-sapaan karib Pradyan, terang-terangan siap mendukung NH-Aziz memenangkan Pilgub Sulsel. Pertimbangan, pasangan tersebut paling dipercaya mampu mengubah wajah Sulsel menjadi lebih sejahtera.

Menurut Iin, sektor pariwisata Toraja boleh dikata sedang mati suri.
Untuk membangkitkannya, kata dia, butuh program pembangunan infrastruktur yang memadai. Ini hanya bisa kalau ada kucuran anggaran besar dari pusat.

“Sudah sulit kalau hanya mau mengharapkan APBD kabupaten atau provinsi. Nah, saya yakin, tokoh sekaliber NH yang bisa memenuhi kebutuhan anggaran begini. Sebanyak 91 pasukan fraksi Golkar di DPR RI pusat sangat bisa diandalkan menggenjot pembangunan Sulsel,” pungkas Iin. (*)

Click to comment

Most Popular

To Top