Jaringan Narkoba Masih Berkeliaran – Palopo Pos
Kriminal

Jaringan Narkoba Masih Berkeliaran

PALOPO— Terhitung 1-10 Januari 2018, belum ada satupun pelaku narkoba yang ditangkap.
Saat ini, penyidik narkoba masih melakukan pengintaian terhadap jaringan narkoba yang masih berkeliaran.

Mereka yang masuk jaringan narkoba adalah bandar, pengedar, hingga kurir narkoba. Penyelidikan juga dilakukan terhadap pemakai berdasarkan pengembangan yang dilakukan terhadap para pelaku yang lebih dulu ditangkap.

“Sampai hari ini (kemarin) belum ada satupun pelaku narkoba yang ditangkap. Saat ini kami masih terus melakukan pengintaian terhadap mereka yang terlibat dijaringan barang haram tersebut,” kata Kasat Narkoba, AKP Maulud SH, Selasa, 10 Januari 2018.

Perwira tiga balok itu, menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap jaringan narkoba. Sebab, menurutnya berbicara soal barang haram tersebut, pihaknya telah menutup ruang gerak para pelaku untuk bertranskasi di wilayah hukum Polres Palopo.

“Kami akui masih ada jaringannya yang berkeliaran diluar sana. Tapi sekali lagi kami tidak akan tinggal diam. Tunggu tanggal mainnya,” tegas Maulud, sambil tersenyum manis.

Untuk diketahui, kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Palopo pada tahun 2017, mengalami penurunan dibanding tahun 2016. Tahun 2016, jumlah kasus 89 dengan tersangka 116 orang. Tahun 2017, jumlah kasus 75, tersangka 125 orang, dengan Barang Bukti (BB) 315,152 gram.

Dalam satu kasus jumlah tersangkanya bermacam-macam, bukan hanya satu orang tapi kadang dua, tiga, bahkan sampai lima orang. Para tersangka didominasi oleh masyarakat Palopo dengan umur rata-rata berusia 18 hingga 45 tahun. Ada juga tersangka dari luar daerah seperti Luwu dan Sidrap. Namyn yang paling banyak ditangkap adalah warga Palopo.

Kalau tahun 2016 lalu jumlah kasus 89 dengan jumlah tersangka 116. “Ini terbalik dengan jumlah kasusnya. Kalau tahun 2017 jumlah kasus narkoba 74 tapi tersangkanya lebih banyak, sedangkan tahun kemarin, kasusnya lebih banyak dibanding tersangkanya. Jadi hanya sedikit meningkat di 2017 ini,” kata Kapolres.

Olehnya itu, ke depan Polres Palopo akan terus berupaya melakukan pencegahan agar angka penyalahgunaan narkoba dapat berkurang. Tentunya, upaya yang dilakukan adalah pencegahan lewat sosialisasi atau penyuluhan. “Semoga tahun 2018 ini dapat ditekan lagi,” katanya.

Adapun barang bukti narkoba yang berhasil disita berjumlah 315,152 gram tahun 2017, sedangkan tahun 2016 lalu berjumlah 143,978 gram. Khusus ekstasi nihil tahun ini, sedangkan tahun lalu hanya 2 butir. Untuk obat daftar G barang buktinya yang disita sebanyak 1060 butir, somadrir sebanyak 132 butir, destro 142 butir, THD sebanyak 684 butir. (ded/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top