Penerjun Kibarkan Bendera Kota Palopo – Palopo Pos
Utama

Penerjun Kibarkan Bendera Kota Palopo

LATIHAN. Personil TNI-AD dari Brigif Para Rider 3/1 Kostrad melakukan latihan free fall di langit Kota Palopo, Selasa 13 Februari 2018. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

* Hari Kedua Latihan ‘Free Fall’, Anggota Kostrad Diadang Angin Kencang

PALOPO — Memasuki hari kedua latihan free fall di lapangan Gaspa Palopo, pasukan khusus TNI diadang angin kencang saat mau melakukan pendaratan, kemarin. Katanya, cuaca sulit ditebak. Sampai-sampai lima penerjun nyasar mendarat ke lapangan Pancasila.
Namun, penerjun yang membawa bendera Kota Palopo berhasil mendarat mulus.

Hari kedua latihan pemeliharaan kemampuan yang dilakukan sejumlah personil TNI Angkatan Darat (AD) dari Brigade Infanteri (Brigif) Para Rider 3/1 Kostrad berjalan sukses.

Di hari kedua, kemarin, para penerjun tampak semakin mahir menguasai medan Kota Palopo. Hal tersebut ditandai dengan semakin banyaknya penerjun yang mampu mendarat tepat di lapangan Gaspa.
Di hari kedua, kemarin juga dikibarkan bendera Kota Palopo berukuran raksasa sekira 4 X 2 meter.

Yang dibawa salah satu penerjun mengudara di atas langit kota ‘Idaman’ ini. Hampir 15 menit lamanya bendera Kota Palopo dikibarkan. Membuat masyarakat yang sudah memadati Lapangan Gaspa memberikan tepuk tangan, dan seruan.

Kepala Seksi Operasi Brigif Para Raider 3/TBS, Mayor Inf Moh. Faisal Idris, juga ikut terjun di hari kedua. Bersama dengan rekan-rekannya, perwira dengan pangkat satu bunga ini mahir mengontrol parasutnya sampai mendarat di lapangan.

“Angin sangat kencang di atas. Jadi agak sulit. Tetapi, semua lancar dan mendarat dengan selamat,” ucapnya, kepada Palopo Pos, Selasa 13 Februari 2018.

Secara keseluruhan, lanjut Mayor Faisal, cuaca untuk Kota Palopo sangat bagus untuk latihan kemampuan terjun. “Ya, itu tadi hanya angin kadang-kadang susah ditebak. Jadi harus lebih pintar lagi membaca arah mendarat,” ungkapnya.

Pada hari kedua, penerjun melompat dari atas ketinggian 7.000 feet (kaki). Yang agak lebih rendah dibandingkan hari pertama diatas ketinggian 10.000 feet. Berbeda dengan hari pertama, di hari kedua letihan terjun bebas dilakukan pagi dan siang hari.

Sejumlah kejadian dialami penerjun yang latihan pagi hari. Seperti sebanyak 5 penerjun nyasar mendarat di lapangan Pancasila. Di tengah-tengah upacara pembaretan petugas Satpol PP. Ada juga yang mendarat di areal sekolah Kartika Chandra. Bahkan, ada yang mendarat di tengah-tengah pemukiman warga di Jalan Belimbing.

Sama dengan hari pertama, sebanyak 28 penerjun melakukan latihan kemampuan free fall. Atraksi ini bisa disaksikan warga Kota Palopo hingga tanggal 25 Februari 2018 mendatang. (idr/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top