Mengabdi dengan Kerja Ikhlas – Palopo Pos
FEMALE

Mengabdi dengan Kerja Ikhlas

* Nirwana Laguna, S.ST, Pengurus Ikatan Bidan Indonesia Palopo

MENYUSURI jalan terjal dan jurang di malam gelap gulita untuk membantu persalinan seorang ibu di wilayah terpencil merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Hanya dengan penerangan lampu pelita dan niat yang tulus semuanya adalah bentuk perjuangan dari kerja ikhlas.

Hal itulah yang menjadi pengalaman yang tak bisa dilupakan begitu saja dari ingatan Nirwana Laguna. Ia seorang bidan yang saat ini bertugas di Puskesmas Benteng, Kota Palopo. Sosok female kita ini seorang bidan yang sudah malang melintang menjalani pengabdiannya selama 15 tahun.

Banyak suka dan duka yang telah Wana jalani, begitu ia akrab disapa. Bidan cantik ini mengaku pengalaman yang paling berkesan saat dirinya bertugas di wilayah terpencil yang sangat minim fasilitas, yakni daerah Battang Barat yang kala itu belum ada listrik. Apalagi di daerah rawan longsor.

”Kalau suka duka selama menjadi bidan itu banyak. Tapi, yang paling berkesan itu ketika kita ditugaskan di daerah yang minim fasilitas,” kisah ibu dari dua anak ini, kepada Palopo Pos, saat ditemui di Auditorium Saokotae pada acara Rakercab Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Jumat 12 Januari 2018.

Waktu itu, lanjut istri Ahmad Haring, ia ditugaskan di daerah Battang Barat. Kebetulan ada ibu yang mau melahirkan. Jaraknya sangat jauh, mana belum ada listrik. Hujan deras juga longsor menuju fasilitas untuk merujuk. Belum lagi rumah warga yang di atas gunung.

”Saya ke sana cuma pakai pelita, karena lilin tidak ada. Meski takut dan cemas, namun pasien harus cepat ditangani. Semuanya penuh perjuangan. Satu kepuasan dan rasa syukur kala itu ibu dan bayi lahir selamat dan sehat,” cerita Wana.

Siapa bidan ini? Nirwana lahir di Palopo tanggal 3 Mei 1982. Ia ibu dari dua orang anak hasil perkawinannya dengan Ahmad Haring. Anak pertamanya bernama Qeyzha Putri Ahmad
dan Atiqah Meydina Ahmad. Menurutnya, ibarat kata meskipun tidak dibayar asal ibu dan bayi selamat, itu adalah bentuk kesyukuran kami dalam bertugas mengabdi di masyarakat.

”Begitupun ketika saya bertugas di daerah pesisir. Selalu banyak suka dan duka. Tapi kembali lagi kita harus selalu ikhlas dalam bekerja, apalagi menolong. Intinya dalam melakukan apapun itu ikhlas saja dulu, selanjutnya biar Allah yang mengaturnya,” ujarnya.

Wana mengungkapkan, selama 15 tahun menekuni profesinya sebagai seorang bidan, dirinya merasa nyaman dan menikmatinya.

”Jika ditanya lebih banyak suka daripada duka. Selama kita menikmati dengan ikhlas pekerjaan jadi bidan. Menolong ibu yang mau melahirkan itu sudah merupakan tugas suci seorang bidan, sebagai penyelamat seluruh wanita,” sebutnya bijak.

”Kalau sukanya dulu itu waktu tugas di wilayah pegunungan di saat musim buah banyak warga yang bawakan buah durian dan buah-buahan lainnya. Dan waktu tugas di wilayah pesisir banyak yang kasi ikan,” jelasnya sambil tertawa.

Untuk itu, dalam menjalani profesinya, isteri dari Ahmad Haring
ini memiliki visi yakni menjadi bidan profesional, berkarakter, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, bertanggung jawab terhadap profesi, tanggap terhadap IPTEK dan pelayanan kebidanan.

Sedangkan misinya memberikan pelayanan yang nyaman, aman dan berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat terkhusus ibu, bayi, dan balita.
Juga memiliki etika moral dan berakhlak mulia tanpa membedakan antar miskin kaya, suku, dan agama.
Mendukung pemerintah dalam program-program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak serta menurunkan angka kematian.(rhm/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top