Akhir Desember 2017, Kantor Wali Kota Diresmikan – Palopo Pos
Metro

Akhir Desember 2017, Kantor Wali Kota Diresmikan

PALOPO — Pembangunan kantor Wali Kota Palopo yang terletak di Jln Andi Djemma, telah memasuki bobot 90 persen. Dengan volume seperti itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Palopo optimis pembangunan kantor walikota dapat dirampungkan secepat mungkin.

“Kita harapkan, seluruh pekerjaan yang berjalan di tahun anggara (TA) 2017, dapat rampung sepenuhnya alias tidak ada yang menyeberang. Untuk itu, rekanan diminta fokus bekerja menyelesaikan kegiatan yang mereka tangani sesuai batas waktu kontrak yang diberikan,” tegas Kadis PUPR Palopo, Anthonius Dengen, Selasa 5 Desember 2017.

Sementara, di TA 2018 mendatang, Dinas PUPR memprioritaskan pembangunan jalan dan pengairan. Untuk pengaspalan sejumlah ruas jalan di Palopo tahun depan, Dinas PUPR telah mengusulkan anggaran senilai kurang lebih Rp49 miliar.

“Dana yang bersumber dari APBN 2018 ini, akan digunakan membangun ruas-ruas jalan. Disamping itu, Dinas PUPR memprioritaskan penanganan pengairan,” jelasnya.

Sementara itu, proyek prestisius di Kota Palopo ini menelan anggaran Rp17.056.000.000, dari APBD tahun anggaran 2017. Yang dikerjakan oleh PT Multi Cipta Adhi Rencana sebagai Konsultan pelaksana. Sementara itu, PT Sultana Anugrah sebagai kontraktor pelaksana.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Hasyim Basri, pengerjaan kompleks kantor Wali Kota saat ini sudah mencapai progres sekitar 90 persen. Dengan bobot pengerjaan itu dirinya mengakui tentu ini harus dikebut pengerjaannya agar bisa menyelesaikan tepat waktu sesuai kontrak.

“Kami rencanakan kalau bisa selesai Desember 2017 akan diresmikan,” kata Hasyim Basri kepada Palopo Pos.

“Pekerjaan ini tentu harus dikebut agar bisa menyelesaikan sebelum habis masa kontrak. Karena kalau masa kontrak lewat otomatis tidak bisa menyebrang ke tahun depan. Kontrak langsung diputuskan dan pengerjaan dihentikan. Otomatis perusahaan akan diblack list,” tegasnya.

Sesuai dengan kontraknya pengerjaan dimulai sejak Mei dan akan berakhir Desember 2017. .

Menurutnya, kendala yang dihadapi sejak mulai pengerjaan adalah pemasangan pondasi yang memakan waktu sampai 2 bulan.

Selain itu masalah tenaga kerja di lapangan yang dirasa kurang jadi pengerjaan agak sedikit tidak maksimal. Hal lain tentu soal kondisi cuaca yang tidak menentu dan pada saat hujan pekerjaan tidak bisa maksimal.

Sementara itu, Pelaksana Lapangan, Sul, mengatakan hal yang sama bahwa dengan progres yang ada saat ini pihaknya akan mengebut pekerjaan. Mengingat sisa waktu yang kurang lebih sebulan lagi akan berakhir masa kontraknya. Dengan memberlakukan sistem shift bagi para pekerja agar proses pekerjaan bisa berjalan cepat.(rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top