Kasus Pembunuhan di Suli Mulai Sidang – Palopo Pos
Kriminal

Kasus Pembunuhan di Suli Mulai Sidang

PALOPO— Sidang kasus pembunuhan yang terjadi pada September 2017 di Jl. Pelita, Kelurahan Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, mulai bergulir di Pengadilan Negeri Palopo, Selasa, 5 Desember 2017. Terdakwa atas nama Paisal alias Ica (32) digiring masuk ruang sidang dengan kawalan ketat dari petugas Polres Luwu.

Sementara itu, puluhan keluarga korban Abdul Majid alias Malik sudah menunggu sidang sejak tadi. Sidang berlangsung di ruang sidang Wirjono Projodikoro sekitar pukul 16.00 wita. Sidang baru memasuki agenda dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum Kejari Luwu, Ardiansyah SH yang digantikan oleh Jaksa Lewi R Pasolang SH.

Keluarga korban yang berada di depan pintu masuk ruang sidang tidak diperbolehkan masuk semua oleh petugas. Karena menjaga-jaga jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun, petugas mengijinkan hanya beberapa saja keluarga korban yang masuk mendengarkan sidang.

Selama jalannya sidang dakwaan sekitar kurang lebih 15 menit suasana kondusif tetap terjaga diluar ruang sidang. Hingga majelis hakim yang diketuai oleh Erwino M Amahorseja SH, didampingi Heri Kusmanto SH dan Mahir Sikki SH mengetuk palu tanda sidang dakwaan sudah selesai.

“Sidang akan kita lanjutkan lagi pekan depan karena saksi belum bisa dihadirkan,” jelas Hakim.

Saat terdakwa dibawa keluar ruang sidang keluarga korban mengikuti hingga terdakwa dimasukkan lagi kedalam ruang tunggu tahanan.

Dalam dakwaan JPU menerangkan bahwa kejadian ini terjadi pada bulan September 2017 di Jl. Pelita, Suli. Terdakwa yang saat itu bersama beberapa temannya sedang minum minuman keras jenis ballo di Jalan Pelita depan kantor PLN Suli.

Sesaat kemudian ada dua pemuda saling berboncengan lewat dan teman terdakwa memberhentikan lalu bertanya kamu anak mana. Dijawab kedua pemuda itu bahwa ia dari Suli Pantai dan teman terdakwa langsung ingin memukuli akan tetapi terdakwa langsung melerai.

Kemudian kedua pemuda itu pergi meninggalkan terdakwa dan temannya, tetapi teman terdakwa langsung berteriak kepada kedua pemuda itu “panggil Malik ke sini”. Tibanya kedua pemuda itu langsung melapor kepada korban Malik bahwa mereka hampir dipukuli dan mengatakan bahwa korban dicari.

Singkat cerita, saat keduanya sudah bertemu antara terdakwa dan korban saling duduk bersama. Akan tetapi terdakwa yang memang sudah merencanakan akan melukai korban langsung mengambil badik yang disimpan.

Lalu mengarahkan badik itu ke leher korban dan akhirnya tertusuk. Kemudian terdakwa akan menusukkan lagi badiknya tetapi ditangkis korban dan mengenai jari tangannya.

Setelah kejadian itu terdakwa langsung pergi meninggalkan korban menggunakan sepeda motor, sementara korban langsung dibawa ke Puskesmas Suli.

Akan tetapi nyawa korban sudah tidak tertolong lagi dan akhirnya meninggal dunia. Atas perbuatan terdakwa tersebut dikenakan dalam pasal 340 dan 338 KUHP. (udy/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top