Diisi Kirab Budaya dan Manre Saperra – Palopo Pos
Utama

Diisi Kirab Budaya dan Manre Saperra

* Persiapan Sudah 80 Persen, Tudang Ade’ Tinggal 7 Hari

PALOPO — Tudang Ade’ 2018 tinggal tujuh hari lagi. Kegiatan dalam rangka menyukseskan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-13 tahun 2019 akan diisi berbagai kegiatan budaya. Mulai dari malekke wae, kirab budaya, dan seminar budaya. Terakhir digelar ritual manre saperra sebagai puncak acara Tudang Ade’ 2018.

Kegiatan ini dimulai dari tanggal 18, 19, dan 20 Januari 2018. ”Persiapan kita sudah 80 persen. Undangan mulai kita sebarkan,” ujar Datu Luwu Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, SH, kepada Palopo Pos, Kamis 11 Januari 2018, kemarin.

Datu Luwu merincikan, tanggal 18 akan digelar kirab budaya yang diikuti masyarakat se Tana Luwu. Di tanggal ini, lanjut datu Luwu, ada juga festival budaya, malam madoja raja. Kemudian di tanggal 19 Januari, akan digelar seminar budaya. ”Semua kegiatan ini digelar di Kota Palopo. Nanti manre saperra dipusatkan di Pattimang. Itu tanggal 20 Januari 2018,” papar datu Luwu, lagi.

Istana optimis menggelar event besar ini. Dengan dukungan dari semua pihak, datu Luwu yakin bisa terselenggara degnan baik dan sesuai dengan scedule. Anggaran kegiatan ini juga diperoleh dari semangat gotong-royong dari wija to Luwu. Seingga berhasil terkumpul Rp60 jutaan lebih.

Bantuan akan terus mengalir dari berbagai pihak. Dukungan dari pemerintah se Tana Luwu juga penting. Sebab, kata datu Luwu, kegiatan ini adalah bagian dari kegiatan pemerintahan se Tana Luwu.

Tudang Ade’ 2018 adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengembalikan harkat dan martabat serta marwah istana kedatuan Luwu.

Dan yang terpenting dari kegiatan tudang ade’ 2018 adalah merekatkan hubungan antara masyarakat adat, pemangku adat, kerabat istana. ”Harus meriah mungkin. Makanya, harus melibatkan semua komponen,” imbuh datu Luwu.

To Makaka Bure Kol Ir Amsal Sampetondok, M.Si, mendukung penuh kegiatan tudang ade’ 2018. Kenapa? Karena kegiatan ini, lanjutnya, akan mengembalikan harkat dan martabat serta marwah datu Luwu dan kedatuan Luwu.

”Kalau perlu nanti masing-masing wilayah agar mengidentifikasi ciri khas daerah masing-masing untuk ditampilkan dalam tudang ade 2018,” imbuhnya. Setiap wilayah menyiapkan diri untuk mermaikan kirab budaya sebagai bagian dari kegiatan ini. (ary)

Click to comment

Most Popular

To Top