Sawah Jangan Dijadikan Lahan Tidur – Palopo Pos
Luwu

Sawah Jangan Dijadikan Lahan Tidur

* Pesan Dirjen Tanaman Pangan Saat Panen Raya di Suli

BELOPA—Masyarakat Desa Botta kecamatan Suli Kabupaten Luwu bersuka cita karena mendapat kesempatan untuk melakukan panen padi dengan dihadiri langsung Direktur Jenderal (Dirjend) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr Ir Sumarjo Gatot Irianto, MS, DAA.

Kehadiran Dirjend Tanaman Pangan ini didampingi langsung Kepala Dinas Pertanian Propinsi Sulsel, Ir.Hj.Fitriani,MP, kepala Dinas Pertanian Luwu Ir HA Pangerang dan Dandim 1403 Sawerigading Palopo Letkol inf Muh Imasfy SE.

“Saya kagum dengan kondisi alam di Kabupaten Luwu, daerah ini surgawi bagi masyarakatnya, karena melimpah buah-buahan, persawahan, dan air yang melimpah. Untuk itu nikmat yang diberikan Allah SWT ini harus dikelola semaksimal mungkin. Saya minta jangan ada persawahan yang tidak dikelola. Haru ditanami. Kalau belum ditanami padi, secepatnya laporkan ke pemerintah untuk kita upayakan ditanami jagung atau kedelai. Lahan sawah di Luwu tidak boleh tidur, ” kata Sumarjo Gatot Irianto saat panen raya di Suli, Ahad 11 Februari 2018.

Lebih lanjut Gatot Irianto mengatakan, pihaknya meminta agar jajaran TNI dapat membantu petani untuk meningkatkan produksi persawahannya, demikian pula pihak produsen pupuk Kaltim untuk mengawal upata petani mengelola persawahan di Kabupaten Luwu

“Pupuk kaltim saya perintahkan back up petani menanggung biaya penanaman, TNI dari unsur Koramil-Babinsa harus membantu. Karena kalau rakyat sejahtera, petugas keamanan juga santai dalam bekerja mengawal Kamtibmas dan keamanan di negara ini,” Kata Gatot.

Kadis Pertanian Kabupaten Luwu, Ir HA Pangerang mengatakan, luas areal persawahan Kabupaten Luwu mencapai 32.882 hektar dan musim tanam bulan Februari tahun ini ditargetkan mencapai diatas 14 ribu hektar. Sah-sawah petani tidak boleh terlalu lama tidur.

Kalau lama tidak ikelola, petani bisa dipaksa untuk menanam, Bapak Dirjen berharap kabupaten Luwu ini tidak boleh kalah dengan daerah Sidrap dan daerah lain di Sulsel dalam menghasilkan gabah, seraya mengatakan, meskipun demikian, diakui saat ini masih banyak gabah asal Kabupaten Luwu keluar ke daerah dan tidak diproduksi menjadi beras, sementara kebutuhan konsumsi beras Luwu hanya mencapai 40 ribu ton pertahun sementara potensi pertahun mencapai 300 ribu ton gabah kering (and/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top