Cuaca Tak Menentu, Dinkes Himbau Warga Waspada DBD – Palopo Pos
Utama

Cuaca Tak Menentu, Dinkes Himbau Warga Waspada DBD

PALOPO — Menyusul kondisi cuaca tak menentu di Kota Palopo, kadang hujan dan cerah, dinas kesehatan Palopo mengeluarkan imbauan kepada warga. Dengan kondisi cuaca tak menentu, ternyata sangat mendukung bagi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Dr dr Ishak Iskandar, M.Kes, melalui Kepala Seksi pengendalian Penyakit Menular Dinkes, San Ashari, M.Kes kepada Palopo Pos, Rabu 6 Desember 2017 kemarin, mengatakan, sepanjang Desember hingga Januari perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti lebih besar dibanding bulan-bulan yang lain. Itu karena pengaruh cuaca kadang hujan dan cerah. ”Seperti yang terjadi saat ini,” ucapnya.

Bahkan, di bulan Desember 2015 hingga Januari 2016 lalu terjadi lonjakan penderita DBD yang sangat tinggi, yakni 187 kasus. ”Itu untuk dua bulan saja. Nah itu dia karena keadaan cuaca kadang hujan dan kemudian cerah, nah ini sangat disenangi oleh Nyamuk aedes aegypti,” tambah San, lagi.

Dijelaskannya, cara perkembangbiakan nyamuk ini membutuhkan air sebagai tempat untuk menetas dan juga panas matahari. Jadi mereka ini bertelur di wadah-wadah yang ada di sekitar lingkungan. Namun, di bagian dinding secara vertikal. Telur ini mampu bertahan selama tiga bulan di wadah tersebut. Nantinya ketika turun hujan, menggenangi wadah. Maka telur-telur ini menetas. Kemudian setelah itu juga memerlukan panas matahari, suhu panas untuk perkembangbiakan jentik menjadi nyamuk dewasa.

“Nah seperti keadaan cuaca saat ini, kadang hujan, setelah itu cerah, ini sangat disenangi oleh nyamuk aedes untuk berkembang biak, kalau dibiarkan, maka populasinya akan bertambah secara signifikan, nyamuk-nyamuk inilah penyebab penyakit DBD,” terangnya.

Diungkapkannya, saat ini kesadaran masyarakat sudah mulai sangat baik dalam gerakan 3M. Yakni, menutup, menuras, dan mengubur. Sehingga kejadian di bulan Desember 2015 hingga Januari 2016 tidak lagi terjadi pada Bulan Desember 2016 hingga Januari 2017.

“Jadi kalau sepanjang Desember 2015 hingga Januari 2016 kasus yang ada sebanyak 187 kasus, khusus untuk Bulan Desember 2016 hingga Januari 2017 kasus yang ada mencapai 14 kasus, jadi sangat jauh,” sebutnya.

Namun demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai cuaca yang tak menentu ini. Agar gerakan 3M terus digalakkan sehingga penyakit DBD tidak bertambah besar.

Sementara itu, para nelayan yang ditemui Palopo Pos di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palopo tekait dengan cuaca yang tak menentu dan juga himbauan BMKG akan potensi terjadinya ombak besar sepanjang bulan Desember 2017 ini, Syukur mengungkapkan bahwa mengenai ombak sebenarnya tidak terlalu berpengaruh bagi para nelayan. Pasalnya, ombak di laut Palopo tidak terlalu besar. ”Paling tinggi satu setengah meter,” katanya.

Kenapa begitu, lanjut Syukur, karena posisi teluk. ”Jadi laut kita agak dangkal dan ombak juga tidak terlalu besar, lain halnya kalau Pare-pare dan Bone itu besar ombaknya,” sebutnya.
Meskipun demikian saat ini memang pihaknya lagi beristirahat itu karena saat ini terjadi terang bulan. Kalau terang bulan ikan sangat kurang, nanti pada hari Jumat depan pihaknya mulai kembali turun ke laut itu karena terang bulan tidak terjadi lagi.(ich/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top