Pamer Baju Adat dari Kulit Kayu – Palopo Pos
FEMALE

Pamer Baju Adat dari Kulit Kayu

* Kristina Pata’bi, Pegawai Dinas Pariwisata Lutra

KIRAB budaya dalam rangka mattemmu taung yang dilakukan mulai dari Lapangan Pancasila sampai ke Istana Kedatuan Luwu menjadi sangat berkesan bagi female kita ini.

Kenapa? Dirinya didaulat oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu Utara untuk mengenakan baju adat Suku Rampi. Ya, tubuhnya dibungkus baju ada yang terbut dari kulit kayu.

Kepada Palopo Pos saat ditemui di tribun Lapangan Pancasila, Kris, sapaan akrabnya, menuturkan, proses pembuatan baju kulit kayu ini membutuhkan waktu cukup lama. Sekira 4 bulan dengan cara “ditumbuk-tumbuk” sampai tipis dan lentur.

Selanjutnya, untuk proses pewarnaan juga menggunakan bahan alamai dari kulit kayu yang direndam beberapa hari.

Sehari-hari bekerja sebagai staf di dinas pariwisata, tentunya menjadi tantangan bagi Kris untuk gencar mempromosikan potensi pariwisata di Luwu Utara. Salah satunya baju dari kulit kayu ini. “Saya merasa bangga bisa memakai baju bersejarah ini,” ujarnya.

Baju tersebut, lanjutnya kerap kali juga dipakai Puteri Indonesia dan Puteri pariwisata asal Sulsel. Bahkan pernah mendapat juara kategori kostum di ajang pemilihan Puteri Indonesia.
Siapa Kris? Kristina Pata’bi

lahir di Batustanduk, 17 Desember 1979. Ia anak dari pasangan Yohanes Pata’bi dan Norma Kande.
Menurut Kris, potensi pariwisata di Tana Luwu harus terus dikembangkan dan dipromosikan. Event-event kebudayaan seperti mattemmu taung harus lebih baik lagi, sehingga menarik wisatawan.

”Sungguh acara kirab yang saya ikuti sangat berkesan. Bahkan banyak peserta kirab dari anak suku lain meminta berfoto. Mungkin karena keunikan dari baju kulit yang Saya pakai,” ungkap perempuan kelahiran 1979 ini. (idr/ary)

BIODATA

Nama: Kristina Pata’bi, SE
TTL : Batustanduk, 17 Desember 1979
Alamat : Masamba
Ayah: Yohanes Pata’bi
Ibu : Norma Kande
Hobby: Menari, Senam, Menyanyi
Pekerjaan: Staf Dinas Pariwisata Pemkab Luwu Utara

Click to comment

Most Popular

To Top