Sodomi Bocah, Honorer Pemkot Vonis 6 Tahun – Palopo Pos
Kriminal

Sodomi Bocah, Honorer Pemkot Vonis 6 Tahun

PALOPO— Terdakwa HA (50), yang merupakan salah satu pegawai honorer lingkup Pemkot Palopo harus menelan pil pahit. Itu setelah dirinya divonis 6 tahun penjara atas kasus sodomi yang dilakukannya terhadap dua anak di bawah umur pada pada bulan November 2017 lalu.

Sidang putusan ini berlangsung di ruang sidang utama Kusuma Atmadja, Pengadilan Negeri Palopo, Rabu, 14 Februari 2018, sekira pukul 14.30 wita. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aisyah Kendek SH juga menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar subsider 2 bulan penjara.

Dari amar putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai oleh Beauty D Simatauw SH, didampingi oleh hakim anggota Raden Nurhayati SH dan Arief Winarso SH. Menurut majelis sebelum membacakan putusan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan diantaranya hal yang memberatkan yaitu perbuatan terdakwa menimbulkan trauma mendalam bagi korban. Sementara hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dan menyesali perbuatannya.

Lanjut majelis hakim, menyatakan terdakwa HA terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan anak dibawah umur. Sebagaimana diatur dalam dalam pasal 82 ayat 1 Jo 76E UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sebagaimana telah diubah dalam Perpu nomor 1 tahun 2016 sebagaimana telah ditetapkan menjadi UU RI nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun dikurangi selama berada didalam tahanan. Dan dikenakan pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider 2 bulan penjara,” papar hakim ketua.

Adapun barang bukti berupa satu helai celana pendek seragam sekolah dasar warna coklat. Kemudian satu helai lagi celana dalam warna merah milik korban.

Perlu diketahui, kejadian pencabulan yang dilakukan terdakwa HA ini terjadi pada bulan November 2017 lalu. Saat itu, terdakwa yang bekerja sebagai cleaning service di salah satu kantor dinas sedang melihat korban MF (8) sedang bermain di areal kantor.

Sehingga terdakwa memanggil korban dan dan korban MF lalu menghampiri terdakwa dan langsung memberikan uang. Tak lama kemudian terdakwa mengajak korban ke belakang kantor dinas dan melakukan aksi cabulnya. Satu lagi korban inisial MI (8) juga diperlakukan seperti itu ditempat yang sama. (udy/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top