Sekarang Belok Kiri Langsung Dilarang, Kecuali…. – Palopo Pos
Kriminal

Sekarang Belok Kiri Langsung Dilarang, Kecuali….

PALOPO— Beberapa hari terakhir, larangan belok kiri langsung viral melalui media sosial. Pada imbauan itu tertera logo Polri dan logo Humas Polri serta tulisan mencolok “Ingat!!! Sekarang Belok Kiri Langsung Sudah Tidak Berlaku”.

Kasat Lantas Polres Palopo AKP Sri Toto yang dikonfirmasi, baru-baru ini, membenarkan bahwa imbauan tersebut memang berasal dari institusi Polri. Tujuannya, untuk menyosialisasikan Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sesuai pasal 112 ayat 3 UU tersebut, berbunyi pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lau lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung belok kiri, kecuali ditentukan lain oleh oleh rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas.

Menurutnya, Polres Palopo telah menyosialisikan aturan tersebut beberapa bulan lalu. Terbukti, sejumlah tanda “belok kiri langsung” yang terpasang di beberapa lampu merah telah diganti menjadi tanda bertuliskan “Belok Kiri Ikuti Isyarat Lampu Lalu Lintas”.

Seperti di perempatan PT Telkom, tanda “belok kiri langsung” sudah diganti menjadi “Belok Kiri Ikuti Isyarat Lampu Lalu Lintas”. Begitu pun lampu merah di pertigaan Jl. Jenderal Sudirman – Jl. Benteng Raya, pengendara dari arah Timur sudah dilarang belok kiri langsung. Kecuali dari arah utara belok ke Jl. Benteng Raya, masih tetap terpasang tanda “hati-hati belok kiri langsung”.

”Isyarat itu tidak membahayakan pengendara motor dan mobil karena tertulis jelas hati-hati belok kiri langsung dan hati-hati ikuti isyarat lampu,” jelas Sri Toto.

Di daerah lain, tanda papan belok kiri langsung sudah dicabut karena dinilai kurang efektif. Tapi di Kota Palopo isyarat itu tetap berlaku, mengingat kondisi jalan raya memungkinkan adanya rambu belok kiri langsung dan belok kiri ikuti isyarat lampu.

Menurut Kasat, tanda belok kiri langsung memang harus dipahami agar tidak menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan, baik dari dari arah berlawanan maupun dari jalur yang searah. “Jika melihat isyarat belok kiri langsung pengendara harus langsung belok kiri, akan tapi kalau mengikuti isyarat lampu pengendara harus belok kiri setelah lampu hijau menyalah. Nah, pengertiannya sepeti itu,” terang Kasat.

Lebih jauh Sri Toto aturan ini jelas dalam Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pada 112 ayat 3 Undang Undang itu disebutkan, bahwa pada persimpangan jalan yang dilengkapi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat.

“Sangat jelas bukan. Olehnya itu, di Kota Palopo belok kiri langsung tetap diberlakukan. Jika ada yang melanggar aturan tersebut, bukan tidak mungkin petugas kepolisian akan melakukan tilang dan dikenakan denda sebagaimana mestinya,” tandas Kasat. (him/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top