Gara-gara Pohon Durian, Petani Parangi Pensiunan PNS – Palopo Pos
Kriminal

Gara-gara Pohon Durian, Petani Parangi Pensiunan PNS

* Lengan Korban Nyaris Putus, Kini Pelaku Disel

PALOPO-– Gara-gara pohon durian, seorang petani nekat memarangi pensiunan PNS Dinas Pekerjaan Umum (PU). Lengan korban nyaris putus. Pelaku kini mendekam di sel tahanan Polres Palopo.

Korban pemarangan bernama Baso Limin (65), warga Kel. Sumarambu, Palopo. Sedang pelaku bernama Pudding (40), petani yang tinggal di Kelurahan Lingkumario, Sumarambu, Kota Palopo. Tempat kejadiannya di kebun milik korban di Sumarambu pada 9 Februari 2018 lalu. Hingga Selasa, 13 Februari 2018 kemarin, pelaku sudah dibekuk hingga dijebloskan masuk ke dalam hotel prodeo Polres Palopo.

Sebelum terjadi pemarangan korban sendirian bermalam di kebunnya selama tiga hari tiga malam. Seperti biasanya, ketika pagi tiba korban beraktivias membersihkan kebun. Saat asyik membersihkan, tanpa disadari tiba-tiba pelaku datang. Tanpa tanya pelaku langsung menebas korban dengan sebilah parang. Melihat korbannya bersimpah darah dan tersungkur di atas tanah, pelaku kabur meninggalkannya.

Korban mengalami luka serius di bagian belakang telinga dan leher sebelah kiri mengalami luka terbuka. Tak hanya itu, lengan kanan korban nyaris putus sedangkan jari kelingking sebelah kanannya sudah putus.

Walau menderita sakit, tapi korban berhasil menelpon saudaranya. Saat keluarganya tiba di tempat kejadian perkara (TKP) selanjutnya korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Petugas kepolisian yang menerima informasi langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku.

Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf mengatakan motif penganiayaan diduga sengketa pohon durian. Dimana pelaku mengklaim bahwa pohon durian yang tumbuh di kebun korban adalah miliknya. Namun korban berkeras bahwa pohon durian itu adalah miliknya karena berada di kebunnya.

“Motifnya sepele, saling klaim soal pohon durian yang tumbuh di kebun korban. Pohon durian itu diklaim pelaku miliknya karena dia yang tanam, sedangkan korban juga mengakui bahwa pohon itu adalah milik karena tumbuh di kembunnya,” jelas Kasat Reskrim. (him/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top