Berharap UKM Palopo Go Internasional – Palopo Pos
FEMALE

Berharap UKM Palopo Go Internasional

* Reski Fauziah, Peraih Best Performance Industri Kreatif Kemenpora 2017

KOTA Palopo patut berbangga. Satu demi satu para pemudanya menorehkan prestasi gemilang. Seperti yang dilakukan Reski Fauziah. Baru-baru ini, meraih prestasi Best Performance Industri Kreatif Kemenpora 2017 di Jogjakarta Oktober lalu.

Ditemui di kediamannya di Lingkungan Sempowae, Jalan Latamacelling, Kelurahan Dangerakko, Jumat 27 Oktober 2017, kemarin, Reski Fauzia menuturkan bahwa dirinya meraih prestasi tersebut melalui berbagai proses.

Sebelum mendapatkan penghargaan Best Performance Industri Kreatif Kemenpora 2017, dirinya bertarung di tingkat provinsi dan syukurnya bisa meraih juara I. Di tingkat nasional, ujar ibu dua anak ini, dirinya bertarung bersama dengan 1000 peserta dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Dikatakannya, masing-masing peserta melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Waktu presentasi ibu muda usia 23 tahun ini menyampaikan bahwa dirinya saat ini membina puluhan UKM dan juga meskipun memiliki produk bersama binaanya. Dirinya tidak merasa tersaingi.

Malah, kata Reski yang membina 50 UKM di Palopo ini, ia berusaha mengangkat pelaku-pelaku UKM yang dibinanya. Dirinya membantu bagaimana memasarkan dan membuat desain. Bahkan, berkerjasama dengan Balai Diklat Makassar melatih pelaku UKMPalopo di bawah binaannya.

Ternyata, hal inilah yang menjadi nilai plus yang kemudian membuat dewan juri menetapkan istri Sukri Maya, S.Pd, salah seorang guru SMA di Palopo sebagai pemenang Best Performance Industri Kreatif Kemenpora 2017.

Setelah meraih prestasi nasional, ditanya cita-citanya akan UKM di Palopo, diungkapkannya, dirinya berkeinginan suatu hari nanti UKM-UKM yang dibinanya mampu go internasional. ”Bisa dipasarkan di luar negeri,” ucap perempuan kelahiran 1994.

Mengenai hari Sumpah Pemuda yang jatuh tanggal 28 Oktober, dirinya berharap para pemuda menjadikan sebagai momentum dalam merenungi diri. Untuk mampu berbuat bagi negara. Bisa saling membantu tanpa harus melihat suku, agama, dan ras.

“Toh jika kita bantu orang yakin dalam batin kita akan ada rasa nyaman tersendiri karena bisa membantu orang,” sebut anak dari pasangan Muchlis, S.Sos dan Mardatillah, SP. (ich/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top