Parasut Nyangkut di Atas Kabel Listrik – Palopo Pos
Utama

Parasut Nyangkut di Atas Kabel Listrik

* Pasukan Khusus TNI Terjun Payung di Gaspa, Mayor Faisal: Insiden Itu Biasa

PALOPO — Aksi pasukan khusus TNI dari Kostrad bikin masyarakat Palopo kagum. Ke atas langit Palopo, mata mereka melihat aksi anggota TNI dari Kostrad terjun dan mendarat mulus di lapangan Gaspa. Namun, tidak semuanya mulus. Ada sedikit insiden. Tapi, Kasi Ops Brigade Kostrad Yonif Raider, Mayor Inf M. Faisal Idris, menyebut insiden tersebut sudah biasa. Ada anggota parasutnya nyangkut di atas kabel listrik.
Di aksi tersebut, sebanyak 2 penerjun mengalami insiden. Ada juga parasutnya tersangkut di atas pohon, dan seorang penerjun lagi harus bergelantungan di atas kabel listrik di depan gereja PNIEL.

Tepat pukul 08:00 Wita, sejumlah personil TNI-AD dari kesatuan Kostrad Yonif Rider Makassar sibuk memasang tanda pendaratan untuk para penerjun bebas di Lapangan Kodim Gaspa.

Arah angin yang sering berubah-ubah membuat petugas darat sewaktu-waktu harus mengubah simbol pendaratan. Yakni, berbentuk tanda panah berwarna oranye yang dipasang di tengah lapangan, memudahkan pasukan Kostrad untuk melihat lokasi pendaratan.

Tak lama berselang, terdengar suara pesawat di atas langit Kota Palopo. “Itu pesawat jenis Cassa milik TNI-AD yang didatangkan dari Makassar untuk mengangkut para penerjun. Hari ini ada 28 penerjun,” kata Kasi Ops Brigade Kostrad Yonif Raider, Mayor Inf M. Faisal Idris, Senin 12 Februari 2018, di Lapangan Gaspa.

Pasukan elit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, Kostrad sebagaimana diberitakan sebelumnya, siap membantu pengamanan di Kota Palopo jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Kami akan langsung terjun, jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar Mayor M. Faisal.

Sebagai pemanasan, setiap harinya sebanyak 30 pasukan Kostrad melakukan latihan free fall (jatuh bebas) dari udara di lapangan Gaspa Palopo. Dari ketinggian 10.000 kaki atau sekitar 3 km lebih dari permukaan tanah.

Kegiatan terjun bebas ini menyita perhatian warga Kota Palopo. Bahkan, sejenak aktivitas di sekitar lapangan Gaspa fokus untuk menyaksikan atraksi dari para penerjun. Hampir sekeliling lapangan penuh sesak dengan warga yang ingin langsung melihat atraksi free fall tersebut.

Dari 28 penerjun yang melakukan aksi free fall di hari pertama, hampir kesemuanya mendarat dengan sempurna di atas rumput hijau. Namanya juga manusia, pasti terjadi kesalahan. Hal inilah yang juga dialami beberapa penerjun yang gagal mendarat di atas rumput lapangan.

Beruntung, banyaknya warga yang menonton langsung dengan sigap membantu para penerjun yang mengalami peristiwa tersebut.

Selain itu, sejumlah penerjun harus mendapat perawatan intensif di RS Tentara karena mengalami kesakitan pada bagian kaki, paha, dan badan pasca mendarat tidak sempurna di atas lapangan. “Kejadian tersebut biasa bagi kami. Namanya risiko sebagai penerjun,” ungkap Mayor Faisal.

Sementara itu, Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Inf M Imasfy di tempat yang sama mengatakan, kehadiran pasukan Komando Strategis Angkatan Darat atau biasa disingkat Kostrad di Palopo ini adalah bagian mengawal jalannya pesta demokrasi di Palopo dan Luwu.

Latihan terjun bebas ini akan berlangsung selama dua pekan. Mulai tanggal 12 hingga 25 Februari 2018 mendatang. Mulai pagi sampai siang hari.(idr/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top