Wali Kota Kunjungi Bocah Penderita Tumor Testis – Palopo Pos
Metro

Wali Kota Kunjungi Bocah Penderita Tumor Testis

PALOPO — Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, menunjukkan keprihatinannya terhadap bocah penderita tumor testis, Abizar Asri Syawal (3), yang saat ini dirawat di RS At Medika Palopo.

Usai salat Magrib, Kamis 12 Oktober, Wali Kota bersama rombongan mengunjungi Abizar di Kamar Perawatan Lili II RS Atmedika Palopo.

Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana perkembangan kesembuhan bocah Abizar tersebut. Sebelum dirujuk ke RS di Makassar, bocah penderita tumor tersebut harus dibawa ke RSUD Sawerigading untuk mendapatkan surat rujukan.

“Jadi hal ini merupakan upaya untuk penyembuhan terhadap pasien. Kalau disini satu dokter yang menangani maka kalau di RS Makassar bisa dua hingga tiga dokter ahli yang menanganinya, ditambah dengan dokter-dokter lainnya,” papar orang nomor satu di Kota Palopo ini.

Wali Kota menegaskan saat ini masyarakat Kota Palopo bisa berobat secara gratis. Karena pemerintah menanggung seluruh biaya pengobatan dengan membayarkan iuran BPJS Kesehatan Kelas III.

Saat dikunjungi, ibu Abizar, tampak terharu. Dia tak menyangka penderitaan yang dialami anaknya juga turut dirasakan oleh orang nomor satu di Palopo itu.

“Terima kasih atas kunjungannya, pak Wali. Kami sangat berterima kasih,” katanya, dengan mata berkaca-kaca.
Untuk diketahui, putra tunggal Rafika (22) warga Purangi Kec. Sendana kini dalam kondisi sangat memprihatinkan Abizar menderita tumor pada testis atau buah zakarnya.

Di Ruang Perawatan Lili 2, Rumah Sakit Atmedika, Kota Palopo, pada bagian perut bocah ini tengah membengkak, hingga urat pada perutnya pun nampak kelihatan dengan jelas. Bahkan untuk bernafas, anak laki- laki ini harus dibantu dengan alat bantu pernafasan.

Rafika mengatakan dirinya tidak mempunyai kemampuan untuk membiayai pengobatan anaknya, utamanya jika harus dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kota Makassar.

“Kalau dirujuk ke Makassar kami siap. Namun kalau persoalan biaya, termasuk biaya selama disana, kami tidak sanggup,” ujar Rafika. Ia mengaku tak punya sanak keluarga di Makassar.

Ayah Abizar, Askar (23) hanya berpofesi sebagai kuli dan bekerja serabutan demi membiayai hidup ia dan keluarga kecilnya.
Meskpun keluarga miskin ini adalah peserta BPJS Kesehatan PBI yang dibiayai APBD , namun untuk kebutuhan ia selama berada di rumah sakit kondisinya sangat memprihatinkan.

Untuk itu keluarga yang berdomisili di Purangi Sampoddo ini mengetuk pintu hati para dermawan untuk ikut membantu kesembuhan putra tercintanya. (mg7/rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top