Turun Signifikan, Kasus DBD 71 Kasus – Palopo Pos
Kesehatan

Turun Signifikan, Kasus DBD 71 Kasus

*Periode Januari hingga November 2017

PALOPO–Selama periode Januari hingga November 2017, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palopo mencapai 61 kasus. Angka ini jauh menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu (2016) dengan 356 kasus. Demikian diungkapkan Kepala Seksi pengendalian Penyakit Menular Dinkes, San Ashari, M.Kes kepada Palopo Pos, Rabu, 6 Desember 2017 kemarin.

Dikatakannya, penurunan kasus DBD menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menjaga kebersihan lingkungan.
Salah satu PKM yg mengalami penurunan kasus yg cukup signifikan tahun 2017 adalah PKM Pontap di Kecamatan Wara Timur. Data arbovirosis Dinas Kesehatan mencatat bahwa jumlah kasus DBD PKM Pontap pada bulan januari hingga maret adalah 9 kasus. Sementara di bulan April hingga juni 2017 sama sekali tak ada kasus.

Menurut San, pada bulan juli, berdasarkan laporan dari pihak PKM, saat ini sedang menangani 3 kasus DBD yg kesemuanya telah dinyatakan sembuh setelah dilakukan perawatan intensif di RS. Berdasarkan rujukan dari hasil Peyelidikan Epidemiologi (PE), dari ketiga kasus tersebut telah memenuhi kriteria untuk dilakukan fogging. Area fogging tersebut meliputi wilayah kelurahan balandai dan kelurahan benteng,

“Kami juga menghimbau agar masyarakat terus aktif menjaga lingkungannya dengan kegiatan PSN melalui gerakan 3M Plus yakni Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan,” ungkapnya.

Tidak kalah penting, kata dia, keberadaan juru pemantau jentik (JUMANTIK) yang langsung melakukan pengawasan di rumah masing-masing serta tempat-tempat umum secara rutin juga terus dioptimalkan melalui program 1 rumah 1 jumantik.Keberhasilan program DBD khususnya dalam upaya menurunkan kasus, tentu perlu ada kerjasama yang baik antara petugas kesehatan dgn masyarakat.

“Semoga dgn program 1 rmh 1 jumantik yang kini tengah digalakkan di Kota Palopo ini, dapat terus telaksana secara berkelanjutan sehingga tujuan dalam menekan jumlah kasus DBD dapat tercapai,” harap San.(ich)

Click to comment

Most Popular

To Top