Satu Nomor Beralamat Medan – Palopo Pos
Kriminal

Satu Nomor Beralamat Medan

* Terkait Kasus IRT Tertipu Penelepon Gelap

PALOPO— Penelepon gelap atau telepon penipuan hanya membuat resah masyarakat, khususnya masyarakat Kota Palopo. Sayangnya, PT Telkomsel Palopo kurang terbuka ketika hendak dimintai identitas 7 nomor ponsel milik si penipu.

Apa alasannya? Karena identitas pemilik telepon tidak untuk konsumsi publik. Hal ini ditegaskan salah seorang staf Telkomsel Palopo, Nurhidaya Rusdin, Jumat 9 Februari 2018 siang kemarin.

Selain itu, kata Nurhidaya, nomor si penipu sulit dideteksi karena nomor yang digunakan terkadang tidak diregister, apalagi nomor alamat luar sudah banyak diperjualbelikan di Kota Palopo. Misalnya, nomor kode wilayah Jakarta sudah banyak di Kota Palopo.

“Jadi disamping menjamurnya kartu isi ulang di pasaran, sudah banyak kartu perdana dengan kode wilayah lain yang dijual di Palopo,” katanya.

Kendati demikian, Nurhidaya sedikit menambahkan bahwa dari tujuh nomor pelaku, nomor ponsel pelaku 0812-699-57-773 merupakan alamat Kota Medan, sedang 0853-624-66-536 sudah tidak aktif. “Cukup data ini yang saya berikan,” katanya.

Untuk diketahui, pada Rabu 7 Februari 2018 lalu, seorang Ibu Rumah Tangga (Irt) bernama Sumiaty (45), warga Jalan DR Ratulangi, Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, ditipu oleh pelaku yang mengaku anggota kepolisian dari Polres Palopo. Si penelpon gelap itu meminta uang tebusan Rp10 juta dan pulsa setelah berpura-pura menangkap putra ibu tadi karena narkoba.

Untungnya, uang Rp10 juta tidak melayang. Ibu tersebut hanya mengirim pulsa senilai Rp600 ribu. Ada enam nomor berbeda yang dikirimi pulsa, masing-masing Rp100 ribu. Nomor ponsel pelaku diantaranya 0812-699-57-773, 0853-624-66-536, 0822-609-63-879, 0821-606-52-243, 0852-619-60-220, 0812-435-22-626 masing-masing nomor korban mentrasfer pulsa Rp100 ribu. Pelaku juga menggunakan nomor 0823-705-76-994. (him/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top