PLUT-KUMKM Bina 82 Usaha Mikro – Palopo Pos
Ekonomi

PLUT-KUMKM Bina 82 Usaha Mikro

* Sebanyak 48 Berhasil dapat Bantuan Modal Usaha dan Peralatan Kerja

PALOPO— Selama tahun 2017, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUMKM) Palopo bekerjasama Dinas Koperasi UKM Palopo membina sedikitnya 82 pelaku usaha mikro serta enam sentra produksi lokal. Sebanyak 48 di antaranya berhasil mendapatkan bantuan modal usaha maupun peralatan kerja.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Konsultan PLUT-KUMKM Palopo, Abdul Hakim Jafar di kantornya (satu gedung Dinas Koperasi), usai melakukan pendampingan kelembagaan Kelompok usaha produksi sarabba instan Siguntu, Kamis, 04 Januari 2018 kemarin.

Pada tahun 2018, PLUT-KUMKM akan menfasilitasi sejumlah kelompok usaha binaannya untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ada enam sentra produksi yang akan difasilitasi mendapat bantuan yakni Sentra Produksi Tepung Sagu Basah di Kelurahan Jaya Kec. Telluwanua, Sentra Produksi Gula Aren Biji di Tandung Kec.

Sendana, Sentra Produksi Dompo Durian di Kel. Murante Kec. Mungkajang, Sentra Kuliner Es Buah di Lapangan Salobulo Kec. Wara Utara, Sentra Produksi Ikan Kering di Ponjalae Kec. Wara Timur, dan Sentra Penjahit Pakaian Jadi di Lantai II PNP Kec. Wara.

Di samping itu, PLUT-KUMKM juga melakukan pendekatan kepada para penjahit sepatu di emper Ruko Sawerigading Jl. Rambutan, serta kelompok usaha kuliner Jalan Lingkar untuk dilakukan pendampingan, dan kelompok produksi sarabba instant Siguntu.

Untuk kelompok produksi sarabba instant Siguntu, PLUT-KUMKM melakukan pendampingan pembentukan kelembagaan usaha di Lingkungan Siguntu Kel. Latuppa Kec. Mungkajang, Kamis kemarin. Dihadiri oleh Sekretaris Lurah Latuppa, Muh. Sarkasyiah.

Kelompok ini diberi nama “Kelompok Siguntu Sarabba Sejahtera”. Disepakati sebagai ketua kelompok adalah Jabir, Darmawan sebagai sekretaris, dan Rahmi sebagai bendahara. Jumlah anggota kelompok 17 orang. Sudah dua tahun warga Siguntu memproduksi Sarabba Instant yang dikemas secara sederhana. Pemasarannya terbatas pada kalangan tertentu di Kota Palopo.

Untuk pengembangan usaha ini, PLUT-KUMKM melakukan pendampingan. Pendampingan pembentukan kelembagaan sudah selesai, kemarin. Selanjutnya akan dilakukan pendampingan untuk pengurusan legalitas usaha ke notaris dan pengurusan perizinan.

Selanjutnya, dilakukan pembinaan pembuatan kemasan, promosi, dan pemasaran. Tahap berikutnya, pendampingan dalam bentuk pelatihan manajemen usaha, manajemen keuangan, pembuatan proposal usaha, dan akses permodalan ke perbankan.

”Peran PLUT di sini sebatas pendampingan dan fasilitator saja. Soal apakah dapat bantuan atau tidak, tergantung kebijakan pemberi bantuan, baik itu pemerintah, BUMN, maupun perbankan. Alhamdulillah, dari 82 pelaku usaha mikro yang kita dampingi, ada 48 yang dapat bantuan tahun 2017,” terang Hakim Jafar.
Itu terdiri 16 kelompok usaha dapat bantuan alat pertukangan dan alat perbengkelan dari Walikota Palopo. Mereka adalah kelompok usaha Libukang Yosdar, Libra, Asmara Kraf, Widya Art, Annur Halidi, Sinar Indah, Sila Meubel, Basmar Aluminium, Abdul Razak, Alfin Motor, Zaky, Ratulangi Advertising, Kirana Jaya, Riki Motor, Kamaruddin Surutanga, dan Centra Produksi Tepung.

Kemudian 66 pelaku UMK dapat bantuan pelatihan kewirausahaan dari Dinas Koperasi Sulsel. Selama empat bulan pelatihan, mereka dapat honor Rp400 ribu per peserta. Dari 66 UMK ini, 32 kelompok diantaranya, dapat bantuan modal usaha masing-masing Rp10 juta. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top