Insentif Ratusan Guru Ngaji Naik  – Palopo Pos
Metro

Insentif Ratusan Guru Ngaji Naik 

-Wali Kota: Motivasi Anak Agar Rajin Ngaji!

PALOPO — Insentif guru ngaji di Kota Palopo naik dari tahun sebelumnya. Dimana tahun 2017 yang lalu, insentif guru ngaji diberikan Rp150 Ribu per bulan. Namun di tahun 2018 naik menjadi Rp250 Ribu per bulan yang diterima per triwulan.

Bertempat di Indoor Saokotae, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir menyampaikan pesan kepada guru mengaji agar betul-betul berniat dengan sungguh-sungguh dalam memberantas buta aksara Alquran serta menjadikan anak-anak di Kota Palopo menjadi generasi qurani yang soleh dan soleha.

”Saya menginginkan agar seluruh guru ngaji di Kota Palopo dengan niat yang tulus dalam mengajarkan anak-anak baca tulis Alquran, dan juga memakmurkan masjid. Jangan sampai masjid di Kota Palopo kosong,” pesan Wali Kota usai menyerahkan insentif kepada para guru ngaji se Kota Palopo, Minggu 11 Februari 2018.

Orang nomor satu di Kota Palopo ini juga mengimbau agar para guru ngaji dapat memotivasi para anak untuk mendapatkan ajaran mengaji. Juga mengingatkan kepada imam masjid lebih aktif dalam membina umat.
Karena itu pemerintah mengupayakan sertifikat semua tanah masjid di Kota Palopo,” sebutnya lagi.

Sementara itu, Kabag Kesra Budiman Sulaiman, S.Sos menjelaskan, penyaluran pembayaran insentif guru ngaji seluruh kecamatan se Kota Palopo berjumlah kurang lebih 700 orang diterima yakni per triwulan. Yakni mulai Januari, Februari, dan Maret.

”Seperti kita lihat di tahun 2017 yang lalu insentif yang diberikan hanya Rp150 Ribu untuk guru mengaji dan iman masjid. Tetapi di tahun 2018 ada kenaikan yakni Rp250 Ribu per bulan. Jadi yang diterima sebanyak 3 bulan untuk guru mengaji dan imam masjid,” sebut Budiman kemarin.

Penyerahan simbolis penyaluran insentif guru ngaji dilakukan Asisten 1 Pemerintah Kota Palopo, Drs H Burhan Nurdin, M.Si kepada perwakilan dari masing-masing iman masjid, guru mengaji serta petugas syara.

Burhan Nurdin dalam sambutan singkatnya mengatakan, kita dapat melihat anak-anak tidak akan pintar mengaji di mesjid kalau bukan tanpa campur tangan guru mengaji, maka hasilnya tentu kurang maksimal.

”Jadi partisipasi guru mengaji dan imam masjid sangat besar manfaatnya bagi kita dan anak cucu kita,” tegasnya.
Sebelumnya, ratusan guru mengaji se Kota Palopo mengikuti Workshop Manajemen TPQ (Taman Pendidikan Quran) yang digelar di Auditorium Saokotae.

Tujuan workshop Manajemen TPQ ini diadakan untuk memberikan pembekalan kepada para guru mengaji dalam rangka peningkatan kapasitas guru untuk menunjang pelaksanaan tugasnya. Hal ini upaya peningkatan kualitas pendidikan baca tulis Alquran telah dibuktikan melalui pemberian insentif kepada guru mengaji se Kota Palopo sejak 2016 lalu.

Sejalan dengan hal itu, kiranya sistem pembelajaran di TPQ tidak terpaku pada pola konvensional melainkan perlu pengembangan inovasi atau metode pembelajaran yang mudah dicerna, dipahami dan dipraktekkan oleh anak-anak kita. Serta kepedulian terhadap program baca tulis Alquran dapat dilakukan sejak dini oleh generasi potensial.

Untuk diketahui, jumlah guru ngaji di Kota Palopo Guru sebanyak 700 orang yang diberi insentif setiap bulannya yang pembayarannya dirapel setiap triwulan.(rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top