Hadirkan Pelayanan Prima – Palopo Pos
FEMALE

Hadirkan Pelayanan Prima

* Andi Sophia Anggraeni, S.IP, Seklur Tamarundung

CERITANYA mengalir. Cukup santai. Orangnya juga peramah. Ramah sekali. Sambil memesan jus leci ke pelayan, PNS muda Kota Palopo ini sangat lincah menerangkan tugas-tugasnya sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan di Kelurahan Tamarundung.

Sudah menerangkan apa yang menjadi tugas-tugasnya di kantor setiap hari, sesekali dirinya berbagi ilmu tentang seni dalam menjalankan pemerintahan. Maklum, perempuan yang lahir di Palopo tahun 1993 adalah alumni IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) tahun 2015.

Sebelum membahas seni dalam menjalankan roda pemerintahan, female bernama lengkap Andi Sophia Anggraeni, S.IP, bicara panjang lebar soal tugas-tugas kesehariannya di Kelurahan Tamarundung. Di kelurahan Tamardundung, ia sudah dipercaya membantu Walikota Judas Amir sebagai sekretaris kelurahan Tamarundung. Kalau bahasa kerennya seklur.

Di sini, kata dia, pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik. Masyarakat sebagai yang dilayani kebutuhannya, atau pihak lain yang juga berkepentingan dalam kegiatan pelayanan publik. ”Tugas seorang aparatur sipil negara salah satunya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terutama bagi yang berada di lingkup pemerintahan kelurahan sebagai garda terdepan pelayanan publik,” ujar Andi Sophia.

Pesan jus sudah tiba. Ia lalu menikmati jus yang ada di depan. Cerita kembali berlanjut. Dikatakan, sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat bawah, ia bersama ASN di Kelurahan Tamarundung berupaya memberi pelayanan prima kepada masyarakat. ”Masyarakat yang mendapat pelayanan prima seperti ini, tentu sangat gembira. Ini yang kita harapkan,” ucapnya. ”Ini saya kira tujuan yang dilakukan,” lanjutnya.

Sebagai Sekertaris Kelurahan Tamarundung, Kecamatan Wara Barat, kesehariannya dihabiskan di depan meja untuk melayani masyarakat Tamarundung. Sebagai seklur tentu banyak tugas pokok yang harus dikerjakan dan diselasaikannya.

“Posisi yang saya emban sebagai pelayan masyarakat, harus dilakukan secara maksimal. Dengan memberikan pelayanan prima ke masyarakat khususnya di wilayah kerja saya di Tamarundung,” paparnya.

Dirincikan beberapa tugas yang dilakukan. Misalnya, membuat laporan keuangan, laporan administrasi dan laporan kepegawaian. Pelayanan kepada masyarakat yang diterapkan di kelurahan hanya bersifat pengantar. Seperti membuatkan surat pengantar untuk warga yang ingin mengurus administrasi kependudukan. “Kami buatkan surat pengantar untuk warga kalau mau urus KK, KTP, Akte Kelahiran dan kematian, keterangan tidak mampu dan lainnya,” tambah gadis berusia 25 tahun ini.

Di posisinya saat ini, kata dia, akan melakukan revolusi pelayanan yang berbasis internet kepada masyarakat.
Siapa Andi Sophia? Sejak SD hingga melanjutkan pendidikan di IPDN, dia sudah berprestasi dalam bidang olahraga. Olahraga yang digeluti adalah tenis lapangan. Sejak kelas V SD sampai sekarang masih tetap rutin mengikuti lomba. Beberapa kejuaraan sudah pernah dicicipinya.

Mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Selama tiga tahun berturut-turut berhasil meraih medali emas pada olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan cabor tenis tunggal putri. Juga pernah meraih juara dua pada kejuaraan tenis HUT Korpri di Makassar. “Dari tahun 2013 sampai 2015 saya berhasil meraih juara dan saat itu bertanding di Bandung,” papar Sophia.

Andi Sophia adalah anak dari pasangan Kaso Baham Andi Baso dengan Nining Andi Kaso. Ayahnya seorang pegawai Lapas dengan jabatan sebagai kepala pengamanan Lapas Palopo. Ia alumni SD 80 Lalebbata tahun 2005, SMPN 1 Palopo tahun 2008, SMAN 3 Palopo tahun 2011, dan IPDN Jatinangor tahun 2015.

Setelah lulus IPDN memang langsung terjun ke pemerintahan. Semua tentang ilmu pemerintahan sudah dipahami. Mulai dari dasar hingga tingkat tertinggi. Bagaimana tidak, sebelum dirinya lulus sudah diberikan amanah langsung turun ke lapangan. “Kami itu sebelum lulus memang sudah ditugaskan turun langsung ke pemerintahan untuk berinteraksi langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Dipaparkannya, ada tiga metode pendidikan yang diterapkan selama belajar di IPDN. Pertama, pengajaran seperti teori ilmu pemerintahan, kedua pelatihan dimana di situ diajarkan bagaimana seni dalam berbirokrasi dan yang ketiga pengasuhan yaitu bagaimana membentuk karakter tiap individu.

Ketika ditanya cita-cita ke depan, ia berharap tembus posisi eselon I dalam pengembangan karirnya sebagai ASN.
”Tidak menutup kemungkinan. Semua kembali kepada kita,” ujarnya.

Di akhir ceritanya, ia membagi tips and trik yang dilakukannya hingga bisa seperti sekarang ini. “Selalu berpikir positif. Percaya diri dan yakin sama Allah. Kemudian doa ibu, patuh kepada orang tua serta jadi diri sendiri,” kuncinya. (udy/ary)

BIODATA

Nama                              : Andi Sophia Anggraeni, S.IP

Agama                            : Islam

Jabatan                           : Seklur Tamarundung

TTL                                 : Palopo, 15 Oktober 1993

Hobi                                : Membaca, Tenis Lapangan

Pendidikan  

– SD  80 Lalebbata tahun 2005

– SMPN 1 Palopo    tahun  2008

– SMAN 3 Palopo    tahun  2011

– IPDN Jatinangor  tahun  2015

Orang Tua

-Bapak                          : Kaso Baham Andi Baso, Sos, SH, MH,

-Jabatan                        : kepala pengamanan Lapas Palopo

-Ibu                               : Nining Andi Kaso  -Pekerjaan  : Wiraswasta

Saudara

-Andi Istiqamah, SH

-Andi Moh Indrio Juristio

 

Click to comment

Most Popular

To Top