Belum Setahun Sudah Hancur, Kualitas Aspal Luwu Buruk – Palopo Pos
Luwu

Belum Setahun Sudah Hancur, Kualitas Aspal Luwu Buruk

BELOPA — Berbagai pihak menyoroti kualitas pengaspalan yang ada di Kabupaten Luwu. Di berbagai tempat, program pengaspalan belum genap setahun sudah rusak berat. Padahal, program pengaspalan menelan anggaran yang tidak sedikit. Untuk satu kilometer jalan yang diaspal, membutuhkan anggaran diatas Rp1 miliar.

“Contoh di Desa Paccerakang sudah hancur. Padahal, aspalanya baru berkisar satu tahun. Kasihan anggaran kita yang dibuatkan program untuk pengaspalan sangat besar, namun masyarakat belum puas untuk menikmati aspalnya sudah hancur,” ujar Kordinator FP2KEL, Ismail Ishak, kepada Palopo Pos, kemarin.

Ia meminta kepada SKPD terkait agar program pengaspalan bisa menjadi prioritas namun dengan kualitas yang baik. Dirinya berharap, jika aspal yang dikerjakan oleh rekanan memang tidak layak agar ditolak sehingga tidak menjadi beban bagi masyarakat.

“Kalau memang aspalnya buruk sebaiknya ditolak. Karena kasihan masyarakat kita, hanya senang sementara. Kualitas aspal sekrang beda dengan yang ada sebelumnya, misalnya di lorong Tobalo bisa tahan padahal sudah lebih dari tujuh tahun. Sementara di paccerakang sudah hancur, berarti kualitas aspalnya beda,” jelasnya.

Terkait pengaspalan memang menjadi salah satu sorotan tajam legislator Luwu. Saat pembahasan dinas PUPR salah satu sorotan tajam kepada SKPD tersebut, adalah kualitas pengaspalan yang gampang hancur.

Sementara itu, permintaan masyarakat untuk pengaspalan sangat banyak. Salah satunya datang dari Desa Paccerakang. Terkait itu, Bupati Luwu Andi Mudzakkar saat peresmian jembatan diwilayah itu, menegaskan jika tahun ini pemerintah kembali akan melanjutkan program pengaspalan ditahun ini. Selain itu juga, pemerintah menargetkan untuk melanjutkan pengaspalan diwilayah itu.

“Kalau untuk pengaspalan sesuai permintaan masyarakat paccerakang akan kita panjutkan yang belum tersentuh hingga jalan beton. Untuk berikutnya, kita akan lanjutkan pengaspalan dari jembatan menuju padang kamburi.

Hal ini akan kami lalsanakan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Andi Mudzakkar dihadapan ratusan masyarakat Desa Paccerakang dan Desa Padang Kamburi. (fan/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top