Industri Alkes Dalam Negeri Terus Tumbuh, Kini Penuhi 50 Persen Standar Fasilitas di RS – Palopo Pos
Kesehatan

Industri Alkes Dalam Negeri Terus Tumbuh, Kini Penuhi 50 Persen Standar Fasilitas di RS

Menko Perekonomian Darmin Nasution bersama Menkes Prof Nila F Moeloek membuka Pameran Pembangunan Kesehatan dan Teknologi Alat Kesehatan Dalam Negeri, Kamis 9 November 2017. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

 

JAKARTA — Masih dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53, Kementerian Kesehatan menggelar pameran pembangunan kesehatan dan produksi alkes buatan dalam negeri.

Bertempat di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, pameran alkes dibuka langsung Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Kesehatan Prof Nila F Moeloek.

Saat ini alat kesehatan (alkes) yang beredar masih didominasi produk impor. Hal ini tantangan bagi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap alkes ipmor tersebut, dan beralih menuju kemandirian.

Pengunjung melihat Torso (model tubuh manusia) di Pameran Pembangunan Kesehatan dan Teknologi Alat Kesehatan Dalam Negeri, Kamis 9 November 2017, Jakarta. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

Upaya kemenkes untuk mengurangi ketergantungan tersebut adalah salah satunya melalui pameran pameran pembangunan kesehatan dan produksi alkes buatan dalam negeri.

Terjadi peningkatan jumlah sarana produksi alkes sebanyak 517. Naik dua kali lipat dari tahun 2015. Hal ini bukti adanya peningkatan jenis alat sebanyak 32 jenis.

“Setidaknya ada 719 sarana produksi yang mampu memproduksi 294 jenis alat kesehatan. Dengan kemampuan tersebut diatas rata-rata capaian industri. Dengan adanya industri kesehatan dalam negeri yang tumbuh signifikan mampu memenuhi lebih dari 50 persen ketergantungan standar fasilitas alat kesehatan bagi rumah sakit tipe A, B, C, dan D.

“Kami menyadari betul selalu impor dari luar negeri terutama dari India dan RRC. Tapi sekarang sudah dimulai ada beberapa yang membuat bahan baku sendiri. Beberapa industri diharapkan dapat bekerja sama dengan negara lain seperti Korea Selatan untuk produksi bahan baku pembuatan obat. Selain itu, diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan investor asing untuk industri obat,” kata Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dalam sambutannya di pembukaan Pameran Pembangunan Kesehatan dan Teknologi Alat Kesehatan Dalam Negeri, Kamis 9 November 2017.

Peningkatan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan alat kesehatan di rumah sakit berbagai tipe. Bahkan saat ini jika ada rumah sakit yang hendak membeli alat kesehatan dan mengisi data melalui e-catalog, produk yang ditawarkan lebih dahulu adalah produk yang diproduksi dalam negeri.

Menteri Nila menambahkan ada beberapa alat kesehatan produksi dalam negeri yang sudah mulai digunakan oleh rumah sakit seperti masker, saputangan, jarum suntik, benang, tempat tidur pasien, lensa kontak, dental chair, dan masih banyak lagi.

“Tentu tidak semua alat kesehatan bisa digunakan karena pengembangannya butuh waktu. Beberapa alat canggih masih impor dari luar negeri. Tapi tidak menutup kemungkinan jika suatu hari bisa dipenuhi semuanya,” pungkas Menteri Nila. (idr/fmc)

Click to comment

Most Popular

To Top