‘Komandan’ Tegas Tolak Jurkam di Pilgub Sulsel – Palopo Pos
Utama

‘Komandan’ Tegas Tolak Jurkam di Pilgub Sulsel

BELOPA — Syahrul Yasin Limpo pernah jadi ketua DPD I Partai Golkar. Pernah mengendarai partai ‘beringin’ saat rival terberatnya yaitu Ilham Arief Sirajuddin.

Pada kepengurusan baru Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartatro, SYL ditunjuk sebagai ketua bidang kerawanan sosial DPP Partai Golkar. Masuk ke Golkar harapannya supaya bisa memenangkan NH-Aziz di pilgub Sulsel. Tapi apa daya. ‘Komandan’–sapaan akrab–mantan bupati Gowa dua periode ini, menolak tegas masuk jadi juru kampanye (jurkam).

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menyatakan dengan tegas tidak akan menjadi juru kampanye terhadap siapapun calon di Pilkada Serentak 2018. Hal tersebut dikatakan Ketua APPSI usai menghadiri perayaan HUT ke-12 Kota Belopa, Sabtu 10 Februari 2018. “Tidak..! Tidak dek,” ujarnya singkat saat ditanyakan kesiapannya menjadi jurkam NH-Aziz di pilgub Sulsel.

Apa alasannya? SYL lebih memilih bungkam. Ia lalu bergegeas menaiki kendaraan yang telah terparkir di lobi tribun tempat acara perayaan.

Sebelumnya, lewat berbagai kesempatan yang lalu, ia memang telah menyatakan tidak akan menjadi juru kampanye (jurkam) terhadap siapapun pasangan calon di pilgub Sulsel. Bahkan, adiknya sekalipun. Padahal, Ichsan Yasin Limpo (IYL) yang diketahui sebagai salah satu bakal calon gubernur Sulsel berpasangan Andi Mudzakkar (Bupati Luwu) maju di pilgub Sulsel. “Saya-kan gubernur,” ujar Syahrul, lagi.

Syahrul tegas menolak meski dirinya bisa mengambil cuti untuk menjadi jurkam pasangan IYL-Cakka. “Enggak-lah. Saya lebih mementingkan kepentingan negara. Kapan seseorang menjadi pejabat negara mendahulukan kepentingan negara, bukan partainya, atau golongan,” kata dia.

Menurut Syahrul, penolakan tersebut merupakan bentuk sikap netralnya di Pilkada Sulsel. “Ini sikap netral saya. Demokrasi milik rakyat dan biarkan proses berjalan secara normal. Yang harus kita hindari bias-bias dan distorsinya. Bagaimana mau menangani kalau kita sendiri distorsi,” kata dia.

SYL diketahui masuk dalam kepengurusan di DPP Partai Golkar. Namanya dipercaya Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto untuk menduduki jabatan Ketua Bidang Kerawanan Sosial.

Di Pilgub Sulsel ini, Partai Golkar telah mengusung Nurdin Halid-Aziz Qahar Mudzakkar. Menurut Nurdin Halid, dengan begitu secara otomatis SYL pun wajib untuk memenangkan pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahar (NH-Aziz) di Pilgub Sulsel 2018, Juni mendatang.

“Saya paling senang, paling bersyukur jika pak SYL bersedia menerima kepengurusan itu, maka beliau harus tandatangan pakta integritas, dan salah satu poinnya mewajibkan kepada selutuh pengurus untuk memenangkan pilkada. karena SYL berasal dari Sulsel, maka dia harus menangkan NH-Aziz,” sebut NH.(idr/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top