Juara Itu No 1, Ome-Bisa Maknai No 2 Simbol Keseimbangan – Palopo Pos
Utama

Juara Itu No 1, Ome-Bisa Maknai No 2 Simbol Keseimbangan

* Sama-sama Inginkan Kemenangan

PALOPO –— Dua pasang calon walikota dan wakil walikota Palopo sudah mengantongi nomor urut. Mereka berharap tuah dari angka-angka tersebut. Tapi, semuanya berpulang ke garis tangan.

Pastinya, sama-sama mau menang secara elegan. Karena, JUARA itu No 1, sedang OME-BISA maknai No 2 sebagai simbol keseimbangan.

Nomor 1 punyanya pasangan calon (paslon) Judas Amir-Rahmat Masri Bandaso (Juara). Nomor 2 punyanya paslon Akhmad Syarifuddin Daud-Budi Sada (Ome-Bisa). Nomor urut masing-masing pasangan calon dapatnya lewat proses pengundian. Lewat pleno terbuka yang digelar KPU Palopo, Selasa 13 Februari 2018, kemarin, di gedung Saodenrae Convention Centre (SCC), Jalan Ahmad Yani Palopo, pukul 16:00 Wita.

Ketua KPU Palopo Haedar Djidar memimpin jalannya rapat pleno terbuka dengan agenda pengundian nomor urut pasangan calon walikota dan wakil walikota Palopo. Ia didampingi komisioner KPU lainnya. Samsul Alam, Faisal Mustafa, Amran Anas, dan Faisal.

Gedung SCC langsung sesak. Di bawah terlihat ratusan pendukung dari dua paslon tersebut. Kalau dihitung-hitung, 500 orang yang hadir menyaksikan pencabutan nomor urut dalam toples kaca. Sesekali para pendukung kedua tim yang berada dalam gedung menyemangati jagoan mereka dengan bunyian yel-yel. Suara mereka silih berganti. ”Juara…”. Kemudian, ”…Ome-Bisa…”.

Jalannya rapat pleno terbuka mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan anggota TNI. Mereka disebar di dalam gedung maupun di luar gedung SCC. Termasuk Kapolres Palopo, AKBP Taswin terjun langsung mengawal jalannya acara itu.

KPU mengawali proses pencabutan nomor urut dengan menyediakan dua kotak. Satu kotak menempatkan nomor undian dan satunya menempatkan nomor urut. Pencabutan nomor undian diawali oleh paslon Juara yang diwakili Rahmat Masri Bandaso karena lebih awal melakukan pendaftaran sebagai paslon ke KPU.

Selanjutnya, pencabutan nomor undian dari paslon Ome-Bisa dilakukan Budi Sada. RMB mendapatkan nomor undian tujuh. Sementara, Budi Sada mendapatkan nomor undian dua. Secara aturan pencabutan nomor urut dilakukan pertama oleh paslon yang mendapatkan angka terbesar dari undian itu.

Di agenda pencabutan nomor urut paslon dilakukan Judas Amir. Selanjutnya, Akhmad Syarifuddin menyusul mengambil nomor urut yang berada dalam kotak kaca itu. Dua paslon membuka gulungan kertas yang bertuliskan angka sebagai nomor urut paslon secara bersamaan melalui aba-aba oleh pembawa acara.

Akhirnya, jelas siapa yang dapat No 1 dan No 2. Paslon Juara mendapat nomor urut 1 dan paslon Ome-Bisa mendapat nomor urut 2.

Melihat nomor urut di tangan, kedua pasang calon walikota dan wakil walikota Palopo sama mengembangkan senyumannya. Dari bawah massa langsung mengangkat tangan sebagai simbol nomor urut yang ada di tangan paslonnya.

Apa tanggapan paslon? Calon Walikota Judas Amir mengaku senang dengan nomor yang didapatkannya melalui pencabutan tersebut. “Kami mendapat nomor satu. Nomor ini sejalan dengan tagline kami bawa,” katanya. Ia melanjutkan, ”Juara itu adalah nomor dan nomor satu itu pasti juara…”.

Wajahnya senang. Ia berharap dengan keberadaan nomor satu sebagai nomor urut mereka dapat memberi keberuntungan. Tuah dalam mengarungi pesta demokrasi lima tahunan tersebut yang masih menyisakan beberapa tahapan lagi. Nomor satu, baginya mengandung makna dan arti secara luas. “Apapun angka dari nomor urut kami diharapkan memberikan keberhasilan,” ucapnya, kepada Palopo Pos.

Sementara itu, Ome sapaan akrab Akhad Syarifuddin juga tidak mau kalah. Ia berharap keberadaan nomor urut yang ada pada dirinya memberi keberuntungan. Ia mengaku sama sekali tidak mengistimewakan salah satu angka menjadi urut. “Nomor dua ini bisa memberi keberuntungan dan bisa memenangkan pilwalkot mendatang,” harap dia.

Ia memaknai nomor urut dua itu, dimaksudkan sebagai pelanjut dari kepemimpinan sebelumnya. Oleh karenanya nomor yang ada pada mereka sebagai pelanjut tampuk kepemimpinan ke depan. ”Kita inginkan bagaimana pemerintahan hari ini akan lebih baik selanjutnya,” terangnya.

Lanjut Ome, angka dua sejalan dengan simbol kedatuan Luwu yakni besi pakkaE. Besi pakkaE itu melambangkan keseimbangan.

Untuk itu, kata Ome, dalam menjalankan roda pemerintahan yang baik harus menjaga keseimbangan. “Kenapa kaki diciptakan dua, tangan, mata, dan telinga? Itu karena diciptakan untuk dalam rangka tatanan yang lebih baik dan seimbang,” jelas Ome.

Pada rapat pleno KPU, usai ditetapkan pasangan Ome-Bisa mendapat nomor 2, ratusan pendukung baik di dalam ruangan SCC langsung menggelar poster angka 2, sembari mengatakan yel-yel OME-Bisa..OME-Bisa Menang.

Tak sampai di situ, ratusan pendukung OME-Bisa bahkan meluapkan kegembiraan sampai keluar ruangan SCC dengan menggelar konvoi mengelilingi sejumlah jalan protokol di Kota Palopo dengan roda dua.

Ketua KPU Palopo, Haedar Djidar di pengujung acara mengatakan penetapan nomor urut paslon itu merupakan momentum yang sangat ditunggu-tunggu.

Termasuk pada tahapan itu merupakan salah satu tahapan yang terpenting dalam pelakasanaan pilwalkot Palopo 2018. “Tentu ini menjadi salah satu bagian terpenting pada tahapan.

Oleh karena melalui momentum ini mari bersama mengawal semua pelaksanaan tahapan hingga akhir,” harap Haedar Djidar, SH, MH.

Ia berpesan kepada dua pasang calon walikota dan wakil walikota Palopo, agar pelaksanaan pilwalkot ini para paslon dapat bersaing secara sehat, menciptakan kedamaian, termasuk bisa saling menghargai dan tidak membuat jurang pemisah. ”Karena kita ini merupakan satu kesatuan,” terangnya.

Pleno penetapan nomor urut ini juga dihadiri beberapa unsur muspida, Kapolres Palopo, AKBP Taswin, Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Inf M Imasfy, beberapa kepala organisasi perangkat daerah, para pimpinan parpol pengusung, tokoh masyarakat dan jajaran KPU, PPK hingga PPS. (rul-idr/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top