2018, Disdag Bedah Warung – Palopo Pos
Ekonomi

2018, Disdag Bedah Warung

* Juga Tata Ulang Pasar Kuliner Tanjung Ringgit

PALOPO— Tahun anggaran 2018, cukup banyak program Dinas Perdagangan Kota Palopo untuk menggairahkan roda perekonomian Palopo. Yang cukup menonjol adalah penataan pasar, warung, maupun pedagang kuliner.

”Kalau tahun sebelumnya, Dinas Perdagangan memprogram pembangunan fisik pasar, maka tahun ini (2018) kita fokus ke penataannya,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Palopo, Zulkifli Halid ST MSi kepada Palopo Pos di kantornya, Senin, 8 Januari 2018 kemarin.

Program teranyar dari Disdag tahun ini adalah bedah warung. Belum jelas jumlah dan lokasi warung yang akan dibedah. Namun yang pasti, warung dapat program ini akan diupgread sehingga kelihatan lebih cantik dan menarik.

”Mirip-mirip bedah rumah-lah. Rumah kumuh atau sudah reyot diperbaiki sehingga jadi layak huni. Kita permak, kita cat, kasi neon box, dan sebagainya. Seperti itu kira-kira gambarannya,” kata mantan Sekretaris Dinas Koperindag ini.

Disdag juga akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan penataan pasar kuliner Tanjung Ringgit. Domain Dinas Pariwisata membangun sarana Pasar Kuliner di Tanjung Ringgit. Sedang Disdag, melakukan penataan ulang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sepanjang jalan lingkar.

Seperti yang pernah diliput Palopo Pos, Walikota HM Judas Amir dalam sambutannya pada penyerahan bantuan alat pertukangan dan perbengkelan mengatakan, Pemkot akan membangun jalanan di Tanjung Ringgit yang khusus untuk Pasar Kuliner. PKL jagung bakar yang berjejeran di sepanjang kiri-kanan jalan lingkar akan ditata ke Pasar Kuliner. Kemudian jalan timur tetap pada fungsinya sebagai jalan raya.

”Jadi tidak serta merta ditata. Tetap kita support supaya bertumbuh, sambil dibangun sarana Pasar Kuliner. Kalau sudah selesai pembangunan sarana, barulah PKL ditata. Sehingga tidak ada usaha yang matikan,” terang Kadis.

Dua pasar tradisional yakni Pasar Mungkajang dan Pasar Wara Selatan, juga akan ditata menjadi pasar khusus. Pasar Wara Selatan akan dijadikan Pasar Khusus Hobi. Misalnya pasar binatang, bisa pasar burung, atau lainnya. Di situ juga sudah pakan dan aksesosir binatang.

”Sedang Pasar Mungkajang juga akan dijadikan pasar khusus. Khususnya untuk apa, tunggu saja kejutan,” terangnya.

Demikian pula Pasar Anti Tadda (PAT) akan ditata ulang, menyusul rampungnya pembangunan PAT Tahap kedua yang memiliki 22 lods baru. Kondisi PAT saat ini, sudah tidak tertata seperti sediakala. Juga banyak lods yang kosong. Sehingga atas semua ini, pedagang PAT akan ditata ulang.

Akan dibuatkan zonasi pedagang. Misalnya, ada zonasi penjual ikan, penjual sayur, zona pedagag pakaian, zona pedagang pecah belah, dan sebagainya. Dengan demikian, akan tercipta suasana yang lebih nyaman untuk belanja, traffik penunjung merata.

Disamping program penataan pasar, Disdag tahun ini juga tetap melaksanakan program untuk fungsi pengawasan distribusi, stok, dan harga kebutuhan Sembilan Bahan Pokok (Sembako), barang bersubsidi, serta kebutuhan yang menguasai hajat hidup orang banyak. Seperti BBM (premium), elpiji, beras, dan sebagainnya, tetap diawasi seperti tahun sebelumnya. Termasuk rumah pangan, tetap diaktifkan untuk menjaga stabilitas harga dan stok sembako.

Disinggung soal rencana pembuatan Peraturan Walikota (Perwal) penjualan minuman keras, Zulkifli mengatakan, sebenarnya yang menyangkut regulasi itu merupakan domain Bagian Hukum Pemkot. Namun sesuai informasi, Pemkot akan membuat peraturan yang sifatnya lebih kuat yakni Perda Peredaran Miras. Perda yang sudah ada, tinggal direvisi sedikit. Yang boleh diatur Pemkot adalah penjualan miras golongan B dan golongan C. Demikian pula zonasi penjualan miras, akan diatur dalam revisi Perda.

Pada tahun 2018, anggaran Dinas Perdagangan yang termaktub dalam APBD Pokok 2018 sebesar Rp6 miliar. Dana DAK sebanyak Rp3,9 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk program penataan pasar (Pasar Mungkajang, Pasar Wara Selatan, dan Pasar Andi Tadda), bedah warung, dan penataan pedagang kuliner. Juga untuk pengawasan sembako, BBM, elpiji, serta peningkatan Rumah Pangan. (ikh)

Program Disdag 2018

* Bedah Warung
* Penataan Pasar Andi Tadda
* Penataan Pasar Mungkajang jadi Pasar Khusus
* Penataan Pasar Wara Selatan jadi Pasar Khusus Hobi Binatang
* Peningkatan Rumah Pangan
* Pengawasan Sembako dan BBM
* Kebijakan Revisi Perda Miras.
* Kerjasama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam penataan ulang pasar kuliner Tanjung Ringgit. (*)

Click to comment

Most Popular

To Top