Isunya Jitu, Peluang Menang Besar – Palopo Pos
Utama

Isunya Jitu, Peluang Menang Besar

* Prediksi Pengamat Politik Kalau 3 Paslon di Pilwalkot

PALOPO — Tiga bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Palopo telah mendaftar ke KPU. Judas Amir-Rahmat Masri Bandaso (JUARA) dan Akhmad Syarifuddin-Budi Sada (Ome-Bisa) dari segi dukungan partai politik tidak ada masalah. Mereka hampir pasti ditetapkan sebagai pasangan calon tanggal 12 Februari 2018, mendatang. Sedangkan Buya-Togelangi masih menunggu tanggal 5 Februari. Ia yang maju jalur independen masih harus menyetor 15 ribu lebih dukungan e-KTP ke KPU. Siapa yang berpeluang kalau pilwalkot Palopo diikuti 3 pasangan calon? Pengamat politik di Palopo mulai memberikan prediksinya.

Untuk diketahui, JUARA pada pendaftaran pasangan calon Rabu 10 Januari 2018, telah mengunci 20 kursi dari 9 koalisi partai besar. Sedangkan Ome didukung dua partai dengan lima kursi.
Partai yang mendukung bakal paslon JUARA, yakni, Golkar (4 kursi), PKB (3 kursi), PDIP (3 kursi), Demokrat (3 kursi),

NasDem (2 kursi), PAN (2 kursi), PPP (1 kursi), PBB (1 kursi), dan PKS (1 kursi). Sedangkan Ome-BISA didukung oleh Hanura dan Gerindra. Gerindra (3 kursi), Hanura (2 kursi). Buya-Togelangi yang maju lewat jalur independen dituntut untuk melengkapi kekurangan yang masih besar. Dukungan yang dinyatakan KPU tidak memenuhi syarat sebesar 7.643. Berdasarkan aturan jumlah kekurangan harus dilengkapi dengan jumlah dua kali lipat sehingga menjadi 15.286.
Dengan melihat koalisi parpol yang ada, para pengamat menilai petahana jelas di atas angin. Pada dasarnya, kata

akademisi Unanda yang merupakan kandidat doktor sosial politik Universitas Brawijaya, Kasmad Kamal, seluruh calon memiliki peluang untuk memenangkan pertarungan. Namun, dari ketiganya, incumbent atau petahana-lah yang paling memiliki peluang. Petahana yang dimaksud disini adalah yang merupakan pengambil kebijakan di Kota Palopo.

Hal ini tentunya sudah memiliki investasi sosial dan investasi lainnya sehingga dirinya lebih berpeluang. Kantong-kantong suaranya sangat jelas lantaran seluruh yang ada di pemerintahan itu merupakan anak buahnya yang merupakan pengambil kebijakan, ekonomi, sosial, bahkan seluruh lini.

Biasanya, kata dia, petahana di mana-mana telah memiliki tingkat keterpilihan hingga 40 persen. Masih ada 60 persen untuk calon lainnya, namun itu bisa saja direbut juga petahana sekian persen. Nah, jika pemilihannya diikuti oleh tiga kontestan, maka peluang petahana untuk memenangkan pertandingan itu sangat besar.

Akan tetapi, jika pasangan cuma ada dua, atau head to head, maka peluang keduanya sama-sama besar. Karena masih ada 60 persen voters yang diperebutkan. Apalagi, jika lawan politik mampu memainkan isu yang strategis. ”Tergantung juga dari isu yang dimainkan. Kalau isunya jitu, peluangnya pasti besar,” kata Kasmad Kamal, kepada Palopo Pos, kemarin.

Bagaimana dengan keberadaan partai? Dikatakannya, sesungguhnya partai memiliki pengaruh yang sangat kuat kalau mesin partainya efektif bekerja. Walau sebenarnya yang memilih ini adalah masyarakat bukan partai. ”Tapi, tetap besar pengaruhnya. Makin besar partai mendukung, peluang meraup suara akan lebih besar lagi. Tapi, itu tadi. Mesin partai harus bekerja keras,” katanya.

Direktur Komunikasi Hubungan Masyarakat Sawerigading Riset Centre (SRC), Adiwijaya Sahidin, kepada Palopo Pos, Kamis 11 Januari 2018, kemarin, menyebutkan bahwa kemenangan dari tiga pasangan yang ada bergantung dari kepekaan masing-masing tim calon. Siapa yang mampu menciptkan kondisi peluang, memengaruhi publik, maka pasangan itulah lebih berpeluang.

Diungkapkannya dengan tidak majunya HB tentu memengaruhi konstalasi yang ada. Apalagi, HB ini memiliki tingkat keterpilihan yang baik. Dimana memiliki loyalis dan basis massa yang cukup kuat. Mestinya, ketiga calon ini bergerak cepat merangkul HB. ”Tentunya akan lebih membuka peluang untuk memenangkan pilwalkot,” katanya.

Selain itu, lanjut Jaya, tentunya didukung dengan strategi yang canggih dan mampu operasional. Kemudian juga mesin partai bekerja secara optimal melalui tokoh partai dan relawan, penggalangan tokoh dan terpenting mampu memenangkan isu dan opini publik. “Saya kira jika ini mampu dimaksimalkan, maka pasangan yang ada lebih berpeluang,” sebutnya.

Berdasarkan data yang ada dari riset CRC beberapa waktu lalu, masih ada 50 persen pemilih mengambang yang nantinya diperebutkan. Sementara 30-an persen sudah dimiliki oleh pasangan Juara, 20-an persen itu dimiliki oleh pasangan Ome-Bisa.

Jika melihat dari kacamata partai, maka pasangan Juara yang lebih berpeluang. Didukung oleh 9 partai dengan jumlah kursi 20. Dimana ke-20 tokoh yang duduk di DPRD jelas memiliki basis dan massa. Tinggal bagaimana memaksimalkannya. Namun demikian, yang perlu dipahami dalam politik tidak ada hal yang pasti, kemungkinan selalu ada. Semua orang hanya mampu memprediksikan, jika ada yang memastikan A atau B, maka sebaiknya kembali belajar politik.

“Karena yang politik itu, ada yang namanya elemen-elemen, kejutan-kejutan politik, jadi intinya siapa yang mampu membuka kotak pandora kelemahan calon yang bisa memengaruhi posisi elektoral serta meningkatkan elektoralnya, dialah pemenangnya,” pungkas akademisi STISIP Veteran ini.

Sementaara itu, Akademisi Unhas asal Tana Luwu, Aswar Hasan, mengungkapkan bahwa pada saat para calon dinyatakan lolos, maka para pasangan ini memiliki peluang politik masing-masing. Tentunya hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Seperti basis massa, ketokohan, persepsi positif, dukungan finansal.

“Siapa yang memliki ini, memiliki kekuatan politik yang lebih besar, kekuatan politik inilah yang membuka peluang,” ungkapnya.

Nah, kata dia, bagaiamana memperbesar peluang ini, di sinilah fungsi dari kampanye memperbesar dan mempertinggi persepsi politik, apakah persepsi positif bagi diri pasangan maupun persepsi negatif bagi lawan politik. Karena persepsi inilah yang menghasilkan keputusan politik di bilik suara.

“Itu semua bagaimana mengatur strategi, siapa yang jitu memainkan isu, maka merekalah yang lebih berpeluang,” sebutnya. (ich/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top