Ada Bantuan Kredit Super Mikro – Palopo Pos
Ekonomi

Ada Bantuan Kredit Super Mikro

* Program Diskop-UKM 2018

PALOPO— Tahun 2018, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kota Palopo telah menyusun program yang akan dikerjakan dalam kurun waktu satu tahun. Yang teranyar adalah bantuan kredit super mikro yang diberikan kepada pelaku usaha mikro yang memiliki aset Rp10 juta.

Menurut Kadiskop-UKM Palopo, Karno SSos yang ditemui Palopo Pos di kantornya, Rabu, 10 Januari 2018 kemarin, kredit super mikro ini merupakan program Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Plafon kredit Rp5 juta tanpa agunan yang disalurkan melalui lembaga pembiayaan non perbankan.

”Kemungkinan melalui Pegadaian. Bunganya sangat ringan, hanya berkisar 3-4 persen per tahun. Di bawahnya lagi bunga KUR 7 persen,” terang Kadis.

Peran Diskop-UKM Palopo dalam program tersebut, sebatas mendata usaha mikro dan menginput data tersebut ke Informasi Sistem Kredit Program (ISKP) melalui website Kemenkeu yang tersedia. Selanjutnya, Kemenkeu yang melakukan penilaian, terhadap layak tidaknya sebuah usaha diberi kredit.

Data Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Diskop-UKM per 31 Desember 2017, jumlah pelaku UKM Kota Palopo sebanyak 1.652 unit. Terkait dengan program Kredit Super Mikro, mulai Senin, 8 Januari 2018, hampir seluruh pegawai Diskop-UKM Palopo diterjunkan melakukan pendataan UKM baru di seluruh kelurahan. Dalam dua hari ini, rata-rata satu pegawai melakukan pendataan sekira 10 UKM. Termasuk PKL kuliner di jalan lingkar Tanjung Ringgit, didata.

Program lain yang akan dijalankan Diskop-UKM adalah melanjutkan program WiraUsaha Baru (WUB) berbasis kelurahan/desa. Melalui program ini, ada bantuan usaha sebesar Rp10 juta per kelompok (bukan perorangan).

Tahun 2017 lalu, sebanyak 66 kelompok WUB mendapat bantuan pelatihan selama tiga bulan. Setiap peserta mendapat honor Rp333,3 ribu per bulan, sehingga dalam tiga bulan mendapat honor pelatihan Rp1 juta. Dari 66 WUB itu, 32 mendapat bantuan usaha Rp10 juta per kelompok. ”Tahun 2018 ini, kita belum tahu berapa yang jatah untuk Kota Palopo.

Karena ini merupakan program Dinas Koperasi Sulsel. Peran Diskop-UKM Palopo sebatas menfasilitasi. Kita berharap, tahun 2018 Palopo tetap dapat jatah,” terang Karno didampingi Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Palopo Assar Bawanan SE MSi.

Ada juga program bantuan koperasi Rp10 juta dari Kementerian Koperasi dan UKM. Bantuan diberikan kepada koperasi aktif yang melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dua tahun berturut-turut. Tahun lalu ada bantuan kepada 27 koperasi yang difasilitasi oleh Diskop-UKM Palopo.

Tahun 2018, kembali diprogramkan bantuan sertifikat gratis kepada 150 UKM Palopo. Tahun 2017, program ini nihil di Palopo. Yang ada tahun 2014 hingga 2016, masing-masing 100 sertifikat per tahun. Ini merupakan program kerjasama Kemenkop-UKM dengan Badan Pertanahan Nasional. Peran Diskop Palopo memediasi UKM mendapatkan program ini.

Untuk program Pemkot yang anggarannya bersumber dari APBD Palopo 2018, Diskop-UKM melakukan pendataan UKM untuk mendapat data akurat yang dimutakhirkan setiap triwulan. Tindak lanjut dari pendataan itu, dilakukan pemetaan untuk mengetahui apa kebutuhan UKM.

Yang butuh pelatihan manajemen, diberikan pelatihan. Yang butuh modal usaha, difasilitasi ke perbankan dan BUMN penyalur kredit UKM, termasuk PT Semen Tonasa yang sudah beberapa tahun terakhir, menyalurkan bantuan kredit ringan dengan bunga 0,275 persen per bulan.

Tahun ini juga, Diskop masih akan menggelontorkan bantuan peralatan usaha untuk kelompok UKM. Syarat mendapatkan bantuan ini yakni memiliki usaha produktif yang sudah berjalan, dan usaha tersebut memiliki badan hukum. Tahun 2017 lalu, ada 16 kelompok usaha mendapatkan bantuan peralatan pertukangan dan perbengkelan.

Diskop-UKM Palopo tahun ini, juga memprogramkan sekira lima kali pelatihan wirausaha, manajemen usaha, pelatihan koperasi, dan pelatihan usaha daring (bisnis online). Bisnis online ini, merupakan jenis usaha baru yang mulai merambah pelaku UKM. Usaha daring ini merupakan sebuah inovasi baru, bagaimana berbisnis secara efisien karena bisnis ini tidak butuh sewa tempat usaha secara khusus dan karyawan banyak.

Termasuk tugas pengawasan koperasi, merupakan program rutin Diskop-UKM. Akhir tahun 2017, jumlah usaha koperasi di Kota Palopo sebanyak 287 unit. Koperasi aktif sebanyak 203 unit. Usaha yang tergolong aktif adalah yang melakukan RAT tepat waktu antara bulan Januari – Maret atau aktif melakukan kegiatan usaha tetapi tidak melaksanakan RAT tepat waktu.

Anggaran Diskop Palopo tahun 2018 sebesar Rp3,78 miliar. Untuk belanja langsung hanya sekira Rp935 juta. Target yang ingin dicapai dengan anggaran sebesar itu adalah bagaimana meningkatkan kapasistas usaha yang sudah ada. Misalnya, dari usaha mikro naik kelas jadi usaha kecil. Dari usaha kecil naik ke usaha menengah. Usaha menengah jadi besar.

”Bukan pada kuantitas, seberapa banyak tambahan UKM baru. Tetapi target kita, bagaimana usaha yang sudah ada dibina supaya bisa bertumbuh,” tandas Karno. (ikh)

Program Diskop-UKM Palopo 2018

* Kredit super mikro Rp5 juta tanpa agunan dengan bunga 3-4 persen per tahun.
* Pendataan dan pemetaan UKM baru.
* Bantuan program WiraUsaha Baru (WUB) berbasis kelurahan/desa sebesar Rp10 juta per kelompok.
* Bantuan koperasi Rp10 juta dari Kementerian Koperasi dan UKM.
* Bantuan peralatan usaha untuk kelompok UKM.
* Pelatihan wirausaha, manajemen usaha, pelatihan koperasi, dan pelatihan usaha daring (bisnis online).
* Pengawasan Koperasi.
* Sertifikat gratis untuk UKM sebanyak 150 persil.
* Dll. (*)

Click to comment

Most Popular

To Top