Satu Perempuan Terlibat – Palopo Pos
Ragam

Satu Perempuan Terlibat

* Sudah Tiga Diamankan, Terduga Pembunuh Buruh Bangunan Sempat Mangkal di Rumah Kos

PALOPO — Sudah tiga terduga pembunuh Takdir, 32 tahun, buruh bangunan yang diamankan tim Jatanras Polres Palopo. Kemarin, polisi berhasil meringkus dua orang terduga. Satunya perempuan. Ia diduga terlibat dalam insiden maut tersebut.

Pemicunya cukup sepeleh. Katanya, gara-gara terduga AY ketika nyeberang jalan, korban yang satu alamat sempat menghampirinya. Pengakuan AY ke polisi, ia disambar pakai motor oleh korban. Hal inilah yang bikin pacar AY inisial Y naik pitam. Sangat marah. Sehingga, terjadilah adu jotos. Saat Y dan korban kelahi, AY ke rumah kos “RRR” memanggil teman-temannya yang lain.

“…Siniko-siniko…”. Teriakan perempuan AY yang berusia 30 tahun terdengar oleh teman-temannya yang sedang asyik menenggak miras di kamar nomor 7. Mereka melihat temannya Y sedang terlibat perkelahian hebat dengan Takdir (alm). Tanpa banyak tanya lagi, mereka kemudian ikut mengeroyok korban hingga sekarat di lokasi kejadian.

Namun, terduga AY dan AD, 29 tahun, tidak lama menghirup udara bebas. Kemarin, keduanya yang sudah masuk target penangkapan langsung dibekuk tim Jatanras yang dipimpin kasat Reskrim Polres Palopo.

Tepat pukul 17:15 Wita, dua pelaku yang sealamat dengan korban, yakni di Lorong Gotong Royong RT 02/RW 01 Kelurahan Malatunrung, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo dibekuk. AD dibekuk di rumah keluarganya di Kelurahan Malatunrung.

Pelaku sempat kabur lewat pintu belakang. Saat rumah tempat AD bersembunyi digerebek polisi. Namun, karena kesigapan polisi yang sudah berada di setiap sudut rumah, AD akhirnya dibekuk tanpa perlawanan.

Mendengar AD telah dibekuk, salah seorang pelaku yakni inisial AY tertekan. Ia akhirnya meminta orangtuanya mengantarkan dirinya ke Mapolres Palopo untuk menyerahkan diri ke polisi.

Sebelumnya, kurang dari 24 jam, Satreskrim Polres Palopo telah membekuk IL alias CW, 23 tahun. Pelaku ditangkap Jatanras Satreskrim Polres Palopo di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Kamis 11 Januari 2018, lalu, pukul 14:35 Wita.

Jadi, tiga dari 7 terduga pembunuh Takdir, 32 tahun, warga Lorong Gotong Royong RT 02/RW 01, Kelurahan Malatunrung, sudah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Jumat 12 Januari 2018, kemarin.

Sementara empat pelaku lainnya sementara dalam pengejaran polisi. Mereka adalah Y, AR, HD, dan satu pelaku lainnya yang keterlibatannya masih didalami polisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden maut itu terjadi Kamis 11 Januari 2018, pukul 02:30 Wita, dini hari, di jalan poros Perumahan Nyiur, masuk Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara Timur. Kelurahan tersebut berbatasan dengan Malatunrung.

Korban disebutkan dikeroyok tujuh pelaku. Di tubuhnya penuh dengan luka. Ada 12 luka seperti bekas tikaman dari benda tajam.

Lokasi kejadian tepat di depan Lapangan Futsal Mahakam, Jalan Andi Mappanyompa (Poros Nyiur) Kota Palopo. Sebelah kiri kalau mau ke Perumahan Nyiur. Di sekitar lokasi, ada beberapa unit rumah. Ada juga warung yang menjual barang campuran. Saat insiden maut terjadi, suasana memang sepi.

Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardi Yusuf, malam tadi, mengatakan,
dari keterangan tiga pelaku yang sudah dibekuk, para pelaku melakukan tindakan pembunuhan setelah melihat AY disambar oleh korban menggunakan kendaraan roda dua saat menyeberang jalan. Melihat kejadian tersebut, kata kasat, pacar AY inisial Y naik darah. Ia pun melakukan perkelahian dan dibantu oleh rekannya AD dan CW serta rekan lainnya yang masih dalam pengejaran polisi.

Para terduga nekat menghabisi nyawa korban dengan menggunakan barang tajam berupa gunting, badik, dan batu bata. ”Mereka memang baru saja minum minuman keras,” ucap kasat.

Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi mengamankan barang bukti sejumlah batu bata atau batu merah yang digunakan pelaku, sementara gunting dan badik belum didapatkan.

Lanjut kasat Ardi Yusuf, empat orang pelaku masih dalam pengejaran. Para pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. “Jumlah pelaku yang sempat diidentifikasi sebanyak tujuh orang. Jadi saat ada suara mengatakan siniko-siniko dari AY, ada empat orang yang turut serta membantu, melakukan pembunuhan,” ucapnya.

Kasat Reskrim menambahkan, pelaku AD menggunakan gunting untuk menusuk korbannya dan CW menggunakan badik di area punggung sebanyak tiga kali. “Jadi ada dua pelaku yang kita identifikasi sesuai keterangan saksi bahwa satu pelaku menggunakan gunting dan satu menggunakan badik,” pungkasnya.

RUMAH KOS ”RRR” DIKELUHKAN WARGA SEKITAR

Saksi yang kebetulan penjual di sekitar lokasi kejadian sebelum terjadi pengeroyokan mengaku melihat para pelaku muncul dari sebuah rumah kos di sekitar tempat kejadian perkara.

Oleh warga sekitar rumah kos tersebut diberi nama ”RRR”. Rumah kos ini milik Bobby atau yang lebih dikenal warga sekitar dengan panggilan Baba. Ia sendiri tinggal di daerah perumahan Hartaco.

Menurut penuturan warga yang juga pemilik kos Centro, yang kebetulan berhadapan rumah kos RRR, kepada Palopo Pos, mengatakan, jika kos tersebut kerap membuat masalah. Bahkan, oleh warga sekitar beberapa kali melakukan teguran, tetapi tetap tidak dihiraukan.

Masalah yang kerap terjadi dari kos RRR, kata pemilik kos Centro yang enggan disebutkan namanya, seringnya banyak anak muda kadang minum di depan kos. Bahkan, di pinggir jalan sambil ribut dan menganggu orang lewat.

“Sudah sering ditegur, bahkan anak Pak Waka yang tetangga juga sudah menegur, tetapi tetap tidak dihiraukan. Bahkan pernah ada orang yang kos di dalam keluar mengancam warga sambil membawa parang,” terangnya.

Ditelusuri lebih dalam, para pelaku penganiayaan yang keluar dari kos RRR berasal dari kamar 7. Kamar tersebut dihuni oleh 2 orang perempuan. Salah satunya dari Belopa. Hal tersebut dikatakan penghuni kos di kamar nomor 10. “Saya kurang tahu juga kejadian malam itu. Karena, saya sudah tidur. Datangka jam 10 malamnya langsung istirahat,” tuturnya.

Di rumah kos ”RRR” terdapat 12 kamar. Penghuninya cowok dan cewek. Bahkan, ada yang lebih dari 1 orang alias kos bareng, seperti penyewa di kamar nomor 7 tersebut.

Pihak Kelurahan SalekoE bersama Babinsa dan Bhabinkamtimas pasca kejadian tersebut, telah memanggil pemilik kos RRR atas nama Bobby. Dalam pertemuan yang dilakukan, Kamis 11 Januari 2018, lalu, pemilik kos di hadapan Kepala Kelurahan SalekoE, Andi Muh. Asnawi Sari, Babinsa Serma Yohanes Mesakh, Bhabinkamtimas setempat, dan dari Polsek Wara menandatangani surat pernyataan bermaterai.

Yang isinya, kata Kepala Kelurahan SalekoE Andi Muh. Asnawi Sari adalah jika terjadi keributan atau sesuatu hal yang menganggu ketertiban warga sekitar, maka izin dari rumah kos akan dicabut.

Pemilik kos, lanjutnya, juga dihimbau agar membuat aturan rumah kos, yang melarang penghuni kos lebih dari 1 orang. Terus dilarang membawa orang yang bukan muhrim ke dalam kamar, dilarang membawa minuman alkohol dan berbuat keributan. (ded-idr/ary)

 

Click to comment

Most Popular

To Top