Lulusan Mega Buana Berpeluang Kerja di Arab Saudi – Palopo Pos
Utama

Lulusan Mega Buana Berpeluang Kerja di Arab Saudi

PALOPO — Para alumni Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Mega Buana Palopo mampu menunjukkan kualitasnya bersaing dengan tenaga-tenaga kesehatan luar negeri lainnya. Hal tersebut terlihat dengan beberapa alumni STIKES Mega Buana yang telah berkerja di beberapa RS di Madinah, Arab Saudi.

Demikian diungkapkan Ketua STIKES Mega Buana Palopo, Dr Hj Nilawati Uly, Apt, M.Kes, saat memberikan sambutan pengukuhan 262 wisudawan/wisudawati di Saodanrae Convention Center (SCC), Kamis 12 Oktober 2017, kemarin.

Dikatakannya, baru-baru ini, pihaknya bekerjasama dengan STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan dalam Rekrutment Tenaga Kerja Perawat Bidan ke Timur Tengah. “Syukur beberapa alumni kita itu lolos dan saat ini telah bekerja di sana,” sebutnya.

Di STIKES Mega Buana sendiri, kata dia, sebelum menjadi alumni para mahasiswa betul-betul digembleng sehingga nantinya setelah keluar menjadi tenaga siap pakai.

Untuk meningkatkan kelulusan pada uji kompetensi bagi Kebidanan dan Keperawatan dilakukan bimbingan kepada mahasiswa sebelum lulus kuliah dan juga sejak semester awal sampai akhir. Bentuk soal ujian untuk setiap mata kuliah dibuat dalam bentuk soal uji kompetensi.

BACA JUGA:  'Mapasilaga Tedong' Jadi Atraksi Budaya Terpopuler di Anugerah Pesona Indonesia 2016

Lulusan STIKES Mega Buana juga dibekali dengan Pelatihan PEKERTI, BTCLS dan perceptor mentor dan pelatihan-pelatihan lainnya yang diperlukan.

Saat ini, dengan keseluruhan jumlah alumni 1.457 orang yang tersebar di beberapa wilayah Republik Indonesia sebagai pegawai negeri sipil, pegawai swasta, dosen, praktisi kesehatan dan beberapa alumni yang melanjutkan pendidikan Program Magister seperti melanjutkan studi di Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Hasanuddin Makassar, serta Universitas Muhammadiyah Jakarta.

“Jadi alumni tidak dilepas begitu saja, para alumni diberikan pelatihan/bimbingan untuk mendapatkan informasi lowongan pekerjaan baik luar negeri maupun dalam negeri, informasi studi lanjut dan sebagainya pada Pusat Karir dan Kewirausahaan Mega Buana,” sebutnya.

Ditambahkannya, sebagai pengembangan akademik kampus, saat ini pula pihaknya melakukan kerjasama dengan Management Sains University Malaysia tahun 2013 hingga sekarang. Kemudian Tainan Hospital Taiwan sejak bulan Januari 2016, Nasional Sheng Kung university Taina Taiwan, Burapha University Thailand ST. Barnabas Hospital Osaka-Tokyo.

BACA JUGA:  Kejari-Polres Palopo Dukung Arahan Presiden Kesalahan Administrasi Tak Bisa Dipidana

“Tahun 2016 pula kami mendapatkan Hibah Pusat Karir serta hibah program pembinaan PTS yang merupakan ketiga kalinya,” pungkas alumni Doktoral Fakultas Kedokteran Unhas Ini.
Mewakili Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, Staf Ahli Wali Kota Palopo, Dr Suyuti menyebutkan bahwa saat ini ada 17 perguruan tinggi yang ada di Kota Palopo. Delapan diantaranya merupakan PT kesehatan.

Dimana setiap tahunnya Kota Palopo mampu menghasilkan para sarjana hingga tiga ribuan sarjana. Itu artinya setiap tahunnya Kota Palopo menghasilkan ribuan orang cerdas. ”Jadi wajar saja jika kota Palopo ini dianggap sebagai samrt city,” tuturnya.

Khusus STIKES Mega Buana ini menjadi kebanggan tersendiri. Jangankan bersaing di dalam negeri di luar pun mereka mampu. Itu dibuktikan dengan beberapa alumninya sudah bekerja di luar negeri seperti China dan Timur Tengah.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Ir Andi Niartiningsih MP memberikan apresiasi yang cukup tinggi atas pencapaian STIKES Mega Buana hingga hari ini. Meskipun tergolong muda di Kota Palopo namun mampu meraih akreditasi B untuk D IV Kebidanan.

BACA JUGA:  Ingat! Pendaftaran CPNS Tinggal Sepekan

Dikatakannya, untuk PT ada beberapa indikator yang harus diperhatikan agar mengalami peningkatan. Yakni kualitas dosen, kualifikasi dan jabatan fungsional. Kemudian kecukupan dosen, rasio perbandingan antara mahasiswa dan dosen. 1 banding untuk 40 IPS dan 1 banding 45 untuk IPA. Juga bagian syarat akreditasi, penilaian kualitas penelitian dosen, prestasi mahasiswa, di bidang akademik dan non akademik.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Palopo, Ishak Iskandar, Ketua PPNI, Taufik, sejumlah pimpinan perguruan tinggi Kota Palopo serta orang tua wisudawan. (ich/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top