Tiga Wanita Cantik Pesakitan – Palopo Pos
Kriminal

Tiga Wanita Cantik Pesakitan

* Terlibat Pengeroyokan di Jalan Lingkar

PALOPO— Ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Palopo tiba-tiba ‘kinclong’, Rabu, 24 Januari 2018 siang menjelang sore kemarin. Itu atas keberadaan tiga wanita cantik yang menjadi pesakitan atas kasus pengeroyokan di Jalan Lingkar Tanjung Ringgit, Palopo, November 2017 lalu.

Ketiga wanita tersebut masing-masing Mutiara alias Tiara (18), Anita Ansar alias Anita (18), dan Lilis Paelongan alias Iis (20). Mereka jadi terdakwa penganiayaan secara bersama-sama terhadap seorang wanita bernama Yuni Mandasari alias Sari yang mengakibatkan korban mengalami luka serius pada beberapa bagian tubuhnya.

Dari kejadian tersebut korban melaporkan ke pihak kepolisian Polres Palopo, sehingga ketiganya dilakukan penangkapan. Ketiga terdakwa kini menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Palopo, Rabu kemarin. Perkaranya ditangani majelis hakim yang diketuai Arief Winarso SH didampingi Raden Nurhayati SH dan Beauty D Simatauw SH membuka sidang sekitar pukul 15.00 wita.

Jaksa Penuntut Umum(JPU), Erlysa SH dipersilahkan majelis hakim membacakan dakwaanya di hadapan ketiga terdakwa. Dijelaskan JPU bahwa ketiga terdakwa melakukan perbuatan penganiayaan kepada korban Yuni Mandasari pada bulan November 2017 lalu. Bertempat di jalan Baru Tanjung Ringgit, Kecamatan Wara Timur.

Berawal dari adanya permasalahan antar ketiga terdakwa dengan korban Sari, sehingga teman korban bernama Sartika dan Hafid ingin membantu menyelesaikan. Kemudian temannya tersebut membawa korban ke rumah kost yang mana merupakan kost dari ketiga terdakwa dan juga korban.

Setelah korban datang untuk membicarakan permasalahan yang terjadi malah ketiga terdakwa bertengkar mulut dengan korban. Karena tidak mau ada keributan di kost, para terdakwa membawa korban ke jalan Baru Tanjung Ringgit. Sesampainya di Tanjung Ringgit dan korban baru turun dari motor, terdakwa Mutiara langsung memukul korban menggunakan helm.

Para terdakwa lainnya juga langsung memukul pada bagian kepala dan kaki serta belakang korban hingga korban terjatuh dan menangis. Selain itu, para terdakwa memaksa korban dan menarik bajunya untuk dibuka tetapi korban bertahan untuk tidak mau membukanya. Tak lama kemudian ada ada warga melihat dan akhirnya melerai kejadian itu.

Setelah jaksa membacakan dakwaan, majelis hakim meminta apakah saksi dihadirkan. “Bagaimana jaksa apa saksi ada,” tanya hakim ketua. Jaksa mengatakan ada saksi korban dan tiga saksi lainnya.
Dari keterangan saksi korban Sari, mengungkapkan di hadapan majelis hakim bahwa awal memang ada permasalahan. Sehingga dirinya ingin menyelesaikan permasalahan itu secara baik-baik. Akan tetapi malah ketiga terdakwa melakukan tindakan pengeroyokan dan menganiaya dirinya.

“Permasalahan itu sebenarnya, saya dituduh mereka (para terdakwa) katanya menyebarkan cerita kepada orang lain tentang kejelekan mereka. Padahal saya tidak pernah mengatakan seperti itu, dan saya juga tidak tahu apa-apa,” kata korban.

Lanjut korban, saat dirinya dibawa ke Jalan Lingkar Tanjung Ringgit oleh ketiga terdakwa dan juga ada teman lainnya. Para terdakwa langsung memukulnya menggunakan helm, tangan, dan juga menendang hingga dirinya terjatuh.

“Saya sampai saat ini masih merasakan sakit di bagian kepala dan juga sementara masih berobat jalan,” ujarnya.

Yang jelas dari keterangan saksi korban tersebut para terdakwa membenarkan dan para terdakwa pun juga memberikan keterangan di hadapan persidangan. Dari keterangan para terdakwa mengakui secara benar bahwa melakukan tindakan pengeroyokan kepada korban. Dari ungkapan korban dan para terdakwa kasus ini sudah dilakukan perdamaian antara korban dan para terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan untuk mendengarkan tuntutan dari jaksa. Ketiga terdakwa diancam pidana dalam pasal tunggal yaitu pasal 170 ayat 1 KUHP. (udy/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top