Warga Uraso Aksi di DPRD – Palopo Pos
Luwu

Warga Uraso Aksi di DPRD

* Gugat Indikasi Kecurangan Pilkades Uraso

BELOPA — Puluhan warga Desa Uraso Kecamatan Basse Sangtempe Utara (Bastura), Kamis 30 November 2017, lalu, menggelar aksi demontrasi di kantor DPRD Kabupaten Luwu. Mereka menuntut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Uraso diulang karena terindikasi telah terjadi kecurangan dalam prosesnya.

Warga Uraso yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Desa Peduli Pemerintahan Bersih (Kompersi), dipimpin Yertin Ratu dalam aksinya mengungkapkan, dalam proses Pilkades Uraso yang digelar Senin 27 November 2017 lalu, terindikasi terjadi kecurangan yang dilakukan Calon Kepala Desa Herdianto, sehingga sangat mencederai proses demokrasi di Desa Uraso.

Yertin Ratu mengatakan, ada beberapa indikasi kecurangan yang dilaporkan oleh Warga Desa Uraso, diantaranya adanya dugaan terjadi praktek money politic dan mobilisasi pemilih yang berasal dari luar desa Uraso. Indikasi kecurangan ini dibuktikan pengakuan seorang warga Desa asal Puty kecamatan Bua, atas nama Matong, dimana ia ikut serta mencoblos di Desa Uraso.

“Saya ini kasian pak dimana bisa cari hidup, saya disitu lagi, tapi KTP saya di Desa Puty, Kecamatan Bua, dan saya akui jika memang saya mencoblos di dua tempat berbeda, di Uraso satu kali dan di Desa Puti satu kali,” ujar Matong.

Yertin Ratu mengatakan, disamping adanya dugaan money politic dan pemilih ganda, indikasi kecurangan Pilkades diperparah dengan adanya pemilih yang ternyata dibawah umur, dimana pemilih tersebut terdaftar sebagai pemilih tambahan untuk memilih calon kepala desa nomor urut 1 atas nama Herdianto.

“Nama pemilih di bawah umur adaah Natan (laki-laki) dan Ranti (perempuan), keduanya dari dusun Tamakka. Pelanggaran lain yang terjadi adalah Herdianto dan istrinya Evi Pasande sebagai warga desa Uraso tidak memenuhi syarat untuk memilih, karena baru berdomisli selama tiga bulan, sementara syarat pemilih harus terdaftar di KK minimal 6 bulan,” kata Yertin Ratu.

Calon Kepala Desa Uraso, Edwar Ratu yang ikut dalam aksi tersebut, mengatakan pihaknya meminta pemerintah Kabupaten Luwu segera membatalkan hasil Pilkades di desa uraso tersebut, dan dirinya siap melaporkan kecurangan ini kepada pihak kepolisian karena terjadi pemalsuan dokumen.

“Selaku Calon Kades di Desa Uraso saya tidak menerima hasil Pilkades Uraso, karena begitu banyak terjadi indikasi kecurangan,” ungkap Edwar Ratu di Kantor DPRD Luwu.
Para demonstran yang menggugat Pilkades Uraso tersebut diterima langsung Ketua DPRD Luwu, Andi Muharrir bersama beberapa anggota DPRD Luwu, dan menyarankan agar menyelesaikan persoalan Pilkades di tingkat desa sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, termasuk berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Luwu Tahun 2014.

Yertin Ratu menambahkan, terkait tuntutan tersebut, pihak Kompersi dan masyarakat Uraso akan terus mengawal tuntutan itu dan siap melanjutkan ke ranah hukum. “Tindakan kecurangan ini sangat menciderai demokrasi.

Padahal seharusnya bisa menjadi pembelajaran menjelang Pilkada Serentak 2018 mendatang. Kalau hal ini terus dibiarkan, kami yakin akan terjadi kerawanan di pamasyarakat. Untuk itu kami harapkan ada tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Luwu, ” Kata Yertin Ratu.

Untuk diketahui, Pilkades Uraso Kecamatan Bastura digelar Senin 27 November 2017 lalu bersamaan 27 desa dalam perhelatan Pilkades serentak di Kabupaten Luwu. Pilkades Uraso diikuti empat calon Kades, yaitu Herdianto nomor urut (1) dengan meraih 143 suara, Hermin nomor urut (2) yang meriah 109 suara, Ir Edward Ratu nomor urut (3) yang meraih 141 suara, serta Achmad nomor urut (4) yang meraih 32 suara. Antara Herdianto yang meraih 143 suara hanya terpaut dua suara dari Edward Ratu yang meraih 141 suara. (and/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top