Jadi Penyemangat Suami dan Anak – Palopo Pos
FEMALE

Jadi Penyemangat Suami dan Anak

* Novita Maria Palar

SELALU ada wanita hebat di belakang setiap laki-laki hebat. Peran istri terhadap suami, sangat besar. Berikanlah dukungan kepada suami, karena dukungan istri memengaruhi kinerja suami.

”Jangan hanya bisa menuntut, tapi istri alpa untuk memberikan semangat. Para suami sudah lelah bekerja. Kalau istri bisa memberikan semangat dan tidak selalu memberikan beban, akan sangat berpengaruh pada kinerja suami,” demikian diungkapkan Novita Maria Palar, sosok female Palopo Pos pekan ini.

Novita mengungkapkan kalau dirinya selalu siap, dimana saja dan kapan saja dimana suaminya membutuhkannya. Dirinya memberikan support kepada suaminya setiap saat.
”Saya berupaya memberikan support kepada suami. Kami berdua tak pernah luput dari komunikasi. Entah itu ngomongin pekerjaan, anak, atau pun rencana-rencana kami ke depannya.

Karena disitulah tugas sang istri selalu ada untuk suaminya,” kata istri Kepala Cabang BRI Kota Palopo ini usai menghadiri Peringatan Hari Ibu ke-89 di gedung SCC, Jumat 22 Desember 2017.

Meski demikian, Novita tidak memungkiri kalau pekerjaan suaminya kadang membuat dirinya harus rela menunggu suaminya pulang hingga larut malam. ”Suami saya itu sosok yang loyal dalam pekerjaan. Kadang larut malam pulang karena seabrek urusan kantor. Saya pun juga menyibukkan diri dengan kegiatan di luar yang positif,” sebut Ketua IWABRI Kota Palopo ini.
Setiap harinya, dirinya juga disibukkan dengan kegiatannya sebagai Ketua IWABRI. Juga berbagai kesibukan di Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Palopo.

”Ada banyak kegiatan kemanusiaan yang kami lakukan. Seperti memberikan bantuan kepada anak panti asuhan dan juga orangtua jompo,” jelasnya lagi.
Ibu tiga anak yang semuanya laki-laki ini bercerita awal bertemu dengan suaminya, Christoffel C Ginzel. Mereka bertemu di Papua saat mereka sama-sama merupakan karyawan Bank BRI Papua. Pertemuan di kantor dan terlibat dalam tim work dalam pekerjaan membuat tumbuh benih-benih cinta di antara keduanya.

Akhirnya mereka menjalin kasih hingga tiga tahun lamanya.
”Saat pacaran dan ingin memasuki jenjang pernikahan, kami keduanya menemui masalah di kantor, yakni tidak boleh menikah dengan teman sekantor. Makanya, saya memutuskan untuk resign dan menjadi ibu rumah tangga,” cerita wanita yang ramah ini.

Singkat cerita Novita dan Christoffel menikah pada 9 September 2002. Di situlah Novita menikmati menjadi seorang ibu rumah tangga, apalagi saat dikaruniai buah hati, dia pun semakin menikmati perannya menjadi seorang ibu.

”Lima tahun saya berkarier, saya rasa itu sudah cukup. Menjadi seorang ibu rumah tangga juga merupakan pekerjaan yang sangat mulia,” jelasnya sambil tersenyum.

Dirinya pun sangat bersyukur diberi suami yang pengertian namun tegas dalam prinsipnya. ”Kalau dikatakan romantis, dia tidak romantis. Namun perhatian, contohnya sering bikin kejutan kecil dengan memberi hadiah,” sebutnya.

Dalam keluarga terutama di hadapan anak-anak, Novita menyebutkan, kalau suaminya yang tegas. Tapi dirinya juga berupaya untuk selalu mendisiplinkan anak-anaknya.
”Kalau soal tegas, suami yang tegas. Saya yang menegakkan aturan dan disiplin di rumah. Misalnya, saat waktunya belajar, handphone saya sita. Suami itu tegas jadi anak-anak agak segan sama papanya, kalau sama saya lebih terbuka,” ujarnya.

Pada peringatan Hari Ibu ke-89 ini, Novita berharap semoga para ibu di era globalisasi ini bisa menyesuaikan diri dan menjadi teladan dalam keluarganya, terutama bagi anak-anaknya.
Selamat hari ibu buat semua ibu-ibu hebat di seluruh Indonesia, terkhusus ibu-ibu di Kota Palopo. Tetaplah menjadi teladan dan panutan buat anak-anak kita yang merupakan generasi penerus bangsa. Jadilah inspirasi bagi perempuan atau ibu lainnya. (rhm/ary)

 

Click to comment

Most Popular

To Top