Perempuan Disebut-sebut Pjs Walikota – Palopo Pos
Utama

Perempuan Disebut-sebut Pjs Walikota

* SYL: Masih Ada Tambahan Nama

MAKASSAR — Pjs walikota Palopo bikin penasaran publik. Jadwal semula disebut tanggal 13 atau 14 Februari. Dilakukan pelantikan. Belakangan dipastikan molor. Kabarnya, SYL ambil di tanggal 17 Februari.

Makin penasaran lagi. “Komandan” di HUT Belopa ke-12, Sabtu, lalu, menyebut ada tambahan satu nama dari tiga nama yang masuk ke kemendagri. Mencuat nama baru dari kaum perempuan. Ia disebut-sebut terkuat pjs walikota Palopo.

Kepada Palopo Pos, SYL saat menghadiri perayaan HUT Kota Belopa ke-12 di Lapangan Andi Djemma, Belopa, memang sempat menyinggung ada tambahan nama yang mau dimasukkan. “Tunggu dek, masih ada tambahan nama yang mau dimasukkan,” ujarnya.

Lantas siapa perempuan yang disebut-sebut namanya pjs walikota Palopo? Nama pejabat yang disebut-sebut akan mengisi penjabat sementara walikota Palopo adalah Sukarniaty Kondolele.

Ia orang kepercayaan SYL sebagai kepala dinas kependudukan, pencatatan sipil, pengendalian penduduk dan keluarga berencana Sulsel.

Hanya saja, Sukarniaty Kondolele, yang coba dikonfirmasi menolak berkomentar jauh soal ini. ”Janganmi saya komentar. Saya masih di Jakarta,” ujarnya seperti yang dilansir dari Harian Fajar.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada tiga nama yang mencuat dilantik jadi pjs walikota Palopo. Mereka adalah Syamsu Rizal Syam, kepala biro organisasi dan tata laksanaka, Musaffar Syah, kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Sulsel, Ilham Andi Gazaling alias Andi Ille. Dan yang terakhir ini. Nama perempuan. Namanya adalah Sukarniaty Kondolele.

Siapa pjs walikota Palopo, publik masih harus sabar menunggu keputusan gubernur Sulsel. Pastinya, saat SYL di HUT Belopa, ada dua orang calon pjs walikota yang diajak SYL. Mereka adalah Musaffar Syah dan Syamsu Rizal Syam.

Daerah lain juga begitu. Nama-nama yang diplot jadi pjs bupati/walikota masih bergerak dinamis.
Di Bone, misalnya, kans Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Tautoto Tana Ranggina, merebut jabatan Plt Sekda Sulsel, terbuka lebar. Itu setelah pesaing utamanya, Irman Yasin Limpo, ditunjuk sebagai Penjabat sementara (Pjs) Bupati Bone.

Irman Yasin Limpo yang akrab disapa None, mengaku sudah dihubungi sekda, Abdul Latif. None diberi tahu terkait posisinya yang akan mengisi Pjs Bupati Bone. Namun, dia mengaku akan memberi pertimbangan kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

None berharap gubernur yang tak lain kakak kandungnya, masih bisa mengubah keputusannya. None tak berharap ditunjuk jadi Pjs bupati, dia ingin jadi Plt Sekda Provinsi Sulsel. Kata dia, tugasnya sebagai Kepala Dinas Pendidikan, tentu sulit untuk ditinggalkan.

Jika ada pejabat lain, kata None, biarlah mereka yang menggantikannya sebagai Pjs Bupati. “Beda kalau jadi Plt Sekda, langsung sekali disposisi kalau ada tugas. Terlalu jauh kalau saya ke Bone,” ungkapnya.

Kendati begitu, None mengaku tetap tidak bisa menolak jika diperintah. Posisinya hanya memberi pertimbangan. Dia pun baru tahu, jika belakangan ternyata namanya masih disetujui sebagai Pjs bupati.
Jika None jadi Pjs Bupati Bone, maka kans Tautoto menjadi Plt Sekda menggantikan Abdul Latif yang telah mundur, terbuka lebar. Legislator di DPRD Sulsel pun menjagokan Tautoto.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Wawan Mattaliu, mengatakan, Tautoto punya kompetensi. Dia juga tak akan menimbulkan berpengaruh psikologis publik jika dipilih. “Memang harus yang punya kemampuan. Selain itu ada faktor lain yang juga harus difikirkan oleh gubernur,” ungkapnya.

Tautoto dinilai paling layak. Pengalamannya di jabatan pemerintahan menjadi salah satu pertimbangan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk memilihnya. Apalagi, dia juga dikenal sebagai orang kepercayaan gubernur. Hanya saja, Tautoto yang coba dimintai komentar, menolak menjawab.

Sementara Pjs Bupati Jeneponto, mengarah kepada AM Yamin yang kini menjabat Kadis Penanaman Modal dan PTSP Sulsel, sementara Pjs Wali Kota Parepare dipercayakan kepada Darmawan Bintang yang saat ini menjabat Kepala PSDA Sulsel.

Kepala Biro Pemerintahan Umum, Setda Sulsel, Hasan Basri Ambarala, menambahkan, Pemprov masih menunggu SK resmi dari Kemendagri. Pasalnya 12 nama Pjs kepala daerah yang telah diusulkan, sudah ada di Kemendagri sejak pekan lalu.

Hanya saja ketika disinggung soal nama-nama, Ambarala menolak berkomentar. Dia meminta agar menunggu proses pelantikan, yang digelar beberapa hari kedepan.

Terpisah Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel Andi Darmawan Bintang, mengaku akan menjalankan amanah jika diberi tugas. Sama halnya ketika ia dipercaya jadi Pjs Bupati Takalar.

Walikota Palopo, HM Judas resmi cuti pada tanggal 15 Februari 2018. Praktis, untuk mengisi kekosongan selama walikota maju kembali pilkada, gubernur akan menunjuk pjs walikota. Nama-nama yang mencuat belakangan ini sudah beredar. Ada nama Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Musaffar Syah.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, Eka Sukmawati belum dapat memastikan pjs walikota Palopo.

Meski demikian, beberapa nama mencuat dalam menggantikan posisi Judas Amir menakhodai Pemkot Palopo hingga Juni 2018 mendatang dikarenakan mengikuti pilkada serentak 2018 di Palopo. “Kita belum tahu pasti siapa sebenarnya yang menjadi pjs. Memang beberapa nama diwacanakan namun kita belum pastikan karena itu adalah wewenang gubernur,” katanya.

Selain itu, Kadis Sosial Pemrov Sulsel, Andi Ilhamzah Gazaling juga mewacana. Termasuk mantan sekretsaris kota (sekkot) Palopo, Samsul Rizal yang kini berkedudukan di Pemprov Sulsel. Namun, bagi mantan Camat Sendana ini siapapun yang menjadi pjs diharapkan dapat menjalankan sistem pemerintahan dengan baik,” katanya. (rul/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top