Program SRG Dipertanyakan – Palopo Pos
Luwu

Program SRG Dipertanyakan

* Gudang Seharga Miliaran Mubazzir

BELOPA — Pemerintah Kabupaten Luwu sekitar tahun 2014 lalu menyosialisasikan penerapan Program Sistem Resi Gudang (SRG) untuk melindungi hasil bumi para petani jika terjadi turun harga. Tetapi, apa yang terjadi hingga hari ini program tersebut belum juga terlaksana di masyarakat.

Ketua PP IPMIL Kabupaten Luwu, Paisal, kepada harian ini Kamis (12/10) kemarin mengungkapkan, pihaknya mempertanyakan komitmen pengawasan anggota DPRD Kabupaten Luwu, terhadap kegiatan Pemkab Luwu pada Dinas Perindustrian Perdagangan yakni program Sistem Resi Gudang (SRG).

“Sekitar tahun 2014 kami pernah mendengar program Sistem Resi Gudang. Bahkan sejumlah elemen masyarakat sudah dipanggil untuk disosialisasikan kegiatan itu. Tetapi sampai sekarang kegiatan itu tak kunjung terlaksana. Pertanyaan kami apakah anggota DPRD Luwu tidak pernah mempertanyakan hal ini ke eksekutif sebagai bentuk pengawasan?” ungkap Paisal.

Paisal mengatakan, program ini SRG ini seharusnya sudah berjalan, apalagi pemerintah dengan uang rakyat telah membangun gudang yang harganya miliaran rupiah di Desa Karang-karangan.

“Program SRG ini sangat bermanfaat untuk petani menghadapi masa paceklik dan ketika harga hasil bumi mengalami penurunan, dimana pemerintah bisa membeli. Ini juga menghindari petani dari jeratan rentenir para tengkulak. Tetapi sayangnya program ini tidak berjalan,” kata Paisal.

Sistem Resi gudang adalah dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang SRG yang diterbitkan oleh pengelola gudang. Resi gudang ini nantinya bisa digunakan menjadi agunan/jaminan oleh petani untuk memperoleh pinjaman atau pembiayaan dari Perbankan untuk pemberian kredit bagi petani dan para pelaku dunia usaha, sehingga petani kakao, petani cengkeh, petani gabah serta para pelaku usaha industri yang berbasis hasil bumi bisa mendapatkan bantuan modal usaha dari Perbankan yang disesuaikan taksiran harga barang yang disimpan di gudang SRG.

Penerapan sistem resi gudang akan memberi manfaat positif untuk petani hasil bumi dan para pelaku usaha di Kabupaten Luwu, dimana mereka tidak akan dipermainkan oleh tengkulak dalam menjual hasil bumi, dan yang tidak kalah pentingnya dengan sistem resi gudang ini petani hasil bumi bisa memasarkan hasil buminya dengan harga jual yang lebih baik, karena jika harga komoditi dipasaran turun bisa disimpan dulu untuk menunggu membaiknya harga jual pasar. (and/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top