Dandim: Kalau Genting, TNI Turun Tangan – Palopo Pos
Utama

Dandim: Kalau Genting, TNI Turun Tangan

* Latihan Pengamanan Pilkada, 30 Kostrad ‘Free Fall’ di Gaspa

PALOPO — Pilkada Luwu dan Palopo benar-benar jadi perhatian anggota TNI dari Kostrad. Mereka siap membackup kepolisian mengawal jalannya pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Sebagai pemanasan, 30 pasukan Kostrad latihan free fall (jatuh bebas) dari udara di Lapangan Gaspa Palopo. Kata Dandim 1403 Sawerigading Letkol Inf M Imasfy, mereka bergerak kalau keadaan sudah genting.

Komando Strategis Angkatan Darat atau biasa disingkat Kostrad adalah bagian dari komando utama tempur yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Hari ini, pasukan Kostrad akan unjuk kebolehan di Lapangan Gaspa, Kota Palopo, Senin 12 Februari 2018, pukul 07:00 Wita. Sebanyak 30 pasukan disiapkan untuk melakukan latihan terjun payung atau latihan para raider tri kostrad. Pasukan tersebut naik di atas pesawat Hercules milik TNI di Makassar kemudian mereka akan terjun bebas di Kota Palopo.

Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Inf M Imasfy, mengatakan latihan ini untuk pemulihan kemampuan bagi prajurit TNI yang akan berlangsung pagi hingga siang hari. “Nantinya satu persatu prajurit akan jumping (melompat) dari pesawat kemudian melayang-layang menggunakan parasut di atas Lapangan Gaspa,” kata Letkol Imasfy, kepada Palopo Pos, di rumah jabatannya, Minggu 11 Februari 2018, kemarin.

Didampingi Kasi Ops Brigade Kostrad, Mayor Inf Faisal, Imasfy menambahkan bahwa latihan ini akan berlangsung selama dua pekan. Mulai 12 hingga 25 Februari 2018 mendatang. Dan semua pasukan akan melakukan terjun militer free fall dari pesawat terbang dan terjun. “Saya sangat apresiasi. Ada lima perwira TNI, termasuk Mayor Faisal yang akan terjun payung. Tidak ada larangan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung terjun payung di Lapangan Gaspa. Kami persilakan masyarakat datang saja,” tandas pengganti Letkol Kav Cecep Tendi Sutandi ini.

PASUKAN CADANGAN

Dandim menambahkan, ia juga sudah menyiapkan Kostrad sebagai pasukan pengamanan cadangan dua dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berlangsung di Luwu Raya meliputi Kota Palopo dan Kabupaten Luwu. “Pemilihan kepala daerah pada Juni 2018. Sejalan dengan ini, situasi dan kondisi di Luwu Raya saat ini tetap aman dan terjaga. Dan latihan terjun payung ini merupakan bagian dari latihan pengamanan pilkada,” kata Imasfy.

Kepada masyarakat diingatkan agar jangan mudah terprovokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Bila terjadi gesekan, selesaikan dengan kepala dingin. Jangan merusak apalagi merugikan orang lain. Dandim juga mengaku siap menghadapi kemungkinan yang terjadi dan selalu siap melakukan tugas pengamanan membantu kepolisian.

“Tak lupa saya juga berpesan kepada masyarakat atau tim sukses agar tidak macam-macam apalagi ingin mengacaukan Pilkada. Mari bersama mensukseskan pilkada serentak di Kota Palopo dan Luwu,” imbuhnya.

Lanjut dandim, dengan kehadiran pasukan Kostrad di Kota Palopo merupakan bagian dari pengamanan dua Pilkada serentak untuk wilayah Kodam Hasanuddin, Sulsel. “Pasukan pengamanan dua ini bisa dikerahkan jika memang sangat memungkin,” katanya.

Jelasnya, soal pengamanan awal diserahkan ke kepolisian. ”Tapi kalau sudah genting sekali kita (TNI) akan turun tangan,” tegasnya.

Selain itu, akan selalu terbuka terhadap laporan terkait ada tidaknya prajurit yang terindikasi berpihak kepada peserta pilkada. “Kalau ada anak buah saya yang terlibat tolong sampaikan namanya, pangkat dan apa yang dilakukannya. Saya pasti tindaklanjuti,” tandasnya. (him/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top