Perjuangkan Nasib Rakyat – Palopo Pos
FEMALE

Perjuangkan Nasib Rakyat

* dr.Felicitas Tallulembang Asapa, Anggota DPR RI

SEJAK dilantik menjadi anggota DPR RI pada 3 Oktober 2017, lalu, dr Hj Felicitas Tallulembang Asapa berkomitmen memperjuangkan nasib rakyat di Indonesia, khususnya di daerah pemilihannya di Sulsel 3.

Diberi amanah oleh Fraksi Gerindra untuk duduk di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, perikanan kelautan, dan kehutanan, dokter Sita — sapaan akrabnya terus berkeliling ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Bertatap muka dengan rakyat, mendengar langsung apa keluhan mereka di lapangan. Yang selanjutnya nanti akan disampaikan kepada menteri terkait ketika melakukan rapat komisi.

Sebelum lebih jauh, mari simak kiprah female kita sampai terjun ke dunia politik. Didasari atas keprihatiannya melihat banyak rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Zona nyaman yang dirasakan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditinggalkannya untuk memperjuangkan rakyat.

Berbekal 10 menjadi kepala puskesmas di kampung nelayan di Kabupaten Takalar, serta menjadi Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sinjai, memberinya banyak pengalaman batin yang amat berarti dalam melihat kondisi masyarakat.

Pengalaman itu yang terus dibawanya ketika melakukan rapat di DPR RI. Bagaimana agar kekayaan alam Indonesia ini sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat. Yang sesuai dengan Pancasila.

Diawal karir politiknya, dokter Sita memilih menjadi caleg pusat pada Pemilu 2009 mengendarai Partai Republikan. Namun, meski memperoleh cukup suara, tapi tidak cukup mengangkat perolehan total suara partai ini tidak cukup mengantarkannya berkantor di Senayan.

Untuk terus perjuangankan apa yang menjadi keinginan rakyat. Sejak 2010 Ia pun bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Dia merasa visi dan misi Gerindra sejalan dengan cita-cita perjuangannya.

Rakyat Indonesia sebagian besar adalah bertani. Dari sekian banyak permasalahan petani yang ditemuinya, perempuan kelahiran Rantepao, 6 November 1959 berbagi cerita kepada Palopo Pos baru-baru ini.

Misalnya, saat melakukan kunjungan kerja di Desa Margo Mulyo, Kabupaten Luwu Timur. Dokter Sita terkejut mendengar kalau masih adanya padi petani yang dibeli murah di bawah harga standar yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, masalah penyaluran dan penjualan menjadi harapan petani disana.

Pasalnya, mereka, kata dokter Sita, tidak tahu harus menjual kemana. Para petani pun mengungkapkan, kalau hasil panen yang
dihasilkan dalam satu kali masa panen sebanyak 180 ton gabah atau sekitar 80 ton beras organik. “Ini jumlah beras dan gabah yang cukup besar. Ini harus kita bantu, dan saya nantinya dalam rapat dengan Menteri Pertanian akan menyampaikan hal ini,” kata dokter Sita.

Saat ini, pemerintah Indonesia tengah gencar melakukan penanaman padi menuju swasembada beras. Seperti yang dialami waktu Orde Baru, lalu. Provinsi Sulsel pun menjadi salah satu lumbung pangan terbesar di Indonesia, dan menyumbang program tersebut.

Padahal, lanjut dokter Sita, negeri ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang begitu besar, tapi sayangnya tidak bisa dinikmati oleh seluruh rakyat, hanya sekelompok orang. Bahkan banyak kekayaan kita yang terkuras keluar negeri. Tak heran bila, ketimpangan sosial terjadi di mana-mana.

Di samping itu, dengan kekayaan yang melimpah itu, pemerintah juga tidak mampu menciptakan lapangan kerja bagi rakyatnya.

Ditambah lagi dengan gelombang resesi ekonomi yang terus menerpa di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Sepertinya Indonesia masih berada di persimpangan jalan liberalisasi.

Di waktu luangnya dokter Sita menghabiskan waktu dengan membaca. Ibu dua anak ini memang gemar membaca, khususnya buku buku sejarah Indonesia dan dunia. Jika bertandang keluar negeri, dokter Sita lebih suka ke museum dibandang shoping. “Sejarah budaya sebuah negera biasa terwakili di dalam museumnya. Selain itu juga dari buku sejarahnya,” sebutnya.

Tak hanya itu, ia juga acapkali merangkai bunga-bunga untuk diletakkan di vas bunga di rumahnya di kawasan BSD tangerang. “Bunga hidup yang di dalam vas, memberi kita semangat sebelum beraktivitas sehari-hari,” kata penggemar bunga lily dan sedap malam ini. (idr/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top