Warga Diimbau Rutin Periksa Instalasi Listrik – Palopo Pos
Metro

Warga Diimbau Rutin Periksa Instalasi Listrik

-Korsleting Penyebab Terbanyak Kasus Kebakaran

PALOPO – Sekitar 90 persen penyebab kasus kebakaran di Kota Palopo akibat korsleting (hubungan arus pendek, listrik, Red). Meskipun belum ada korban jiwa, namun kerugian materi tak sedikit dialami para korban kebakaran. Untuk itu masyarakat diimbau untuk berhati-hati.

Seperti yang terjadi di kediaman Samsir yang berprofesi sebagai penjual balon gas, dimana satu unit rumahnya yang berada di BTN Hartako, RT 5, RW 2, Kelurahan Benteng Raya, Kecamatan Wara Timur ludes dilalap si jago merah, Selasa 14 Februari 2018. Yang mana diduga dipicu akibat korsleting listrik.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kota Palopo, Jaka Shadly mengungkapkan penyebab kebakaran didominasi karena hubungan arus pendek.

“Yang paling banyak karena arus pendek, selain itu penyebab lainnya,” jelasnya.
Untuk itu, Jaka mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan rutin memeriksa instalasi listrik.

”Kami tak henti-hentinya mengimbau kepada warga agar menginformasikan secepatnya kepada kami jika terjadi kebakaran, agar kami dapat lebih segera menyelamatkan atau melakukan pemadaman hingga kerugian yang diderita korban tak terlalu besar. Karena bagi kami, waktu satu detik itu sangat berharga untuk melakukan penyelamatan dan pemadaman sumber api,” katanya.

Untuk diketahui, kemampuan armada Damkar saat operasi pemadaman mengeluarkan air sebanyak 500 galon per menit dimana 1 galon terdiri dari 3,78 liter. Sehingga 500 galon itu jumlahnya 1.700 liter air yang dikeluarkan per menit.

Saat ada peristiwa kebakaran, begitu personil tiba di lokasi langsung membentuk formasi pemadaman. Sehingga dampak resiko kerugian terhadap harta benda korban kebakaran berkurang.
Saat ada laporan masuk terjadi kebakaran, personil Damkar tak mau terbuang waktu satu detik pun. Para personil Damkar sudah siap dalam 20 detik dan langsung menuju lokasi kebakaran.

Saat terjadi kebakaran, jika jarak tempuh sejauh 7,7 Km itu hanya ditempuh dalam waktu lima menit dan itu sudah menjadi keharusan bagi personil Damkar untuk tiba dengan cepat di lokasi. Untuk itu, personil Damkar dituntut sigap dan selalu siap setiap saat.

Untuk armada saat ini kami memiliki 11 unit mobil operasional Damkar, yang terdiri dari 5 unit mobil pompa air, 1 unit mobil rescue, 1 unit mobil komando, 1 unit mobil semi pompa, dan 3 unit mobil pompa portabel, serta tambahan 1 unit mobil tangki dengan kapasitas 8.000 liter. (rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top