Temukan Anak di Bawah Umur Jadi Pelayan – Palopo Pos
Luwu

Temukan Anak di Bawah Umur Jadi Pelayan

* Satpol-PP Razia Kafe

BELOPA — Saat ini, Dinas Polisi Pamong Praja gencar melakukan razia ke Tempat Hiburan Malam. Hal ini merupakan instruksi Bupati Luwu Andi Mudzakkar untuk meminimalisir banyaknya penyakit masyarakat.

Saat Dinas Satpol PP Kabupaten Luwu melakukan razia malam minggu lalu, menemukan empat pasang anak di bawah umur di salah satu cafe dan wisama yang ada di Kecamatan Ponrang.

“Kita temukan empat pasang, kita kembalikan ke orang tua masing-masing. Dua pasang diantaranya langsung dinikahkan, sementara yang lainnya orang tua masih mau melakukan pembinaan,” ujar Kadis Pol PP Andi Iskandar, kepada Palopo Pos, kemarin.

Kasatpol PP Andi Iskandar mengatakan pihaknya juga gencar melakukan razia ke kafe. Tujuan dari razia tersebut selain untuk penertiban juga untuk mengetahui identitas pelayan kafe. Untuk itu, saat razia satpol PP memerika KTP pengunjung dan pelayan kafe.

“Kalau tidak punya KTP, pakai pindah domisili. Kalau tidak ada sama sekali kita suruh urus segera mungkin. Sebab, razia ini sasarannya adalah pegawai atau pelayan THM yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Saat razia kita himbau dan tertibkan identitas para pelayan THM di Luwu. Jadi hanya mendata pelayan THM,” ujat Kasat Pol PP, Andi Iskandar.

Saat razia THM dan hotel dimulai dari wilayah Larompong Selatan, kecamatan Suli dan Belopa. Razia juga melibatkan Personel TNI dan Polri, Kasatppol PP mengatakan jika razia tidak melakukan penindakan kepada pelayan dan hanya memberikan teguran dan himbauan kepada pemilik kafe untuk tidak memperkerjakan anak di bawah umur.

“Kita tidak ambil, melainkan memberikan teguran kepada pemilik kafe. Jika nanti kita razia kembali, terus masih ada yang belum punya KTP kita langsung angkut untuk dibina di Dinas Sosial,” ucapnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Luwu, menyiapkan sel khusus untuk mengurung pasangan bukan suami-istri yang kedapatan berbuat mesum. “Pasangan mesum akan dimasukkan dalam sel dan dikurung selama satu malam,” katanya.

Ia menjelaskan, disediakan dua sel yang terletak di Kantor Dinas Sosial. Satu sel khusus untuk perempuan dan satu sel lainnya untuk laki-laki. Mereka yang dikenakan hukuman sel adalah pasangan tidak resmi yang kedapatan berduaan dalam kamar kost atau kamar hotel.

Setelah menjalani kurungan dan sebelum dilepas, pasangan mesum itu pada pagi hari akan diceramahi oleh pemuka agama. Juga diperiksa sampel darahnya oleh dokter guna mengetahui apakah mengidap penyakit menular atau tidak. “Setelah diceramahi oleh pemuka agama diharapkan akan mengubah tingkah lakunya,” tutupnya. (fan/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top